Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia

Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia
Bagian 44


__ADS_3

44


" Pak Kenzo..." Gumam pelan Puja, Pandu pun langsung berdiri dan berlari kearah Kenzo dengan bersuara kegirangan.


" Papah...!" Ucapnya membuat Puja heran dengan sang anak.


Terlihat Kenzo berjongkok dan langsung memeluk Pandu.


" Kenapa Papah lama sekali pulang?"


" Papah banyak pekerjaan nak, maafkan papah ya..." Ucapnya sembari melangkah kearah mereka sambil menggandeng tangan Pandu.

__ADS_1


" Sudah tahu sekarang ibu dengan papahnya Pandu? Sayalah papahnya Pandu, Oh ya Saya mendengar tadi kalau anak ibu berkelahi dengan anak saya.?" Tanya Kenzo sembari menatap kearah kedua orang tua Dodi.


" Maaf pak, silahkan duduk dulu Papahnya Pandu..." Ucap ibu kepala sekolah.


Kenzo kemudian duduk di samping Pandu, Puja hanya terdiam dia tidak memahami apa yang terjadi antara Kenzo dan Pandu, padahal Pandu hanya sekali bertemu dengan Kenzo, itu pun melalui ponsel di saat dia dihubungi Pandu melalui video call.


" Kenapa Pandu mengatakan Pak Kenzo adalah Papanya, padahal aku tidak pernah sama sekali memperkenalkan Pak Kenzo secara langsung pada Pandu, apakah karena Pandu membuktikan kepada temannya kalau sang Papa memang bekerja jauh dari mereka. Ya Tuhan salahku apa sehingga anakku bermain sandiwara seperti ini di hadapan orang-orang yang sudah memberikan ucapan yang kurang baik padanya." Gumam Puja di dalam hatinya.


Mereka kemudian membicarakan tentang permasalahan yang telah terjadi di dalam kelas antara Pandu dan Dodi yang mengakibatkan keributan kecil berakhir dengan pemanggilan kedua orang tua mereka masing-masing, kepala sekolah merasa aneh karena tidak pernah sekalipun Puja memperkenalkan Ayah Pandu pada mereka, di saat acara sekolah dilaksanakan, Tapi kepala sekolah tidak memusingkan semua itu yang jelas sekarang masalah yang telah terjadi sudah diselesaikan dengan sebaik mungkin.


Setelah semuanya telah selesai Mereka pun keluar dari ruangan kepala sekolah tersebut, Puja memilih mengizinkan Pandu untuk satu hari tidak sekolah dan dianggukan oleh kepala Sekolah serta wali kelas Pandu, Kemudian mereka pun melangkah meninggalkan kantor sekolah Pandu itu menuju ke arah mobil Kenzo.

__ADS_1


Di dalam mobil mereka tidak berbicara satu sama lainnya, mereka hanya terdiam Kenzo menuju ke sebuah kedai kue karena suasana masih terlihat pagi, di samping itu Kenzo juga tidak sarapan pagi karena dia mengejar waktu ingin mengantar Pandu ke sekolah, tapi tidak sempat keburu Pandu sudah berangkat, Akhirnya dia pun mengajak puja dan Pandu untuk sarapan kue terlebih dahulu di kedai langganannya.


Puja masih berperang dengan pikirannya yang masih tidak memahami kenapa Pak Bosnya itu mengikuti dia sampai ke sekolah dan masuk ke dalam masalah yang dihadapi anaknya Pandu.


Pandu yang berada duduk di belakang pun kemudian berdiri dan merangkul Kenzo dari belakang.


" Makasih ya Om, karena sudah membantu Pandu menyelamatkan Pandu dari omongan teman-teman Pandu, membuktikan kalau Pandu memang benar-benar memiliki seorang ayah."


Kenzo pun memegang tangan mungil tersebut sembari bersuara.


" Memang kamu memiliki seorang Ayah dan akulah Ayah kamu."

__ADS_1


Pandu terkejut dia menatap Kenzo dengan memiringkan wajahnya, agar wajahnya itu bisa melihat jelas ke arah Kenzo yang sedang tersenyum sembari fokus menyetir mobil pribadinya tersebut menuju ke arah kedai kue kesukaannya itu.


__ADS_2