Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia

Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia
Bagian 21


__ADS_3

Bagian 21๐ŸŒน


" Bagaimana kalau kita menyelidikinya terlebih dahulu tentang pak Kenzo, siapa tahu ada titik terangnya, bagaimana menurutmu?"


" Hemmm, aku tidak tahu harus bilang apa sekarang Cha, walaupun kita menyelidikinya tapi dengan cara apa? Aku jadi bingung Cha, lebih baik sekarang aku hanya bisa diam saat ini yang aku jalani."


" Hem....baiklah kalau itu mau kamu, aku akan mengikuti kehendak kamu, aku hanya sebagai sahabat yang bisa aku lakukan membuat kamu merasa nyaman bercerita dan menjadi tempat kamu berbagi, baiklah Pu, aku pamit pulang dulu, kalau besok kamu tidak bisa kekantor istirahatlah biar kamu merasakan tenang dulu, nanti aku akan bicara kembali dengan pak Kenzo tentang keadaan kamu, disamping itu juga anak kamu kan masih sakit, dia butuh kamu disampingnya." Ucap Icha sembari tersenyum dan menepuk bahu sang sahabat.


Puja hanya menganggukkan kepalanya dan menatap kepergian sang sahabat keluar dari kamarnya tersebut.


Puja menghela nafasnya dengan panjang dan kembali menatap sang anak yang masih tertidur dengan lelap.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Di kediaman keluarga pradiva tepatnya di sebuah kamar di lantai 2 terlihat seorang laki-laki yang sedang merapikan dasi di depan cermin, tiba-tiba ponselnya yang berada di atas tempat tidur itu pun berdering, dia menoleh ke arah ponsel tersebut, kemudian dia melangkah menuju ke arah tempat tidurnya itu, dia mengambil ponselnya itu dan menatap layar ponselnya dia tersenyum setelah mengetahui siapa pemanggilnya dengan langsung dia menjawab panggilan tersebut.


" Halo Nila.." sapa Kenji sembari tersenyum walaupun seseorang yang dipanggilnya dengan sebutan Nila itu tidak mengetahui senyum Kenji di balik ponselnya tersebut.


" Hai, Sahabat kecilku, rupanya kamu masih mengenali aku ya." ucap suara di seberang sana.


" Iya dong, aku masih kenal dengan kamu, karena nomor ponsel kamu sampai sekarang tetap aku simpan, setelah terakhir kita bertemu di Amerika 2 tahun yang lalu."


Terdengar tawa kecil dari Nila.


" Aku kira nomor aku sudah kamu buang dan tidak pernah kamu masukkan kembali di ponsel kamu."


" Aku tidak pernah membuang nomor Sahabat kecilku, Oh ya Dari mana kamu tahu nomor baruku ini.?"


" Dari Tante Kurnia, Mami yang menghubungi tante Kurnia, menanyakan nomor ponsel kamu." ucapnya sembari terdengar tawa kecilnya kembali.


" Astaga! kenapa nggak langsung nanya ke aku, rupanya kamu begitu cepat sekali mencari informasinya, aku memang tidak mengabari kamu, saat itu ponselku yang lama hilang dicuri orang, tapi aku masih menghafal nomor kamu di otakku." ucapnya sembari terkekeh..

__ADS_1


" Kamu bisa aja bercandanya, sampai menghafal nomorku segala, Untung saja aku tidak mengganti nomorku ya hehehe..."


" Hehehe... kalau kamu ganti nomor, gampang bagi ku untuk mencarinya, tinggal hubungi ke Om Farid selesaikan." ucapnya tertawa lepas Nila pun tertawa di seberang sana.


" Oh ya, aku dengar kamu sudah mau menikah ya.?"


" Ya sudah ketemu jodohnya, tapi ngomong-ngomong dari mana juga kamu tahu, kalau aku mau menikah sebentar lagi."


" Kan aku sudah bilang Mami yang menghubungi Tante Kurnia.


" Oh iya aku lupa hehehe... ngomong-ngomong kamu sekarang ada di mana? Apa masih di luar negeri.?"


" Tidak, aku sekarang ada di tanah air, kalau kamu ada waktu bolehkah kita bertemu, Ada yang ingin aku berikan kepadamu."


" Oleh-oleh nih ceritanya." Ucap Kenji tertawa pelan.


" Ya bisa dikatakan oleh-oleh, bisa juga dikatakan untuk hadiah pernikahanmu."


" Tapi pernikahanku masih beberapa hari lagi, Kamu kan bisa datang di acara pernikahanku."


" Ya, kalau seperti itu namanya Kamu jahat sama sahabat kecilmu ini, di hari yang sangat bahagia untukku kamu malahan tidak ada, Aku inginnya kan kamu ada saat aku merasakan kebahagiaan saat ini."


" Hehehe... kamu pasti bahagia tanpa aku, aku akan menyertai kamu dengan doa, Percaya aja nanti setelah acara pernikahan kamu kita kan bisa berbicara lagi, dan aku juga bisa mengenal lebih jauh istri kamu nantinya."


" Baiklah, kalau itu mau kamu, rencananya kita bertemunya di mana nih, sekarang aja kita bertemunya, aku sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu, Sudah lama loh kita tidak bertemu semenjak pertemuan kita terakhir itu."


" Kamu merindukan aku.?"


" Ya iyalah aku merindukan kamu, siapa yang tidak merindukan sahabatnya sendiri, apalagi sekarang kita sudah besar, bukan sahabat kecil lagi melainkan sahabat besar.. hahaha.." ucapnya sembari tertawa lepas membuat Nila yang ada di seberang sana pun tertawa lebar.


" Oh kamu ini masih aja bercandanya, Ya udah deh sekarang kita bertemu di cafe level up bagaimana.?"

__ADS_1


" Baiklah, sekarang aku ke sana."


" Memangnya kamu nggak masuk kantor hari ini.?"


" Kantor kan milik aku pribadi, Jadi kapan aja aku bisa datang dan pergi."


" Oke! aku tunggu ya di sana."


" Oke siap!" ucap Kenji sembari menutup pembicaraannya dengan Nila, Dia pun menatap ke layar ponselnya sembari tersenyum lebar.


" Nila memang tidak pernah berubah, dari dulu dia selalu penuh kejutan." ucapnya sembari menggelengkan kepalanya dan memasukkan ponselnya ke saku celananya, dia pun kemudian melangkah meninggalkan kamarnya itu, saat dia berada di lantai bawah Dia pun ditegurkan oleh sang Mama.


" Kenji ...kamu tidak sarapan?" tanya ibu Kurnia.


Kenji menoleh ke arah sang Mama dan Papanya yang sedang duduk di ruang makan, Dia kemudian menyalami kedua orang tuanya tersebut sembari berucap.


" Kayaknya hari ini Kenji tidak sarapan deh Mah."


" Memangnya ada apa? biasanya kan kamu selalu sarapan."


" Kayaknya hari ini Mama dan papa aja sarapan, karena aku mau bertemu dengan teman kecilku."


" Nila ?" ucap pak Fatih dianggukan oleh Bu Kurnia.


" Benar sekali Pah." Ucap Kenji.


" Kenapa kamu nggak suruh aja ke rumah, Papah juga ingin lihat diakan, udah lama tidak bertemu dengannya."


" Katanya sih mau bertemu di luar aja, mungkin nanti Kenji akan ajak dia makan siang bersama di sini."


" Baguslah kalau seperti itu, ajaklah dia makan siang bersama, Mama juga ingin Bertemu dengannya, kemarin Mami Nila ada menghubungi Mama, dia bertanya tentang nomor ponsel dan kabar kamu."

__ADS_1


" Iya Mah, Nila sudah cerita kok sama Kenji tadi, Oh ya Mah, Laila dan Kenzo pada kemana.?" tanyanya sembari menengok ke arah kursi kedua adiknya itu yang terlihat kosong.


" Sepertinya kalian itu janjian hari ini tidak sarapan bareng Mama dan papa, mereka sudah berangkat tadi katanya ada keperluan, Kenzo sepertinya berangkat ke kantor pribadinya karena ada suatu masalah di kantornya, mungkin setelah makan siang jam kedua dia akan kembali ke kantor Texs Group." terang Bu Kurnia dianggukan oleh Kenji, kemudian Kenji pun berpamitan dengan kedua orang tuanya, Ibu Kurnia dan Pak Fatih hanya menganggukkan kepalanya sembari menatap langkah Kenji yang menjauh dari mereka berdua, dengan tatapan bahagia kedua orang tuanya tersebut Kenji kemudian melajukan mobilnya menuju ke arah Cafe level up ingin bertemu dengan sang sahabat.


__ADS_2