
Bagian 23 🌹
" Ayo pak, kita masuk keruangan Bapak dan berbicara, karena ada yang penting benar yang ingin saya katakan pada Bapak." Ucap Lintang sembari menengok kiri dan kanan, namun Kenzo tidak terpengaruh dengan ajakan Lintang.
" Heh!siapa disini Bosnya! Kenapa kamu mau masuk keruanganku! Sayang sekali aku menolaknya dengan tegas! Kalau kamu ingin bicara silahkan saja bicara disini! Apa yang ingin kamu bicarakan padaku!"
Lintang hanya menghela nafasnya dengan panjang sembari mengekpresikan wajah kecewanya karena Kenzo menolak diajak masuk ruangan kerja Kenzo.
" Cepat katakan!" Ucap Kenzo Karena dia sudah tahu kalau perempuan yang ada dihadapannya ini hanya ingin membuat dia tidak fokus dalam kerjanya.
" Begini pak, saya ingin memberitahukan tentang Puja."
Sontak membuat Kenzo tersentak dan dia langsung menatap kearah Lintang dan menatap lekat Lintang karena mengucapkan nama Puja, Alhasil Lintang tersenyum dan berharap bisa diajak masuk kedalam ruangan kerja Kenzo.
" Bapak pasti tertarik kan dengan apa yang akan saya ceritakan nantinya, sekarang lebih baik kita masuk keruangan Bapak dan kita bisa bicara dengan banyak."
" Aku memang tertarik dengan apa yang kamu akan bicarakan, setidaknya saya tahu tentang seluk beluk karyawan Ku, tapi sayangnya Aku tidak akan mempersilahkan kamu masuk ruangan Ku.!" Ucapnya sembari tersenyum disudut bibirnya menandakan baginya tidak suka dengan keinginan Lintang yang ingin memasuki ruangan kerjanya itu.
" Katakan saja..."
" Baiklah pak kalau maunya bapak seperti itu, Puja itu sudah punya anak tapi anaknya itu tidak tahu siapa ayahnya yang sebenarnya."
" Terus apa hubungannya dengan kantor ini?" Ucap Kenzo menatap kearah Lintang, dan sebetulnya sangat terkejut dengan ucapan Lintang, tapi dia mampu untuk menyembunyikan rasa terkejutnya itu.
" Tapikan pak, jangan sampai perusahaan dan kantor ini dicemari cewek nggak bener kaya Puja itu pak."
__ADS_1
" Kamu mengatakan kalau Puja itu nggak benar! Terus kamu menganggap dirimu itu benar gitu?! Kamu lebih nggak benar lagi dari Puja dengan mengatakan Aib teman kerja kamu sendiri, sepertinya Aku akan mengulang lagi deh penilaian Ku pada kalian semua!"
" Jangan pak, baiklah pak, saya permisi dulu dan saya akan mengerjakan pekerjaan saya, maafkan saya pak." Ucapnya menundukkan kepalanya sembari melangkah meninggalkan Kenzo didepan ruangannya, Kenzo hanya tersenyum sinis pada Lintang sembari menatap kepergian Lintang dari hadapannya, dia pun kemudian membuka kembali pintu ruangan tersebut dia pun langsung melangkah memasuki ruangannya itu sembari menghela nafasnya dengan pelan.
Icha yang melihat dan mendengar langsung pembicaraan antara Bosnya dan Lintang itu langsung saja dia mengejar langkah Lintang, Awalnya dia ingin menemui Kenzo dan berbicara tentang masalah Puja, Namun ternyata Lintang yang terlebih dahulu menceritakan masa kelam Puja di hadapan Pak Bosnya itu,dia terus melangkah menuju ke arah Lintang, sebelum Lintang mengetahui kedatangannya, Icha pun langsung meraih tangan Lintang dengan kasar membuat Lintang terkejut dan menatap kearah Icha.
" Apa-apaan kamu Cha! sakit tahu! kamu sakiti seperti ini tanganku!" ucap Lintang sembari mengelus pergelangan tangannya, karena sudah dicengkram oleh Icha dan dihempaskan olehnya begitu saja.
" Kamu yang apa-apaan! kenapa kamu berbicara tentang Puja di hadapan Pak Bos! mau kamu apa hah!! selama ini Puja itu tak memiliki kesalahan padamu, malahan kamu yang selalu membuat kesalahan pada Puja! bukan Puja saja, tapi melainkan aku dan yang lainnya!!sebenarnya kamu mau apa hah?!!" ucap Icha sembari menatap sinis kearah Lintang.
" Ini bukan urusan kamu! tapi aku mau membuka tabir rahasia Puja, Karena perusahaan dan kantor ini tidak pantas untuk memiliki seorang karyawan yang memiliki anak tanpa berstatus sebagai istri, kamu pikir aja sendiri, kalau seorang wanita memiliki seorang anak tapi tidak ada suaminya itu sama aja memiliki kehidupan yang kelam, kamu tidak usah menutupi kehidupan sahabat kamu itu!" Ucap Lintang sembari mengusap-ngusap tangannya yang terasa sakit karena cengkraman Icha yang kuat padanya.
Mendengar ucapan dari Lintang, Icha pun kemudian mendorong Lintang dengan keras dan Lintang pun tidak bisa mengimbangi dorongan dari Icha tanpa keseimbangan dia pun langsung jatuh di lantai ubin keramik tersebut.
" Aawwhh...Aduh! Apa-apaan kamu Cha! kenapa kamu mendorong ku seperti ini, yang salah itu kamu, aku akan mengadukannya pada Pak Kenzo, biar pak Kenzo tahu bagaimana bawahannya seperti kamu ini berbuat semaunya seperti preman!" Ucap Lintang meringis kesakitan.
" Ada apa ini? kenapa kalian bertengkar di sini? kalian tidak tahu ya, kalian bertengkar ini tidak jauh dari ruangan Pak Bos."
Rafi kemudian membantu Lintang berdiri karena Rafi tidak mengetahui permasalahannya tentang mereka berdua, kemudian Lintang menangis, agar Rafi bisa membelanya.
" Dia yang keterlaluan sama saya Pak, dia yang mendorong saya, saya tidak tahu salah saya dengan dia apa, tapi dia begitu saja mendorong saya, saya bertanya sama dia kesalahan saya apa, tapi dia tidak menjawab pertanyaan saya itu, saya juga mendapatkan dorongan yang kuat darinya, sedikit sakit pinggang saya Pak." ucapnya pada Rafi.
Rafi kemudian menatap ke arah Icha.
" Benarkah yang dikatakan Lintang Icha? Kenapa kamu mendorongnya? masalah apa yang telah kalian pertengkarkan di sini."
__ADS_1
Icha kemudian melangkah meninggalkan mereka berdua, tidak menghiraukan apa yang ditanyakan Rafi padanya dan menuju ke arah meja kerjanya, saat ia duduk dengan wajah kesalnya, Puja yang baru saja datang dari arah belakang pun menatap ke arah Icha.
" Ada apa Cha? Kenapa wajahmu ditekuk seperti itu?"
" Gara-gara lintah darat tuh! aku sudah kehabisan sabarku."
" Ada apa lagi sih, Kenapa kalian berdua selalu bertengkar.?"
" Gimana aku tidak bertengkar, aku mendengar sendiri dia mengatakan tentang Pandu dan kamu"
" Maksud kamu.?"
" Dia mengatakan pada pak Kenzo kalau kamu itu memiliki anak tanpa seorang suami, Siapa yang tidak marah mendengarnya karena sahabatku sendiri di sebarkan tentang masa lalunya, Siapa yang tidak sakit hati coba." ucapnya.
Puja menghela nafasnya dengan panjang, dia kemudian mengusap pundak sahabatnya itu, padahal di hatinya sangat sedih karena perlakuan Lintang yang sangat keterlaluan padanya, tapi dia tidak mau menemui Lintang karena dia tidak ingin memperpanjang masalahnya tersebut.
Rasa sedih di hatinya pun ada, namun dia hanya bisa mengusap dadanya dan bersabar hanya itu yang bisa dia lakukan sekarang ini.
Raffi yang mengetahui kejadian itu pun langsung menemui Kenzo, Dia mengetuk pintu ruangan Kenzo tersebut, dari arah dalam Kenzo menyuruhnya masuk, pintu ruangan terbuka, Rafi tersenyum dan menutup kembali pintu tersebut, Dia kemudian mendekati Kenzo yang sedang duduk di meja kerjanya dia kemudian duduk di hadapan Kenzo.
" Ada apa? tanya Kenzo kembali menatap ke arah Raffi.
" Saya ingin mengatakan satu hal pada bapak, tadi di lorong Lintang dan Icha bertengkar hebat, sampai-sampai Icha mendorong Lintang, saya mohon pada bapak untuk mempertemukan mereka berdua, dan mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi."
Kenzo menghela nafasnya dengan panjang dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Suruh mereka berdua ke ruangan rapat, Aku akan menuju ke sana." ucapnya dan dianggukan oleh Raffi, kemudian Raffi pun berpamitan dengan Kenzo dan dianggukan Kenzo sembari menatap langkah Rafi meninggalkan ruangannya, Dia kemudian berucap.
" Apa yang terjadi antara mereka berdua." ucapnya sembari berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan ruangannya menuju ke arah ruang rapat tersebut.