
45
Sesampainya di kedai tersebut Kenzo pun langsung memarkirkan mobilnya mereka bertiga turun dari mobil itu, terlihat tangan Pandu digandeng oleh Kenzo, mereka bertiga melangkah menuju ke dalam kedai itu kemudian mereka pun memilih kursi yang tidak jauh dari jendela.
Seorang pelayan kedai pun datang memberikan menu yang ingin mereka pesan setelah memesannya pelayan itu pergi dari hadapan mereka, beberapa saat kemudian mereka menunggu pesanan mereka pun datang, Pandu menikmati pesanannya tanpa menghiraukan kedua orang tuanya tersebut, sampai akhirnya Puja pun bersuara.
" Terima kasih Pak Kenzo, karena sudah membantu kami, tapi kenapa Pak Kenzo mengikuti saya sampai ke sekolahan Pandu?"
" Aku tidak bisa menjawab dan menjelaskannya di sini, karena aku ingin bicara dengan kamu empat mata tanpa ada Pandu, setelah ini kita akan mengantar Pandu pulang ke rumah lalu aku akan bicara padamu ada yang ingin aku katakan denganmu."
__ADS_1
Puja hanya menganggukkan kepalanya, karena dia tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh bosnya tersebut, menambah tanda tanya di dalam kepalanya itu."
Dia pun menikmati pesanan yang sudah dipesan oleh Kenzo untuknya, beberapa saat mereka menikmati pesanan itu akhirnya selesai, setelah membayar pesanan tersebut Mereka kemudian melangkah kembali menuju ke arah mobilnya Kenzo, perlahan-lahan mobil itu pun meninggalkan depan kedai menuju ke arah rumah Puja, lagi-lagi di dalam mobil tidak ada suara sama sekali hanya terdengar suara Pandu sesekali membaca tulisan yang dia lihat di luar mobil tersebut.
Sesampainya di rumah pun Pandu keluar dari mobil tersebut kemudian menuju ke arah rumahnya di mana sang ayah dan kakaknya berada, setelah Puja berbicara sesaat pada ayahnya itu kemudian Puja pun keluar lagi dari rumah bersama dengan Kenzo, Dia kemudian memasuki mobil Kenzo dan berlalu dari depan rumahnya itu, Kenzo melajukan kendaraan pribadinya itu membawanya ke kantor pribadinya sekalian dia ingin menjenguk kantornya itu yang sudah lama dia tinggalkan dan dipercayakan dengan asisten pribadinya itu.
Sesampainya di kantor Kenzo dia memarkirkan mobilnya Dia melangkah menuju ke arah ruangannya karena ruangan Kenzo tidak pernah dijamah oleh orang lain selain Kenzo sendiri. Walaupun tidak ada dirinya ruangan itu tidak pernah diinjak siapapun.
" Silakan duduk Puja, aku memilih tempat ini agar kita bisa tenang berbicara."
__ADS_1
" Ini tempat siapa ?" pikirnya sembari menyapu seluruh ruangan itu dengan tatapan matanya
Kenzo duduk di samping Puja, Puja sedikit menggeser duduknya karena dia tidak ingin menjadi bahan pembicaraan orang-orang yang ada di luar tersebut.
" Maafkan aku sebelumnya Puja..."
Puja menoleh ke arah Kenzo sesaat, kemudian dia pun berbicara.
" Maaf soal apa Pak, perasaan Bapak tidak ada salah dengan saya."
__ADS_1
Kenzo mengelak nafasnya dengan panjang kemudian dia membenarkan posisi duduknya lalu dia menopangkan kedua tangannya ditahannya sembari menutup sebagian hidung dan mulutnya dengan telapak tangannya sesaat mereka terdiam tidak ada suara sama sekali membuat Puja merasa heran dengan sikap Pak Bosnya itu dari mana aku harus berbicara agar Puja tidak marah denganku Ya Tuhan beri aku petunjukmu Sekarang aku ingin mengakui kesalahanku itu padanya dan sama-sama merawat Pandu demamnya di dalam hati dia pun mengalah lagi nafasnya dengan panjang dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa ruangannya itu masih membuat rasa penasaran dan rasa heran kepada puja.