
Bagian 22 🌹
Mobil yang dikendarai Kenji melaju dengan kecepatan sedang, dia tersenyum-senyum didalam mobil tersebut karena sebentar lagi akan bertemu dengan sahabat sewaktu kecilnya, mereka berdua sudah lama tidak bertemu, saat mobil Kenji berhenti dilampu merah dari arah berlawanan mobil yang dikendalikan Lalita melihat mobilnya Kenji diapun menatap mobil tersebut sembari berbicara sendiri.
" Mau kemana dia, itukan bukan menuju kearah kantornya, kenapa dia menuju kearah yang berbeda, aku merasa curiga, aku akan ikuti mobilnya, mau kemana dia." ujarnya sembari memutar arah tujuan mobilnya setelah melihat mobil Kenji yang dirasanya tidak menuju kearah kantornya.
Dengan kecepatan sedang diapun mengikuti mobil Kenji.
Di kantor pribadi Kenzo dia melangkah menuju kearah ruang kerjanya, disaat dia mendapatkan laporan dari orang kepercayaannya itupun dia langsung memanggil salah satu bawahannya itu dan orang kepercayaannya tersebut.
Beberapa saat kemudian kedua orang yang ditunggunya pun sudah datang mereka berdua mengetuk pintu ruangan Pak Bosnya itu dari arah dalam Kenzo menyuruh kedua orang tersebut untuk segera masuk mereka berdua menganggukkan kepalanya.
Kenzo pun menghentikan pekerjaannya sesaat karena saat dia menunggu kedua orang tersebut dia membuka layar laptopnya memeriksa email yang masuk dari laptopnya tersebut.
Dia menatap ke arah Ihsan yang sedang menundukkan kepalanya karena dia tidak bisa menatap kearah sang Bos karena kesalahannya yang sudah ketahuan sama Pak Bosnya itu.
Kenzo kemudian berdiri dari duduknya dan melangkah menuju ke arah sofa dan orang kepercayaan Kenzo yang bernama Anwar itu pun mengikuti langkah Pak bosnya sembari berbicara menjelaskan semuanya pada Pak Bosnya.
" Silakan duduk, sebelum kita berbicara lebih lanjut lagi." ucap Kenzo sembari menyuruh kedua orang tersebut duduk, Ihsan dan Anwar pun duduk.
Kenzo menghela nafasnya dengan panjang.
__ADS_1
" Apa kesalahan perusahaan ini dengan kamu Ihsan, sehingga kamu membuat klien yang ingin menanamkan sahamnya di sini mengurungkan niat mereka dan penjualan pada konsumen dibatalkan dengan alasan konsumen membatalkan sepihak pesanannya."
" Maafkan saya pak."
" Aku tidak butuh kata maaf kamu, tapi Aku butuhnya penjelasan dari kamu, kamu membuat perusahaan ini mengalami kerugian yang besar, Kamu bisa berpikir tidak, kamu berada di perusahaan ini bukan di perusahaan lain, Kenapa kamu ingin merosotkan perusahaanku yang baru saja aku bangun ini, perusahaan ini tidak besar Ihsan, perusahaan ini masih menitik karirnya, Masih banyak orang yang ada di dalam sini menopangkan hidupnya di perusahaan ini, kenapa kamu berbuat seperti itu, ada salah apa Aku padamu, semua gaji dan bonus aku berikan pada kamu, kenapa kamu bisa berbuat seperti itu!!"
" Sekali lagi maafkan saya Pak, Karena ini saya lakukan dengan Keinginan saya sendiri."
" Tidak mungkin dengan keinginan kamu sendiri, pasti ada orang lain di balik terjadinya kegagalan dalam perusahaan ini dan perusahaan lain untuk menanam saham di perusahaanku ini, katakan siapa orang yang menyuruh kamu itu."
Hening! di ruangan tersebut tidak ada suara sama sekali, Ihsan tidak bicara sama sekali saat ditanya oleh Kenzo, dia tidak bisa menjawabnya kemudian Anwar pun mendekati Ihsan.
" Ihsan, lebih baik kamu jujur saja siapa yang menyuruh kamu, beritahu pada Pak Kenzo daripada kamu menyembunyikannya." ucap Anwar sembari menatap ke arah Ihsan.
" Pasti dia yang sudah mempengaruhi Ihsan." gumamnya dalam hati.
" Baiklah, kalau kamu tidak mau mengakui dan tidak mau menceritakan semuanya, Aku akan memberi kamu waktu satu minggu, Kalau kamu tidak juga memberitahu siapa dalang dibalik ini semua, sampai kamu berbuat seperti itu pada perusahaanku ini, aku tidak menyangka kamu berbuat seperti itu, aku akan menyerahkan masalah ini pada pihak penanam saham di perusahaanku." ucapnya sembari berdiri dan melangkah menuju ke arah meja kerjanya, dia pun kemudian mematikan layar laptopnya lalu mengambil kontak mobilnya Dia melangkah hendak meninggalkan kedua orang tersebut kemudian dia berhenti sesaat sembari bersuara ke arah Anwar.
" Anwar sementara waktu dia tidak usah bekerja dulu di perusahaanku ini, rumahkan aja dulu dia sebelum dia mengakui siapa sebenarnya orang yang sudah menyuruhnya, semuanya kuserahkan padamu, Aku akan kembali ke Texs Group." ucapnya sembari melangkah menuju ke arah pintu ruangannya itu, dianggukan oleh Anwar sembari menatap ke arah Ihsan.
" Kamu sudah dengar sendiri kan Ihsan apa yang dikatakan oleh Pak Kenzo, sementara waktu kamu harus di rumahkan, karena kamu tidak mengatakan kejujuran yang sesungguhnya, yang aku herankan kenapa kamu mau disuruh dan melakukan perbuatan seperti itu, apa kamu tidak sadar selama ini pak Kenzo sudah sangat baik padamu.
__ADS_1
" Maafkan aku Anwar, bukan maksudku seperti itu, Aku juga takut untuk mengatakan siapa sebenarnya yang menyuruh aku, karena ada sesuatu yang membuat aku harus melakukan ini semua, sebenarnya berat bagiku tapi aku terpaksa."
" Maksud kamu..."
" Aku akan menceritakan semuanya nanti padamu dan kamu akan menceritakannya kembali kepada Pak Kenzo, tapi aku tidak mampu untuk menceritakannya pada pak Kenzo secara langsung, karena dia sudah terlalu baik padaku, aku terlalu jahat padanya, sehingga aku berbuat seperti itu, Maafkan aku, aku akan pulang ke rumah dan aku akan membuat pengakuanku nantinya di rumah, setelah itu aku akan mengirimkannya kepadamu, siapa dibalik ini semua, tapi saat ini aku mohon padamu jangan kamu katakan kepada siapapun kalau aku yang berbuat jahat di kantor ini, karena aku takut sebelum Aku mengatakan kejujuran itu semuanya akan berantakan, ini berhubungan dengan keluargaku, Aku harus menyelesaikannya dulu dengan keluargaku, baru aku bisa mengakui kesalahanku dan mengatakan siapa dalang di balik ini semua." ucapnya sembari menatap ke arah Anwar.
Anwar pun menganggukkan kepalanya kemudian mereka berdua pun melangkah keluar dari ruangan Kenzo, Anwar kemudian mengantarkan Ihsan pulang ke rumahnya.
Mobil Kenzo yang melaju di jalan beraspal itu pun tidak berapa lama mobil itu memasuki halaman parkir Texs group, Dia kemudian memarkirkan mobilnya dan turun dari mobilnya tersebut menuju ke arah lobi, dia menuju ke ruangannya, saat dia melintasi tengah ruangan kantor tersebut, dia menengok ke arah meja Puja, terlihat tas yang sering dipakai Puja tergeletak di atas meja, dia pun tersenyum sembari bergumam di dalam hatinya.
" Ternyata dia sudah masuk kantor, aku akan memanggilnya ke dalam ruanganku dan ingin menanyakan sesuatu hal dengannya tentang kejadian kemarin, aku harus tahu kenapa tiba-tiba dia berubah saat itu." ucapnya sembari melangkah ke ruangannya saat dia hendak masuk ke dalam ruangannya, terdengar suara memanggilnya.
" Pak Kenzo! bisa bicara sebentar?" tanya Lintang yang melangkah tersenyum mendekati Kenzo.
Kenzo pun kemudian menghentikan tangannya untuk membuka pintu ruangannya tersebut, dia kembali menutup ruangannya itu dia kemudian mensedekapkan tangannya sembari menatap ke arah Lintang.
" Pak Kenzo, bisakah saya bicara dengan Bapak secara pribadi."
" Memangnya apa yang ingin kamu bicarakan secara pribadi, Kamu bicara aja di sini karena saya tidak punya banyak waktu."
Lintang menengok kiri dan kanan kemudian dia menatap ke arah Kenzo.
__ADS_1
" Bukan di sini pak, bisakah kita bicara di dalam ruangan bapak?"
Kenzo menatap lekat ke arah Lintang...