Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia

Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia
Bagian 08


__ADS_3

Bagian 08 🌹


" Sekarang kita kedatangan seorang pengusaha muda yang merintis dari nol sampai saat ini, perusahaan yang dibangunnya tersebut sudah mencapai banyak kemajuan." ucap salah satu reporter stasiun televisi swasta yang menyiarkan tentang profil Kenzo Pradiva seorang pengusaha muda yang berkecimpung di dunia bisnis bidang elektronik tersebut dia berada di stasiun televisi milik sang adik.


Terlihat Bapak Fatih Broto Pradiva menonton televisi yang sudah menyiarkan provil anak keduanya tersebut, Dia terlihat tersenyum dengan bangganya karena Kenzo sudah berhasil dengan usahanya sendiri dia merasa Kenzo sudah membuktikan padanya kalau dia mampu tanpa perusahaan darinya.


Bapak Fatih sangat mendukung semua keinginan anak-anaknya selagi mereka mampu dan berusaha dia tidak akan pernah melarang keinginan anak-anaknya tersebut.


Terdengar ucapan Kenzo dari layar televisi tersebut, menambah rasa bangga pada sang Anak.


" Saya akan melebarkan bisnis saya ini dan saya tidak akan dipengaruhi oleh bayang-bayang Ayah saya, karena saya tidak ingin saya dikenal sebagai anak dari Fatih Broto Pradiva seorang pengusaha terkenal dan saya dipandang hanya memanfaatkan orang tua saya saja, semua itu salah, saya membangun usaha Saya sendiri dari nol dengan dukungan kedua orang tua saya, karena dukungan mereka sangat saya harapkan." ucapnya mendengar ucapan Kenzo tersebut Pak Fatih tersenyum lebar kemudian dia pun dikejutkan oleh suara istrinya yang duduk di sampingnya.


" Ternyata anak kita yang dulunya suka membuat ulah itu akhirnya sekarang sudah memiliki usaha sendiri."


" Benar apa kata kamu aku bangga dengannya."


Ibu Kurnia hanya menganggukkan kepalanya sembari menghela nafasnya dengan panjang.


" Semoga saja usaha dia ini berjalan dengan lancar, kalau seandainya usahanya mengalami kebangkrutan ataupun mengalami gulung tikar dia harus segera menerima perusahaan yang memang sudah menjadi haknya." Ucap pak Fatih.


Ibu Kurnia hanya menganggukkan kepalanya kemudian Kenji datang dari arah dalam menuju ke arah mereka berdua, Kenji duduk di hadapan kedua orang tuanya itu.


" Ada apa Kenji?" tanya sang papa.


" Perusahaan yang di bidang tekstil mengalami kemerosotan dalam omset kerjanya."

__ADS_1


" Apa? Kenapa ini baru saja dilaporkan, seharusnya direktur utamanya sudah melaporkan semuanya, tapi setiap laporannya semuanya berjalan lancar aja, tidak mungkin kalau mengalami kemerosotan."


" Karena laporan yang diberikan pada papah adalah laporan palsu, direktur utamanya sudah kabur membawa uang perusahaan."


" Apa?!"


" Iya Pah..."


Pak Fatih hanya menghela nafasnya dengan panjang, dia menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.


" Kenji tidak bisa menangani perusahaan itu, Karena perusahaan yang lain sudah dalam penanganan Kenji, Kenji tidak mampu untuk melanjutkan menangani perusahaan di bidang tekstil tersebut, lebih baik papa harus bicara dengan Kenzo, agar dia bisa menangani perusahaan itu, biar bagaimanapun itu adalah perusahaan milik keluarga, lebih penting milik keluarga yang harus dipertahankan terlebih dahulu daripada usaha sendiri." Ucapnya sembari mengambil minuman yang ada di meja tersebut dan meminum teh manis yang sudah dibuatkan oleh asisten rumah tangga keluarga mereka itu.


" Nanti papa yang akan bicara dengan Kenzo, tapi bagaimana dengan direkturnya, Apakah kamu sudah melaporkannya ke pihak yang berwajib."


" Maksud kamu..."


" Bagian produksi beberapa sebagian sudah di rumahkan pah, sedangkan bagian kantor masih beroperasi."


" Kalau di rumahkan sebagian, Bagaimana ingin memproduksi pesanan-pesanan serta kerjasama yang sudah dilakukan dengan perusahaan lain."


" Kenji sudah membagi tugas untuk mereka, untuk sementara waktu perusahaan itu tidak ada pimpinannya, Kenji titipkan untuk menghandle semua tentang urusan perusahaan pada Raffi karena terlihat Raffi memang menguasai beberapa bidang yang ada di dalam perusahaan tersebut, dia mampu untuk menghandlenya, lagi pula dia setuju diminta tolong sama Kenji Pah."


" Baguslah, kalau masih ada Raffi, setidaknya perusahaan itu tidak kosong walaupun harus sebagian karyawan di rumah kan sementara waktu, tapi kalau sudah normal kembali kamu harus memanggil mereka lagi, karena sulit bagi kita untuk mengajari karyawan baru, belum tentu karyawan baru itu cepat tanggap dalam melaksanakan pekerjaan mereka."


" Iya Pah, itu memang sudah Kenji pikirkan, Tapi tolong papa bicara dengan Kenzo."

__ADS_1


" Kenapa tidak Kamu sendiri yang langsung bicara dengan adikmu, adikmu itu orangnya sangat terbuka sipatnya, dan adikmu itu enak diajak bicara, dia pasti akan memahami keinginan kamu yang ingin meminta tolong padanya untuk menjalankan perusahaan tersebut, papa yakin Kenzo mampu menjalankan 2 perusahaan sekaligus sama seperti kamu."


" Kelihatannya Kenzo sudah membenci Kenji Pah, saat kejadian itu."


Terdengar helaan nafas kedua orang tuanya, mereka berdua menatap ke arah sang anak.


" Kenji,Itu adalah perasaan kamu saja, karena kamu terlalu keseringan sibuk dalam pekerjaan kamu, kamu harus memberikan ruang untuk para adikmu berbicara denganmu." Ucap sang Mamah.


Kenji menghela nafasnya dengan berat dia menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa ruang tengah tersebut, Kenji dan Kenzo memang tidak terlalu akrab dan bertegur sapa pun mereka berdua hanya sesekali saja, sejak kejadian dimalam itu, membuat Kenzo terlihat bersikap biasa saja pada sang kakak, ditambah lagi mantan kekasih nya itu akan menikah dengan sang kakak.


Ibu Kurnia hanya menatap ke arah anak sulungnya itu, dia pun kemudian berdiri dan mendekati anaknya yang duduk sendiri tersebut, dia mengusap pundak anaknya itu sembari berkata.


" Kamu kenapa, tidak usah kamu pikirkan tentang kejadian di malam itu, Kenzo dan Lolita sudah lama putus, kamu tidak usah memiliki pikiran seperti itu, toh Lolita juga menerima kamu apa adanya dan pernikahan kalian juga sebentar lagi mau digelar, Kamu tidak usah mempunyai prasangka buruk pada adikmu." ucap Bu Kurnia, Kenji menoleh sesaat pada sang mama sembari menghela nafasnya dengan panjang.


" Kenji tahu mah, Tapi sejak kejadian itu Kenzo sepertinya menjaga jarak pada Kenji, dia lebih dekat dengan Laila."


" Kamu tidak usah mempunyai pikiran seperti itu, Kamu tahu kan sikap dan sifatnya adikmu itu, mereka tidak menghindari kamu, karena masalah kejadian di malam itu, tapi karena kamu sendiri yang sering menjaga jarak pada kedua saudaramu, kamu terlalu sibuk."


" benar kata mamah mu, kamu harus meluangkan waktu untuk bisa bersama dengan kedua saudaramu tersebut." ucap pak Fatih sembari tersenyum, ibu Kurnia lagi-lagi mengusap pundak anaknya tersebut, Kenji hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


Kenji kemudian mengambil air minumnya tersebut dan meneguk kembali minumannya itu, setelah itu dia pun berdiri dari duduknya dan berpamitan pada kedua orang tuanya untuk pergi ke kantor, Pak Fatih dan Ibu Kurnia hanya menganggukkan kepalanya saja sembari tersenyum, mereka berdua pun hanya menatap kepergian anak sulungnya tersebut yang sudah menghilang dari tatapan mata mereka.


" Memang mama pernah bertanya dengan Kenzo, Kenapa dia bersikap dingin terhadap kakaknya itu, setelah kejadian malam itu."


" Mama sudah pernah menanyakannya, tapi dia tidak mempermasalahkan kejadian di saat malam itu, lagi pula dia dan Lolita juga sudah tidak ada hubungan, kita masih kenal baik dengan keluarga Lolita dan keluarga Lolita pun menyambut itikad baik kita untuk menikahkan Kenji dan dirinya itu sejak kejadian malam itu,itu hanyalah perasaan Kenji saja pah kalau Kenzo bersikap marah padanya." ucap Bu Kurnia sembari tersenyum, dianggukan oleh Pak Fatih sembari mereka berdua menatap kembali ke layar televisi yang ada di depannya itu.

__ADS_1


__ADS_2