Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia

Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia
Bagian 14


__ADS_3

Bagian 14 🌹


Keesokan paginya Kenzo bersiap-siap ingin pergi menuju ke perusahaan Texs group tepatnya ke kantor utamanya, kantor Texs group adalah badan utama dari perusahaan tersebut, namun sebelum dia pergi mereka sarapan pagi bersama, ibu Kurnia sangat senang sekali melihat kebersamaan mereka kembali seperti semula, canda dan tawa pun serta cerita terlontar dari mereka di sela-sela mereka sarapan pagi tersebut.


" Kenzo pagi ini adalah hari pertama kamu ke kantor ya?" Tanya Kenji.


" Iya Kak, aku harus menjadi yang bermanfaat di perusahaan aku sendiri, baik di perusahaan pribadiku atau pun perusahaan yang sudah dipercayakan papah padaku, terima kasih ya kak selama ini kakak yang menjalankan perusahaan itu, seharusnya aku yang bertanggung jawab semuanya, Kakak bisa menjalankan dua perusahaan sekaligus, aku juga akan mengikuti jejak Kakak, menjalankan dua perusahaan sekaligus, aku akan menyelesaikan semua masalah di dalam perusahaan itu, walaupun perusahaan itu dikatakan hampir bangkrut, mudah-mudahan di tanganku perusahaan itu akan meningkat kembali seperti sedia kala." ucapnya sembari menyuap makan paginya tersebut, Kenji tersenyum dia menganggukkan kepalanya kemudian Dia menepuk pundak sang adik dengan pelan.


" Kakak percaya kamu pasti bisa karena diantara kami berdua kamulah yang paling hebat." ucap Kenji, di saat mereka sarapan pagi itu pun dia dikejutkan dengan suara Lalita.


" Wah...kebetulan sekali ini, aku datang ke sini disambut dengan sarapan pagi, Boleh dong aku ikut gabung." ucapnya, mereka semua menatap ke arah Lalita, Kenji kemudian menatap ke arah Kenzo, tidak ada rasa sungkan di wajah Kenzo, dia pun kemudian mempersilahkan duduk di sebelah sang kakak, Dia kemudian beralih di samping adik perempuannya itu, Kenji menatap ke arah Kenzo, Kenji tidak menampakkan rasa cinta pada Lalita, dia pun santai cuek yang hanya diperlihatkannya, Lalita menatap ke arah Kenzo.


" Kenapa Kenzo tidak menatap ke arahku sama sekali ?" gumamnya dalam hati, Kenzo dengan lahapnya menyantap sarapannya itu, seperti orang tergesa-gesa, dia pun kemudian selesai dengan santapan paginya itu sembari dia bersuara.


" Mama, papa, aku berangkat dulu, Selamat bersenang-senang ya kak, hai Lalita, Aku pergi dulu ya semua." Ujarnya.


" Kak Kenzo tunggu!" ucap Laila


" Kamu masih mau ikut aku ya?"


" Iyalah, aku males bawa kendaraan sendiri, enaknya disupirin sama kakak hehehe..."


" Ya udah, Ayo sekarang kita segera berangkat." Ajak Kenzo.


Kemudian mereka pun menyalami kedua orang tuanya setelah berpamitan mereka langsung melangkah berdua menuju ke arah mobil Kenzo, Kenji yang menatap kepergian adiknya itu pun tersenyum sembari bergumam di dalam hatinya.


" Memang benar apa yang dikatakannya dia tidak menghianati dengan kata-katanya serta ucapannya kemarin, dia memang benar-benar sudah melepaskan Lalita dari hatinya."


" Sayang boleh nggak kamu ngantar Aku nanti ke tempat temanku?" ucap Lalita sembari menyuap makanannya.


" Boleh." Sahut Kenji tersenyum.


" Oh ya, kapan kalian mengurus pernikahan kalian?" tanya Bu Kurnia.

__ADS_1


" Tiga hari lagi mah, karena beberapa hari ini mungkin pekerjaanku agak sedikit sibuk, sudah plong rasanya pikiranku setelah Kenzo mau menangani perusahaan Texs grup."


" Baiklah kalau seperti itu."


" Bagaimana kamu sayang, apakah kamu sudah siap menjadi Nyonya Kenji Pradiva?"


" Iya, aku sudah siap..." Ucapnya mengukir senyum diwajahnya sembari bergumam dalam hatinya.


" Bagus! Dengan cara ini aku akan lebih cepat mendapatkannya." Gumamnya sembari menatap kearah Kenji yang berbicara dengan kedua orang tuanya itu.


" Tidak dapat Adik, kakak pun jadi, walaupun aku tidak mencintainya." Gumamnya lagi dalam hati.


Kenji menoleh kearah Lalita.


" Ada apa sayang?"


" Oh...Nggak apa-apa kok...." Ucapnya kemudian melahap kembali sarapannya itu.


Mereka kembali melanjutkan makan paginya itu, terlihat bahagia diwajah bu Kurnia dan pak Fatih melihat kebahagian diwajah sang Anak sulungnya itu.


Di dalam mobil Kenzo tidak bersuara sama sekali dia larut dalam pikirannya kemudian Laila pun menegurnya.


" Kak Kenzo, boleh aku bertanya dengan kakak satu hal?"


" Hem...Mau bertanya apa?" ucapnya menoleh sesaat kearah sang adik.


" Kakak memang benar-benar tidak ada rasa lagi sama kak Lita ?" Kenji langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


" Memangnya kenapa kamu bisa bertanya seperti itu?"


" Ya, tidak ada apa-apa sih, aku juga bingung kenapa kita bisa sarapan pagi bersama seperti itu, biasanya Kak Kenji tidak pernah sarapan kalau di meja makan ada kakak."


Kenzo menghela nafasnya dengan dalam.

__ADS_1


" Kemarin sudah bertemu dan menjelaskan semuanya pada Kak Kenji, aku harus menepati janjiku dan ucapanku aku tidak akan mengingkari ucapan dan kata-kataku pada Kak Kenji."


" Tapi sebenarnya kakak masih mengharapkan Kak Lalita kan?"


Kenzo terdiam, dia kemudian menoleh sesaat pada sang adik.


" Iya kan Kak?" ulang Laila pada sang kakak.


Kenzo pun tertawa lepas.


" Itu adalah masa lalu Dek, Tapi benar di dalam lubuk hatiku yang paling dalam tidak ada lagi rasa cinta tersemat, sejak Dia meminta aku untuk berpisah dan harus melepaskannya, saat itu pun Aku sudah membuang cintanya jauh-jauh, aku hanya menghargai Kak Kenji aja dengan menegurnya, sebenarnya aku tidak ingin lagi melihatnya, mungkin saat nanti kak Kenji menikah dan tinggal di rumah itu, aku akan tinggal di Apartemen pribadiku, saat ini mereka belum menikah aku masih tinggal di tempat Mama, tapi nantinya aku akan pindah ke Apartemen pribadiku sendiri karena aku tidak ingin menimbulkan prasangka yang bukan-bukan nantinya antara Kak Kenji dan Lalita." ucapnya pada sang adik, Laila pun hanya menganggukkan kepalanya.


" Masalahnya apa saat kakak dan kak Lita berpisah? Kan hubungan kalian baik-baik aja saat itu." Tanya Laila dia sengaja bertanya pada kakaknya itu, walauoun sebenarnya dia tahu penyebabnya kenapa Lalita memutuskan hubungannya pada sang kakak.


" Saat dia meminta berpisah aku dan dia tidak ada masalah,Aku tidak tahu salah aku dimana, tapi aku berpikiran mungkin karena kami berjauhan membuat dia merasa bosan." Terangnya.


" Hem...Bukan itu kak masalahnya..."


Kenzo langsung saja menatap kearah sang Adik.


" Maksud kamu?" Ucap Kenzo terkejut mendengar ucapan Laila tersebut.


" Apa penyebabnya?"


" Bukan masalah LDR kak, tapi mungkin ada masalah yang lain, misalkan saja kakak kurang perhatian gitu atau ada masalah lainnya." Ucapnya sembari tersenyum sembari bergumam dihatinya.


" Hampir saja aku mengatakan semuanya, saat ini kakak jangan tahu dulu, karena aku tidak sanggup untuk mengatakannya."


Kenzo hanya menghela nafasnya kembali dengan panjang.


Saat dia mengendalikan mobilnya hendak berbelok ke arah jalur di mana tempat kantor pribadi Laila mobil yang dikendarainya hampir saja menabrak sebuah roda dua yang dikendarai oleh dua orang wanita, beruntung Kenzo sadar dan langsung mendadak menghentkkan laju kendaraannya tersebut dan kedua wanita itu terselamatkan dan mereka juga tidak terjatuh, mereka berdua hanya menatap ke arah mobil tersebut dan meminta maaf melalui isyarat dari luar dan kemudian mereka berdua pun langsung berlalu dari hadapan mobil tersebut.


Laila terkejut melihat wajah wanita tersebut sembari berucap.

__ADS_1


" Wanita itu ?" ucapnya sontak membuat Kenzo terkejut, dia menatap sang adik dengan lekat.


__ADS_2