
Bagian 20๐น
" Aku juga bingung Kak, setelah mendengar cerita kamu itu dengan panjang..."
Mereka terdiam dan kemudian bercerita satu sama lainnya, Laila tidak bisa mengambil inti dari cerita sang kakak, karena dia tidak tahu juga penyebab kenapa Puja bisa terlihat pucat seperti itu.
Waktu makan Siang pun sudah habis, Kenzo pun kembali berpamitan pada adiknya untuk kembali ke kantor Texs grup, namun sebelum dia sampai ke kantor Texs grup, dia menyempatkan dirinya menuju ke arah kantor pribadinya untuk melihat situasi kantor pribadinya tersebut.
Kemudian dia pun kembali ke kantor texs Group.
Icha yang melihat kedatangan Bosnya itu hanya sendiri tidak melihat kedatangan sahabatnya, dia merasa heran kemudian dia bergumam sendiri di dalam hatinya.
" Kenapa pak Kenzo pulangnya sendiri, padahal dia kan tadi bersama dengan Puja, kemana Puja? bukankah ini sudah jam kedua kantor, tidak mungkin Puja tidak menghubungiku, kalau seandainya dia berada di rumah produksi." ucapnya merasa heran kemudian dia mengambil ponselnya dan menghubungi Puja, namun nomor Puja tidak bisa dihubungi.
" Nomor Puja tidak aktif, apa yang terjadi dengan Puja? jangan-jangan Pak Kenzo...Ach!! Tidak mungkin pak Kenzo seperti itu, tapi aku takut terjadi apa-apa dengan Puja, nanti setelah pulang kantor Aku akan pergi ke rumahnya, siapa tahu dia sudah pulang ke rumah atau Dia meminta izin pada Pak Kenzo untuk jam kedua ini tidak masuk kantor karena anaknya kan saat ini sedang sakit." ucap Icha kemudian dia pun melanjutkan pekerjaannya kembali.
Puja yang ada di rumahnya itu pun duduk di bibir ranjangnya, sembari menatap ke arah jendela kamarnya yang terpampang luas sungai bersih yang ada di kotanya tersebut, angin sungai pun menerpa wajahnya, rambutnya yang panjang lurus itu pun meliuk-liuk terkena angin, dia menyadarkan kepalanya di dekat jendela, karena jendela itu berdekatan sekali dengan tempat tidurnya.
" Ya Tuhan aku jadi bingung, kenapa pak Kenzo memiliki tato kepala harimau juga di tangannya dan kunci mobilnya juga memiliki gantungan berbentuk harimau, terus laki-laki yang aku temui pertama kali itu juga sama, siapa dia? apakah mereka berdua ada hubungannya? tapi kenapa sama-sama memiliki tato kepala harimau ? Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan setelah sekian tahun kejadian itu berlalu aku hadapi seorang diri, Kenapa ini hadir kembali, aku ingin bahagia bersama dengan anakku, kenapa kejadian di masa laluku kembali mencuat di hadapanku saat ini." ucapnya kemudian dia menatap kearah sang anak yang masih tertidur karena anaknya sedang beristirahat setelah meminum obat yang diberikan dari rumah sakit.
Dia kemudian mendekati anaknya itu dia membelai kepala Pandu dengan penuh kasih dan sayang sembari berucap pelan.
" Maafkan Mama Nak, karena mama selama ini menutupi tentang siapa ayah kandung kamu, mama jadi bingung karena tidak ada petunjuk selain tato kepala harimau dan gantungan kunci mobil itu, Mamah belum bisa mewujudkan impian kamu agar kamu bisa bertemu dengan ayah kandungmu." Ucapnya sembari meneteskan air matanya.
Karena air mata Puja menetes di pipi Pandu sontak saja membuat Pandu membuka matanya dia melihat sang mama yang sedang menangis dia pun langsung menegurnya.
" Mama kenapa? kenapa Mama menangis? Pandu akan sembuh, ini karena Pandu kecapean aja di sekolah, jadi pandu demam." ucapnya sembari mengusap air mata mamanya dengan tangan mungilnya itu.
" Mama tidak apa-apa kok Nak, Mama tidak menangis, tapi mama kemasukan binatang kecil banget di mata Mama, jadi terasa sakit banget dan mengeluarkan air mata." ucapnya berbohong pada sang anak, Pandu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Sekarang Pandu istirahat lagi ya, Maafkan Mama yang sudah membangunkan Pandu."
" Tidak apa-apa mah." Ucapnya kemudian dia memejamkan matanya kembali sembari memeluk sang Mama kesayangannya tersebut, Puja pun kemudian merebahkan tubuhnya di samping anaknya itu, tidak terasa matanya pun tertutup dan dia pun berlarut dalam dunia mimpinya.
๐น๐น๐น๐น๐น
Dia merasa ada yang menepuk pundaknya dan memanggil namanya dia membuka matanya terlihat Icha sahabatnya duduk di samping pembaringannya dia mengusap kedua bola matanya menguasai dirinya karena dia baru saja tertidur di samping anaknya.
" Icha... sudah lama kamu ada di sini.?"
" Baru saja."
" Kenapa kamu tahu aku ada di sini? Apakah Pak Kenzo memberitahu kalau aku tidak masuk kerja jam kedua."
Icha menggelengkan kepalanya.
" Aku tidak bertanya dengan Pak Kenzo, tapi aku merasa khawatir saja denganmu, karena ponselmu tidak bisa dihubungi."
Puja menghela nafasnya dengan panjang.
" Ada apa Puja, Kenapa kamu tidak masuk kantor.?"
" Tidak apa-apa, aku merasa kurang enak badan saja."
" Tidak mungkin Puja, pasti ada yang disembunyikan dariku."
" Tidak ada Icha."
" Katakanlah Puja, kamu tidak pernah bohong padaku, karena aku tahu kamu pasti ada sesuatu, tidak pernah kamu sembunyikan dariku, jujurlah padaku ada apa? Jangan sampai aku berpikiran yang enggak-enggak tentang pak Kenzo, karena perginya kamu baik-baik saja, tapi setelah jalan sama Pak Kenzo kamu malah keburu pulang, dan tidak masuk kantor lagi, wajar dong aku jadi khawatir denganmu."
__ADS_1
Dia menarik nafasnya dengan dalam sembari tersenyum dengan sang sahabat.
" Aku pernah cerita padamu kan tentang siapa ayah kandungnya Pandu, petunjuk yang aku lihat di kala kejadian itu hanya gantungan kunci mobil dan tato kepala harimau di tangan laki-laki itu."
" Terus, jangan bilang kalau pak Kenzo juga memilikinya?"
Puja menganggukkan kepalanya.
" Apa kamu tidak salah?"
Lagi lagi Puja menggelengkan kepalanya.
" Aku jelas melihatnya di saat dia mengajak aku makan di resto itu."
" Terus kalau kamu melihat tanda itu ada di pak Kenzo, terus laki-laki yang pernah kamu lihat itu siapa?"
" Aku juga tidak tahu, itulah yang membuat aku bingung."
" Atau kebetulan saja pak Kenzo memiliki ciri-ciri seperti itu, atau jangan-jangan laki-laki yang kamu temuin itu kebetulan juga memiliki tato seperti itu, kamu kan cuma melihat tato di tangannya tapi kamu tidak melihat gantungan kunci mobilnya kan?" Ucap Icha.
Puja menganggukan kepadanya.
" Jangan-jangan Ayah dari Pandu pak Kenzo?"
Puja terkejut dengan ucapan Icha.
" Aku belum bisa memastikannya Icha, aku juga tidak tahu ada hubungan apa Pak Kenzo dengan laki-laki yang pernah aku lihat waktu itu."
Icha menghela nafasnya dengan panjang.
__ADS_1
" Puja, begitu berat sekali beban yang kamu pikir ini, disaat kamu mendapatkan kehamilan kamu, sampai sekarang kamu berjuang untuk Pandu, kapan kamu bahagianya? kalau kamu terus dihantui dengan tato kepala harimau dan gantungan kunci itu, kamu bisa stress nantinya kalau memikirkannya, lebih baik kamu jalani aja apa adanya dulu, kalau memang Tuhan sudah memberikan yang terbaik untukmu dia pasti akan datang mencarimu aku yakin itu.'
" Aku tidak tahu sampai kapan aku menjalani ini yang aku inginkan bahagia, bahagia bersama Ayah, kakak dan anakku, kalau suatu saat dia datang padaku, aku mungkin akan mengatakan kepadanya, kalau Pandu adalah anaknya, Tapi harapanku itu rasanya tidak mungkin, karena ini sudah bertahun-tahun lamanya." ucapnya sembari menghela napas panjangnya, Icha menatap sahabatnya dengan tatapan sedihnya, karena melihat nasib sahabatnya itu sangat rumit.