
Bagian 18🌹
Karena semuanya terdiam begitu juga dengan Kenzo tidak ada suara sama sekali, Puja pun kemudian memberanikan dirinya untuk mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Kenzo yang ada di hadapannya tersebut.
Kenzo hanya tersenyum dia tidak berkata sepatah kata pun melainkan dia melangkah berbalik arah kembali menuju ke arah samping Rafi, Puja pun menghela nafasnya dengan panjang dia sesaat memejamkan matanya tidak ada sepatah kata pun yang diberikan oleh Kenzo untuk Puja, melainkan hanya senyuman yang Puja tidak tahu arti senyuman yang diberikan oleh Kenzo tersebut padanya.
" Baiklah secara keseluruhan perusahaan Texs grup ini akan kita benahi bersama-sama bukan untuk saya saja tapi untuk kalian semua agar kita bisa mengembalikan sebagian orang orang yang bekerja di sini untuk bisa kembali lagi bergabung bersama dengan kita."
" Terima kasih Pak, karena bapak sudah mau bergabung di perusahaan kita ini, Kenapa tidak dari dulu bapak bergabung di perusahaan ini, jika seandainya bapak terlebih dahulu memimpin perusahaan ini, Saya kira tidak ada kejadian seperti ini." ucap Puja membuat mereka semua menatap ke arah Puja, mendengar ucapan Puja Kenzo pun kemudian melangkah kembali mendekati Puja dia berdiri di hadapan Puja.
Puja kembali menundukkan kepalanya berharap Kenzo tidak mengenalinya, namun sayangnya sejak awal Kenzo menatap ke arahnya saat di ruangan rapat itu Kenzo sudah mengenali Siapa dirinya.
Kenzo menatap ke arah Puja yang masih menundukkan kepalanya sembari bersuara.
" Kenapa kamu menundukkan kepala kamu setelah kamu berucap seperti itu, Kamu harus berucap dihadapan saya tidak di saat saya jauh dari kamu."
__ADS_1
" Bukan maksud saya seperti itu Pak, maksud saya jika seandainya Bapak dari awal sudah memimpin perusahaan ini mungkin kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi dalam garis besarnya rekan-rekan kerja saya yang lainnya baik di kantor ini ataupun di tempat produksi tidak akan di rumahkan seperti sekarang ini, Saya yakin bapak pasti mementingkan kesejahteraan para karyawan perusahaan Texs group, Maafkan saya pak jika saya salah kata." ucapnya masih tetap menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap ke arah Kenzo.
" Tapi seharusnya kalau kamu mau berbicara dengan saya dan memberikan sesuatu kritikan kamu tidak perlu untuk menundukkan kepala kamu, tanduk rusa!" ucapnya diakhir bicaranya Kenzo sudah bisa memperkirakan perkataannya itu tidak terdengar oleh orang yang ada di ruangan itu, sontak saja membuat Puja mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Kenzo, mereka berdua pun saling tatap beberapa saat, mendengar ucapan dari Kenzo Puja tidak bisa berbicara lagi dia hanya membelalakkan matanya menatap ke arah Kenzo, sedangkan Kenzo hanya bisa melirik ke arahnya sembari memberikan senyumannya kemudian kembali ke arah di mana dia berdiri semula.
" Ya Tuhan ternyata dia mengenaliku, matilah aku, bagaimana aku akan memulai pekerjaan dengan tukang ojek itu." ucapnya.
" Baiklah sebelum saya menyudahi pembicaraan ini saya ingin meminta perempuan yang ada di ujung sana untuk menemani saya berkeliling di kantor ini dan menemani saya melihat rumah produksinya." ucapnya lagi-lagi membuat Puja terkejut.
" Aduh! benarkan apa kataku dia akan memberikan pekerjaan yang sangat banyak padaku ini, dia pasti akan balas dendam padaku, karena aku menganggap dia sebagai tukang ojek." gumamnya dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya karena merasa Kenzo akan menghukumnya secara perlahan, Icha yang mendengar ucapan dari Kenzo pun hanya tersenyum, melihat senyuman Icha itu pun Puja langsung menyenggol Icha.
" Kenapa kamu tersenyum di atas penderitaanku sih Cha?" ucapnya pelan.
Icha hanya mengusap cubitan Puja terhadapnya sembari tersenyum kemudian Kenzo pun melangkah menuju ke arah ruangannya kembali bersama dengan Raffi setelah dia berpamitan dengan para karyawannya tersebut Mereka pun kemudian duduk kembali di mejanya.
" Heh! Puja, kamu jangan senang dulu ya perhatian Pak Bos padamu terlihat jelas sekali dan kamu juga jangan senang di saat aku dimarahi sama Bos seperti tadi!."
__ADS_1
" Hei siapa yang senang Bos sendiri yang memilih Puja untuk menemaninya berkeliling memang apa salahnya, Kamu iri ya?! kalau Bos tidak memilih kamu, makanya jadi orang itu jangan selalu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, dan memanfaatkan para rekan-rekan kamu, kamu mau aku laporkan pada Bos Kalau kamu masih tidak mau merubah sikapmu!" ucap Icha
Lintang mendengus dengan kesal.
" Ish! kamu ini memang keterlaluan sekali sih denganku." Ngomelnya
" Heh lintah darat! kamu nggak sadar kalau kamu yang keterlaluan dengan aku, terutama rekan kerja kita yang lain, kamu tidak sadar selama ini Kamu memanfaatkan mereka, apalagi karyawan yang baru, kamu selalu nyuruh ini nyuruh itu bahkan kamu juga tidak memikirkan waktu yang sudah terbuang bagi karyawan yang lain."
" Waktu bagaimana maksud kamu? semua sesuai dengan prosedur kok dimana salahnya!"
" Aku memberitahukan padamu itu bukan dari prosedur Bambang itu lintah darat! Tapi melainkan prosedur yang kamu buat sendiri, Masa jam kerja yang seharusnya ada jam istirahat kamu buat untuk bekerja, sedangkan jam kerja kamu bikin untuk istirahat, itupun untuk diri kamu sendiri, bukan untuk rekan kerja yang lain, kamu sadar nggak Kalau kamu masih belum bisa berubah hah? aku bisa kok melaporkan semuanya kepada Bos, sekarang gantian aku adalah mata-mata Bos, dulu kamu dengan Pak Rudi jadi mata-mata Pak Rudi, sekarang aku jadi mata-matanya Pak Kenzo." Ucap Icha tersenyum.
" Memang pak Kenzo mau menyuruh kamu jadi mata-mata dia aja juga tidak mau kalau ada mata-mata seperti kamu."
" Memang pak Kenzo tidak mau memiliki mata-mata, tapi aku sendiri yang akan menawarkan diriku untuk jadi mata-matanya, khusus untuk mematai kamu!! jadi kamu tidak bisa macam-macam lagi denganku, ingat! kalau kamu macam-macam denganku kamu akan digepak oleh Pak Kenzo seperti ini." ucapnya mengekspresikan jarinya seperti orang menyentil Lintang pun hanya mendelik dengan sinis kemudian dia duduk di kursinya.
__ADS_1
" Icha, Kamu tidak usah seperti itu dengan Lintang, biarkan aja dia berbicara seperti apa, kita diamkan aja, Bos pasti tahu sendiri dan yang lainnya pun pasti tahu sendiri kok, Bagaimana sikap dia." Sambung Puja
" Dia itu tidak bisa dibiarkan, semakin menjadi, kamu dengar sendiri apa kata Bos tadi, dia akan memberikan kesempatan satu kali pada Lintang, kalau masih berbuat seperti itu, dia tidak akan pernah lagi mendapatkan kesempatan itu." Puja pun hanya menghela nafasnya dengan panjang, kemudian dia pun melanjutkan pekerjaannya, karena akan menemani Kenzo berkeliling di kantor itu setelah jam makan siang.