
Bagian 11๐น
Setelah kepergian lintang dari hadapan mereka berdua, Puja dan Icha pun tersenyum sembari melanjutkan kembali pekerjaannya.
" Kalian berdua itu tidak pernah berbaikan ya." ucap Puja tersenyum.
" Dia itu yang selalu mencari gara-gara, apa saja dijadikannya suatu masalah dan dilaporkannya pada pimpinan, tapi apa setelah dia melaporkan, pimpinannya aja tidak peduli dengan dia, bahkan pimpinan membawa uang perusahaan aja dia pun tidak mendapatkan sepeserpun, itulah dia selalu membela pimpinan di saat Bos Besar bertanya pada pimpinan tentang kerja perusahaan."
" Kalau aku sih nggak terlalu aku ladenin dia, Karena bagiku meladeni dia sama aja seperti orang bodoh, dia mengaku pintar tapi ternyata dia juga selalu meminta tolong pada orang yang memang bisa dalam bidangnya, amarahnya padaku, aku diemin aja karena malas aku untuk meladeninya."
" Hai, Puja, Icha, Boleh nggak aku sebentar meng-copy Satu lembar ini, karena ini sangat perlu sekali." ucap salah satu karyawan yang masuk ke dalam ruang fotocopy tersebut.
" Boleh, silakan saja." ucap Puja dianggukan oleh Icha, Puja pun kemudian duduk di samping Icha mereka memilah beberapa berkas yang sudah mereka copy tersebut.
" Oh ya Puja, Icha, kalian tahu nggak kalau nanti sebagian dari kita akan di rumahkan?"
" Itu aku sudah tahu." Ucap Icha.
" Iya kami sudah tahu kok Sar.." sambung Puja.
" Tapi menurut kabar yang aku dengar kembali katanya akan ada pimpinan yang baru." Ucap Sari.
Puja dan Icha pun menoleh ke arah Sari mereka merasa tidak percaya dengan ucapan Sari.
" Kata siapa?"
" Aku tadi baru dari ruangan HRD meminta tanda tangan kepala bagian HRD untuk mengeluarkan beberapa bonus untuk para bagian produksi yang di rumahkan itu, Nah aku mendengar mereka berbicara katanya akan ada kedatangan bos baru, tapi tidak tahu itu kapan."
__ADS_1
" Kalau yang di kantor ini mau di rumahkan bener nggak.?" Tanya Puja.
" Awalnya memang ada, aku mendengar desas-desus di ruanganku, Tapi saat aku ke ruangan HRD tadi katanya kalau pimpinannya yang baru ini datang dan membenahi kemerosotan yang sudah terjadi di perusahaan Texs group ini, tentang sebagian yang ada di kantor ini mau di rumahkan akan dibatalkan dan beberapa orang yang berada di bagian produksi pun akan segera di panggil kembali, tapi menunggu keadaan perusahaan stabil, aku mengurus pengeluaran bonus yang di berikan untuk para karyawan produksi sementara waktu, mungkin memakan dua atau tiga bulan lagi mereka akan kembali bekerja seperti biasanya."
Puja dan Icha hanya menganggukkan kepalanya memahami keterangan dari Sari tersebut.
" Terima kasih ya Puja, Icha." ucapnya dianggukan oleh mereka berdua, Dan kemudian mereka pun melanjutkan berkas yang harus digandakan itu agar segera selesai, karena memang berkas itu sudah ditunggu oleh kepala bagian mereka masing-masing.
๐น๐น๐น๐น๐น
Kenji yang berada di dalam ruangannya itu pun terkejut dengan suara ponselnya, dia melihat ke layar ponselnya tersebut siapa pemanggilnya itu, ia pun langsung menjawab panggilan tersebut.
" Halo..." terdengar suara di seberang sana berbicara padanya.
" Ya Hallo,bagaimana Excel?"
" Aku sudah bertemu dengan Kenzo dan sudah juga aku berbicara padanya.
" Dia tidak langsung mengatakan Iya, karena aku mengharuskan dia untuk berpikir terlebih dahulu, mungkin berat baginya Ken, tentang dirinya yang harus menjalankan dua perusahaan sekaligus, satu milik keluarga dan satu milik pribadi, tapi terlihat dari wajahnya dia tidak menolak, Tapi dia tidak mengiyakan juga di hadapan kami semua, ya harapan kami semoga saja dia mau menjalankan dua perusahaan sekaligus itu karena aku percaya dia mampu."
" Aku juga percaya kalau dia itu mampu, dia itu hebat dari aku, terima kasih ya atas bantuannya."
" Sama-sama, kalau kamu memerlukan bantuanku Kamu bisa hubungin saja aku."
" Oke!" ucap Kenji menutup pembicaraannya dan meletakkan ponselnya tersebut di atas meja, Dia kemudian menghela nafasnya dengan panjang dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa sembari menatap langit-langit ruangannya tersebut.
" Apa hanya perasaanku saja tentang sikap dingin Kenzo selama ini padaku, aku sebenarnya memang menyukai kekasih Kenzo kala itu, tapi aku tahu itu adalah kekasih adikku, tapi aku tidak mengetahui apa yang terjadi di malam itu, sehingga aku tidur dengan Lalita, aku tidak mengingat saat itu yang aku ingat sebelum kejadian itu aku hanya minum terlalu banyak, setelah aku sadar aku melihat Lalita sudah ada di sampingku dan aku juga melihat Kenzo berada di depan pintu ruangan kamar hotel tersebut, Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi yang aku tahu sejak kejadian itu Kenzo sudah menjaga jarak denganku." ucapnya berbicara sendiri sembari menghela nafasnya dengan panjang dan membenarkan posisi duduknya, Dia kemudian menatap layar laptop pribadinya itu, beberapa saat dia terdiam walaupun dia menatap laptop tersebut tapi dia tidak mengerjakan sedikitpun pekerjaan kantornya, karena dipikirannya sangat terbayang tentang Kenzo dan kejadian di malam itu.
__ADS_1
Kemudian ponselnya pun berdering kembali untuk yang kedua kalinya, dia menoleh ke arah ponselnya tersebut, ternyata sang Mama memanggilnya, dia pun langsung menjawab panggilan ibu Kurnia tersebut.
" Iya Mah ada apa?"
" Apakah kamu sibuk saat ini?"
" Tidak mah, Aku tidak sibuk, memang ada apa.?"
" Bisakah kamu pulang sebentar karena ada yang ingin dibicarakan oleh papamu, tapi kalau kamu banyak pekerjaan di kantor nanti saja setelah kamu pulang dari kantor."
" Baiklah mah, Aku akan segera pulang ke rumah, karena di kantor juga Aku tidak konsen untuk mengerjakan pekerjaan yang ada."
" Memangnya kenapa.?"
" Aku sedikit pusing aja mah, memikirkan pekerjaan di kantor lebih baik Aku pulang aja, sekalian Aku mau beristirahat juga di rumah, sepertinya tidak memungkinkan juga kalau Aku melanjutkan pekerjaan."
" Ya sudah kalau seperti itu, Kami tunggu di rumah ya." Ucap Bu Kurnia.
Kenji pun mengiyakan ucapan sang mama, kemudian dia pun mematikan ponselnya tersebut, dia segera berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan ruangan yang menuju ke arah mobil pribadinya yang terparkir di tempat parkir kantornya tersebut, beberapa saat kemudian mobil itu pun perlahan-lahan meninggalkan kantor itu dan menuju ke arah rumah pribadi sang mama.
Mobil yang dikendarai oleh Kenzo pun sampai di depan rumahnya ia memarkirkan Mobilnya di tempat parkir yang sudah tersedia di rumah pribadi orang tuanya itu, dia langsung turun dari mobil tersebut dan melangkah menuju ke arah pintu utama rumah itu, dia melihat kedua orang tuanya berada di ruang tengah dia melangkah dengan pasti menuju arah kedua orang tuanya itu.
Dia menghentakkan tubuhnya di depan kedua orang tuanya.
Papah dan mamahnya pun memberikan senyuman manisnya pada sang anak.
" Kamu datang lebih cepat dari yang Papah perkirakan."
__ADS_1
" Saat papah nelpon kebetulan Kenzo sudah selesai jadi bintang tamu di tempat Laila."
" Iya, papa melihat kamu jadi bintang tamu di stasiun televisi adikmu, papa bangga dengan kalian berdua, bukan kalian berdua saja, tapi anak-anak papa yang sukses semua dengan tugas dan kepercayaan yang sudah diberikan oleh kami berdua orang tua kalian." ucap pak Fatih tersenyum di anggukkan Ibu Kurnia sang istri.