
Bagian 25 🌹
" Ayo buruan kamu keruangan pak Bos, ntar dia marah lagi sama kamu, hehehe, kamu dengar tadi dia marah pada Lintang, terus dia bilang ' Aku tunggu surat pengunduran diri mu dimeja ku.' Nah kalau kamu lama datangnya keruangan dia, pak Kenzo pasti bilang padamu, ' Puja! Aku tunggu surat nikah kita ada diatas meja ku.' Hahahaha..." Ucap Icha tertawa pelan, dan langsung saja Puja mencubit lengannya Icha dengan pelan.
" Apa-apaan sih kamu, sementara ini aku tidak memikirkan tentang rumah tangga, karena aku masih ingin mencari Siapa sebenarnya yang asli pemilik tato kepala harimau dan gantungan kunci itu agar aku bisa mengatakan kepada Pandu kalau itu adalah Ayahnya, biar bagaimanapun aku tidak bisa membenci kejadian itu karena aku tidak bisa juga menyembunyikannya dari Pandu, dia harus mengetahui siapa Ayah kandungnya itu." ucap Puja sembari merangkul tangan Icha dan mereka berdua berjalan menuju ke arah luar ruangan rapat tersebut.
Icha kemudian menepuk punggung tangan sahabatnya itu dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Aku akan berdoa selalu semoga kamu bisa menemukannya dan kamu mengetahui Siapa pemilik asli dari tato tersebut, karena itu adalah kunci utama saat kejadian itu, biar Pandu bisa mengetahui Siapa ayah kandungnya."
Puja hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada sahabatnya kemudian mereka berdua berpisah di depan ruangan Pak Bosnya tersebut, Icha terus meninggalkan puja dan menuju ke arah meja kerjanya sedangkan Puja mengetuk pintu ruangan Pak Bosnya ity.
" Tok tok tok"
" Masuk!" ucap suara dari dalam Puja, menghela nafasnya dengan panjang kemudian dia pun memegang handle pintu tersebut dan membukanya dia menatap ke arah Kenzo yang berada di sofa, Puja menganggukkan kepalanya sesaat kemudian Kenzo tersenyum padanya.
" Masuklah Puja, aku dari tadi sudah menunggumu." ucap Kenzo sembari mempersilakan Puja masuk ke dalam.
" Iya Pak!" ucap Puja, kemudian melangkah masuk ke dalam dan menutup pintu ruangan tersebut, dia pun melangkah menuju ke arah Kenzo dia tidak langsung duduk di sofa dia hanya mematung berdiri di posisinya sembari menundukkan kepalanya.
" Duduklah! Puja, karena ada yang ingin aku bicarakan padamu."
__ADS_1
Puja kemudian menganggukkan kepalanya dan lalu menuju ke arah sofa yang ada di hadapan Bosnya itu dan dia pun langsung duduk di depannya sembari bergumam di dalam hatinya.
" Aku sudah dapat mengira pasti dia akan menanyakan tentang kejadian kemarin, kenapa aku langsung pulang dan tidak menemani dia makan siang."
Hening! di ruangan itu tidak ada suara sama sekali, Kenzo menatap lekat ke arah Puja, Puja Hanya duduk dengan anggun di hadapan Kenzo sembari memainkan jari jemarinya dan menundukkan kepalanya karena dia belum tahu apa yang mau dibicarakan Pak Bosnya tersebut.
" Kenapa kamu menundukkan kepalamu Puja, Kenapa kamu tidak melihat ke arahku, aku tidak menanyakan soal masalah yang telah diperbuat Lintang padamu."
Puja kemudian mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Kenzo sembari tersenyum.
" Terus ada apa Pak? Bapak memanggil saya untuk bicara ke ruangan Bapak ini."
Kenzo menghela nafasnya dengan panjang. Dia menatap lekat ke arah Puja sembari bergumam di dalam hatinya.
Kemudian Kenzo mengambil ponselnya yang ada di atas meja tersebut Dia kemudian menghubungi Raffi.
" Rafi, segera kamu ke ruangan ku, karena ada yang ingin aku bicarakan sama kamu dan juga Puja." ucapnya.
Lalu Kenzo pun menyudahi pembicaraannya melalui ponsel pribadinya tersebut dan meletakkan kembali ponselnya itu ke tempat semula.
Puja menghela nafas panjangnya, Kenzo pun tersenyum melihat Puja terlihat lega karena dia sudah memanggil Raffi untuk ke ruangannya itu.
__ADS_1
Terdengar ketukan di pintu ruangan tersebut Kenzo pun menyuruh si pengetuk masuk, pintu terbuka Raffi melangkah mendekati mereka kemudian dia pun langsung duduk di samping Puja.
" Ada apa Pak, sehingga saya dan Puja berada di ruangan ini, saya mengira Bapak cuma ingin bicara sama Puja saja."
" Awalnya memang Aku ingin bicara sama Puja saja, tapi karena terlihat Puja tidak nyaman berada di ruangan Aku ini, karena hanya berdua saja, makanya Aku memanggil kamu, setidaknya kamu juga tahu apa yang ingin Aku bicarakan dengan Puja, ucap Kenzo sembari menatap kearah Puja.
Raffi menganggukkan kepalanya tetapi tidak dengan Puja, dia terkejut dengan ucapan Kenzo yang sepertinya memahami bahasa tubuh Puja yang merasa tidak nyaman karena hanya berdua saja di dalam ruangan tersebut.
" Maaf Pak Bukan begitu maksud saya di samping saya tidak tahu apa yang ingin dibicarakan Bapak, saya juga merasa baru sekarang memasuki ruangan kerja pimpinan seperti ini, karena selama ini saya tidak pernah masuk ke ruangan ini, jadi Maafkan saya pak kalau saya bersikap menyinggung perasaan bapak."
Kenzo hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Kamu tidak menyinggung aku sama sekali, Baiklah aku akan bertanya dengan kalian berdua, tentang pimpinan sebelumnya selain Aku, sebelum melarikan diri dari kantor ini, apakah di kantor ini tidak ada OB atau tukang kebunnya? karena Aku melihat bunga-bunga yang ada di depan kantor ini tidak terurus sama sekali, begitu juga setiap ruangan Aku melihat terlalu banyak debu yang sangat mengganggu penglihatan dan pandangan ku."
Puja dan Raffi hanya saling menoleh satu sama lain.
" Benar sekali Pak, pimpinan sebelum melarikan diri dia memberhentikan semua OB yang ada di kantor ini sekitar 8 orang termasuk tukang kebun, jadi tidak ada yang membersihkan ruangan ataupun merapikan bunga yang ada di luar sana." Terang Raffi dianggukan Puja.
Kenzo menatap ke arah Puja, padahal dia memang sengaja memanggil Puja ke ruangannya dari awal dia memang bukan untuk menanyakan tentang cara kerja pimpinan pertama di kantor ini, tapi dia ingin menatap dengan leluasa wajah cantik Puja tersebut kalau dia menginginkan bertanya tentang pimpinan pertama sebelum dirinya cukup dengan Rafi saja, tapi karena dia ingin lebih lama bersama dengan Puja walaupun dengan cara seperti ini dia tidak ingin diketahui Puja terlebih dahulu, Kalau dia sebenarnya sudah mulai menyukai Puja.
" Baiklah! Aku ingin kalian berdua menghubungi kembali ke 8 orang yang sudah diberhentikan oleh pimpinan sebelum aku."
__ADS_1
" Baiklah Pak, kami akan mencoba menghubungi mereka karena sudah terlalu lama mereka berhenti dari sini, itupun diberhentikan dengan tidak diberi pesangon oleh pimpinan yang terdahulu." ucap Raffi lagi-lagi Puja hanya menganggukkan kepalanya.