
Bagian 17🌹
Setelah dia melihat beberapa berkas yang diberikan oleh kepala bagian masing-masing Kenzo pun kemudian berdiri dari duduknya dan melangkah keluar ruangannya Dia kemudian menuju ke arah tengah ruangan kantor tersebut.
Disaat mereka asik-asiknya mengerjakan suatu pekerjaan yang sudah dikerjakan mereka setiap harinya itu, Raffi kemudian berbicara pada mereka.
" Bisa minta waktu kalian sebentar, karena Pak Kenzo ingin berbicara." ucap Raffi.
Mereka pun kemudian berdiri di masing-masing meja mereka, Kenzo melangkah menuju ke arah mereka membuat Puja menundukkan kepalanya, dia tidak mau menatap ke arah Kenzo, namun Kenzo sudah tahu kalau Puja pasti akan menundukkan kepalanya tersebut, kemudian Kenzo tersenyum menatap semua karyawan di bagian kantor Texs grup itu, lalu Kenzo pun berbicara pada mereka.
" Saya harus minta maaf dulu sebelum saya berbicara di tengah-tengah kalian semua,
Karena kantor tidak terlihat sangat bagus dan berbagai macam masalah yang terjadi di perusahaan ini, mungkin kalian sudah tahu beberapa orang harus di rumahkan karena salah satu orang kepercayaan berbuat di luar batas yang mengakibatkan kerugian besar di perusahaan ini."
" Maafkan kami juga Pak, karena kedatangan bapak sangat mendadak, jadi membuat kami tidak mempersiapkan persiapan yang seharusnya sesuai dengan peraturan di kantor ini, kalau orang penting ataupun seorang pimpinan datang penyambutan itu harus ada, maafkan kami sekali lagi Pak, karena kami tidak mempersiapkan sebelumnya, jadi penyambutan kami terhadap bapak tidak sesuai serta terabaikan, karena tidak mendapatkan kabar lebih awal." ucap Raffi, Kenzo hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Tidak apa-apa, karena ini juga sudah sangat baik dalam penyambutan saya datang ke sini, kalian tidak salah yang salah itu adalah dari pihak kami terutama saya seharusnya saya mengatakan pada kalian kalau saya akan datang pada hari ini bukan dengan cara mendadak seperti ini, kalian tidak salah, yang salah itu kami pihak dari Pak Kenji." Ucap Kenzo sembari tersenyum.
__ADS_1
" Saat perusahaan memiliki masalah seperti ini saya harap kalian bisa bekerja sama dengan saya menanganinya, Dan mulai saat ini saya tidak akan membiarkan kalian sebagai bawahan saya menghadapinya sendirian, kita akan menghadapinya sama-sama dan kita akan berjuang memajukan kembali perusahaan ini, seperti semula, kita harus bekerja sama." ucap Kenzo sembari sesaat menatap ke arah Puja yang masih tetap menundukkan kepalanya sambil memainkan jari jemarinya tersebut dia tidak berani menatap ke arah Kenzo.
Kemudian Kenzo pun melangkah menuju kearah Lintang.
" Kamu yang bernama lintang?" dengan tersipu malu dan tersenyum manis lintang pun anggukkan kepalanya.
" Saya tidak perlu dengan senyuman manismu, saya perlu dengan keuletan kerja kamu, saya sudah mengetahui siapa kamu sebenarnya, di sini Saya tidak mau mempermalukan kamu di depan rekan kerja kamu, tapi karena saya sudah mengetahui bagaimana sikap kamu dengan pimpinan terdahulu sebelum saya, kamu selalu mencari kambing hitam dari masalah yang kamu buat sendiri, banyak orang yang mengikuti aturan kamu, tapi kamu tidak mau disalahkan jika rekan kamu melakukan kesalahan, kamu memang bekerja dengan ulet tapi tidak ada kasih sayang kamu di dalam kantor ini sesama rekan kerja, kamu, Kamu memanfaatkan mereka agar kamu merasa paling benar, kamu pasti bertanya dari mana Saya tahu tentang sikap kamu itu, karena saya membaca dari berkas yang sudah kamu kerjakan tersebut, karena berkas yang kamu kerjakan itu hampir sama semua dari bulan ke bulannya, kamu hanya memanfaatkan pekerjaan orang lain untuk menjadikan pekerjaanmu menjadi lebih bagus, di saat perusahaan sudah mau gulung tikar, kamu sudah mau pergi, karena kecerobohan kamu itu aku mengetahuinya, bukankah kamu ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini? karena surat pengunduran diri kamu itu sudah ada di meja saya, kecerobohan kamu saat kamu berikan berkas pada saya, kamu lupa mengambil surat itu." ucap Kenzo membuat Lintang terkejut dan hanya menundukkan kepalanya, Icha tersenyum dengan ucapan sang Bos barunya itu sembari bergumam di dalam hatinya.
" Sekarang kamu kena batunya Lintah darat!"
" Kamu bisa aja bekerja di sini dengan catatan kamu tidak boleh lagi memanfaatkan rekan kerja kamu saat ini dan kamu harus mengerjakan pekerjaan kamu sendiri tidak tergantung dengan rekan-rekan kamu yang lain, kamu bisa tergantung dengan rekan-rekan kamu yang lain tapi kamu tidak menikmati gaji kamu sendiri, karena gaji kamu untuk rekan kamu yang membantu kamu itu, sedangkan kamu tahu rekan kamu berusaha untuk bekerja, kamu hanya memanfaatkan mereka saja, apa kamu sanggup? kalau kamu tidak sanggup, silakan kamu pergi dari kantor ini, tapi kalau kamu sanggup silakan lanjutkan pekerjaan kamu." ucapnya.
Lintang hanya bisa menganggukkan kepalanya, sembari menjawab ucapan dari Kenzo.
" Iy.. iya pak saya masih siap pak Dan saya akan mengerjakan pekerjaan saya tanpa bantuan rekan kerja saya."
" Kamu bisa minta bantu dengan rekan kerja kamu saya tidak melarang tapi kamu juga harus memberikan bonus untuk rekan kerja kamu yang sudah membantu kamu itu jangan bisa menikmati bonus kamu sendiri." ucapnya dan Lintang pun hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Saya akan memberikan kesempatan satu kali ini padamu, kalau masih kamu mengulanginya Saya tidak segan-segan untuk memecatmu tanpa ada pesangon sedikitpun, kamu siap?"
" Saya siap pak, beri saya kesempatan satu kali lagi dan saya akan benar-benar berubah dan mengerjakan pekerjaan saya dengan bersungguh-sungguh."
" Bagus! itu yang akan saya pegang ucapan kamu, bukan saya aja yang mendengar di sini tapi rekan kerja kamu juga menjadi saksi dengan ucapan kamu sekarang ini."
Lagi-lagi Lintang hanya menganggukkan kepalanya.
" Ternyata Bos ini tidak seperti Pak Rudi, Aku kira dia bisa aku tundukkan, aku akan mencari cara agar dia bisa bertekuk lutut di hadapanku dan memohon-mohon padaku." ucapnya sembari tersenyum sinis tersembunyi di dalam gaya menunduk wajahnya tersebut.
" Sekarang Kamu kena batunya Lintang, Kamu sendiri yang menabur Kamu sendiri yang menuai, akhirnya walaupun tidak ada yang berbicara tentang kamu pada orang lain, orang lain itu bisa menilai kamu sendiri." ucap Icha dalam hatinya sembari tersenyum tersembunyi.
Kenzo pun kemudian melangkah kembali menuju ke arah Puja, Puja pun gemetaran keringat dingin pun menghampirinya, dia tidak berani mengangkat wajahnya, karena Kenzo sudah berada di hadapannya, Puja tidak bisa berbicara apapun lagi, karena dia berharap agar Kenzo tidak mengatakan kalau dia menganggapnya sebagai tukang ojek.
Puja manghela nafasnya dengan panjang dan melepaskannya dengan pelan, beberapa saat mereka terdiam, tidak ada bersuara di antara mereka, mereka hanya bisa menundukkan kepalanya dan Kenzo pun belum berbicara lagi, Walaupun dia sudah berdiri di hadapan puja.
Lama Kenzo berdiri dan lama juga Kenzo tidak bersuara sama sekali membuat Puja merasa heran, Puja masih tetap tidak mengangkat wajahnya, sedangkan Kenzo menunggu Puja mengangkat wajahnya dan menatap ke arahnya, karena sejak tadi Puja tetap menundukkan kepalanya, Setelah dia tahu kalau Kenzo pemilik perusahaan tersebut.
__ADS_1