
Bagian 24🌹
" Icha dan kamu Lintang segera ke ruangan rapat,akibat pertengkaran kalian berdua itu Aku sudah memberitahu dengan Pak Kenzo, jelaskan semuanya padanya nantinya, Ayo kita segera ke ruang rapat mungkin pak Kenzo sudah menuju ke sana." ucap Raffi sembari melangkah menuju ke arah ruangan rapat diikuti oleh Lintang, saat Lintang melewati Icha dia mendengus dengan kesal, sedangkan Icha menatap sinis ke arah Lintang, Icha pun kemudian berdiri dari duduknya langsung diraih Puja tangannya.
" Aku akan temani kamu..."
" Nggak usah Pu...Aku akan katakan semuanya pada pak Kenzo."
" Tapi karena aku kalian bertengkar "
Icha tersenyum...
" Tenang aja, aku bisa menghadapinya." Ucapnya sembari melepas tangan sahabatnya itu dan melangkah tergesa-gesa menuju ruangan rapat.
Sesampainya diruangan rapat, Icha membuka pintu ruangan itu dan dia melihat sudah ada Kenzo yang menatapnya namun tidak ada kemarahan dimatanya, Kenzo mempersilahkan Icha masuk dan duduk disamping Raffi karena Rafii duduk diantara mereka berdua.
Kenzo menghela nafasnya dengan panjang sembari menatap kedua perempuan yang ada di hadapannya tersebut.
" Ceritakan padaku, apa masalah kalian sehingga kalian bertengkar di kantor ini, apa memang seperti itukah? saat pimpinan pertama sebelum aku? kalian tidak bisa mencari titik terang dari masalah kalian dan menjadikan pertengkaran jalan penyelesaiannya?" tanya Kenzo
Hening! tidak ada suara setelah Kenzo berbicara, kedua wanita itu tidak menjawab pertanyaan dari Pak Bosnya tersebut.
" Lintang! apa masalahmu? sehingga kamu bertengkar dengan Icha, kalian berdua tidak menjawab pertanyaanku." ucap Kenzo sembari menatap ke arah Lintang.
Lintang hanya terdiam dia menundukkan kepalanya dia sedikitpun tidak menjawab pertanyaan kedua dari Kenzo.
"Jawablah Lintang, apa yang telah terjadi sesuai dengan ucapanmu padaku, kalau Icha mendorong kamu dengan keras, bahkan kamu juga tidak memiliki kesalahan apa-apa dengan Icha, kenapa sekarang kamu tidak menjawab pertanyaan Pak Kenzo." ucap Raffi sembari menoleh ke arah Lintang yang hanya fokus dengan menundukkan kepalanya itu sembari memainkan jari jemarinya.
" Aduh! gimana ini, aku harus menjawabnya apa, kalau sebenarnya Icha mendorong aku itu sesuai dengan kesalahanku juga sih." gumamnya di dalam hati sembari menghela nafasnya dengan panjang, namun berbeda dengan Icha dia hanya tersenyum di ujung sudut bibirnya sembari melirik ke arah Lintang kemudian dia pun bersuara.
__ADS_1
" Maaf Pak Kenzo, saya akan menjelaskan semuannya, Kenapa saya bisa berbuat terlalu kejam pada Lintang, bisa dikatakan kejam itu karena dia sudah berkata yang sangat menyakiti perasaan saya." ucap Icha, mendengar perkataan Icha seperti itu, Lintang pun kemudian menoleh ke arah Icha, sembari membela dirinya dengan berucap.
" Kata siapa aku menyakiti kamu, aku tidak menyakiti kamu, kamu saja yang menyakiti aku."
" Buktinya kamu sudah berbicara seperti itu dengan pak Kenzo kan.!"
" Aku tidak membicarakan kamu, tapi aku mengatakan semuanya pada pak Kenzo itu tentang Puja."
" Ya sama aja kamu mengatakan sesuatu tentang kejelekan Puja yang seharusnya kamu tidak berkosar-koar kemana-mana, sedangkan kamu tahu Puja adalah sahabatku, siapa yang mengganggunya sama saja berurusan denganku!" ucap Icha dengan lantang membuat Lintang terdiam, dia hanya mendengus dengan kesal dan menghela nafasnya dengan kasar.
Kenzo mendengar ucapan dari Icha pun langsung menatap ke arah Icha, sembari dia tersenyum bergumam di balik senyumnya itu.
" Icha adalah sahabat dari Puja, sedikit banyaknya Icha pasti mengetahui tentang Puja, setelah ini aku akan menanyakan semuanya pada Icha, semoga saja Icha bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya pada puja." Gumamnya sembari bersuara.
" Lanjutkan Icha, Aku ingin mendengarkan semuanya darimu." ucap Kenzo mendengar ucapan Kenzo seperti itu menambah kekesalan yang dirasakan oleh Lintang.
" Pak Kenzo, Kenapa Bapak ingin mendengarkan cerita dari Icha, dari tadi Saya ingin menceritakan kepada Bapak, Tapi Bapak tidak mau mendengarkannya, Icha pasti membela Puja, karena dia tahu yang akan saya ceritakan tentang sepak terjangnya Puja di luar sana."
" Ceritakanlah Icha semuanya." ucap Rafi, Icha hanya menganggukkan kepalanya.
" Baiklah Pak, saya akan menceritakan semuanya tentang kenapa saya menjadi marah di saat Lintang berbicara pada Bapak, karena saya sudah mendengar semua apa yang dikatakan Lintang pada Bapak, sebenarnya Puja...." belum selesai Icha berbicara pintu ruangan rapat itu terbuka, mereka berempat yang ada di dalam ruangan itu menatap ke arah pintu, terlihat Puja berdiri di depan pintu tersebut.
" Puja?" ucap Icha pelan.
" Icha, Kamu tidak usah menceritakan semuanya tentang aku pada pak Kenzo dan yang lainnya."
" Tapi kenapa? Aku harus menyelesaikan semuanya, karena aku tidak terima kamu selalu dihina oleh Lintang, biar pak Kenzo tahu kalau kamu dan anak kamu itu tidak mengganggu kantor ini, ataupun siapa saja termasuk Lintang, karena Anak kamu itu urusan kamu, jadi lintah darat itu tidak perlu ikut campur dengan urusan keluarga kamu." ucap Icha sembari berdiri dan mendekati Puja.
" Maafkan saya pak Kenzo, karena saya masuk tidak mengetuk pintu, saya tidak bisa membiarkan Icha disalahkan nantinya."
__ADS_1
" Tidak apa-apa, silakan duduk kamu bisa bicara di sini karena itu hak kamu."
" Terima kasih Pak, Tapi sebelumnya itu, saya mau bicara dengan Lintang dulu." Ucapnya sembari melangkah mendekati Lintang, Lintang menatap sinis kearah Puja.
" Selama ini aku diam, selama kamu menggangguku, tapi jangan dianggap diamku ini dengan seenaknya kamu memanfaatkan untuk mengatakan aku yang macam-macam, asal kamu tahu, aku tidak pernah mengganggu kamu, Kenapa kamu tega denganku."
" Karena aku iri denganmu, Kamu selalu menjadi yang terbaik dimata rekan kerja disini, semua orang selalu memandang kamu dengan kecantikan, kepintaran, dan kepercayaan diri kamu itu, semua orang mencemoohkan aku, itu yang membuat aku benci denganmu!!" Ucapnya dengan penuh penekanan pada Puja.
Mendengar ucapan Lintang seperti itu, Icha pun mau berdiri, namun ditahan oleh Kenzo dengan mengisyaratkan agar ia tetap duduk di tempatnya.
" Aku juga tidak mau seperti apa yang kamu katakan itu padaku, aku tidak tahu kenapa mereka menyukaiku, karena di mana aku berada aku hanya ingin berbuat baik dan ingin memiliki banyak teman makanya disaat kamu menjahati aku, Aku tidak membalasnya." ucap Puja.
Lintang hanya mendengus dengan kesal dan mamalingkan wajahnya dia tidak ingin menatap Puja, Puja pun kemudian menoleh ke arah Kenzo.
" Saya memang memiliki seorang anak, tapi apa salah kalau saya memiliki seorang anak itu? tapi Anak saya tidak mengganggu pekerjaan saya dan saya juga tidak merepotkan kantor ini anak saya memang...." sebelum Puja melanjutkannya, Kenzo pun menghentikan ucapan Puja, membuat mereka yang ada di dalam ruangan itu terkejut.
" Sudah Puja! Kamu tidak usah melanjutkan bicaranya, aku sudah tahu semuanya, Aku ingin Lintang minta maaf padamu, kalau dia tidak mau minta maaf silakan dia membuat surat pengunduran diri dari kantor ini." ucap Kenzo sembari menatap ke arah Lintang dengan tajam.
" Apa Pak?? saya harus minta maaf pada puja.?"
" Kalau kamu merasa keberatan minta maaf dengan Puja dan Icha, Aku tunggu surat pengunduran diri kamu di meja kerja ku!"
" Ish! Kenapa lelaki ini memihak pada Icha dan Puja sih!"
" Lintang, kamu dengar nggak apa yang dikatakan pak Kenzo?' ucap Raffi.
Lintang hanya menghela nafasnya dengan panjang dan melepaskannya dengan sedikit kasar dia pun menoleh ke arah lain kemudian dia menatap ke arah Puja dan mengulurkan tangannya sembari berucap.
" Maafkan aku Puja, Aku tidak akan mengulanginya lagi." kemudian dia pun melangkah menuju ke arah Icha dengan ucapan yang sama pun dia berucap pada Icha, terlihat Icha hanya tersenyum sinis karena dia tahu kalau kata maaf yang diucapkan oleh Lintang itu hanya di luarnya saja, di dalam hatinya masih terlihat dongkol, karena sangat jelas di rona wajahnya Lintang masih menyimpan rasa kekesalan yang dalam.
__ADS_1
" Baiklah! silakan kalian kembali kemeja kalian masing-masing, dan kamu Puja, kamu temui aku ke ruanganku." ucapnya kemudian dia pun melangkah meninggalkan ruang rapat tersebut diikuti Raffi, Puja dan Icha saling tatap, Icha hanya tersenyum pada Puja, sedangkan Lintang mendengus dengan kesal dan meninggalkan mereka berdua menuju ke arah mejanya.