Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia

Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia
Bagian 09


__ADS_3

Bagian 09 🌹


Kemudian mereka dikejutkan dengan suara asisten rumah tangganya.


" Maaf Nyonya dan Tuan makanan sudah saya sediakan sesuai dengan keinginan Tuan dan Nyonya."


" Terima kasih ya kami segera ke sana."


Kemudian dianggukan oleh sang asisten rumah tangga tersebut.


" Ya udah Pah ayo kita makan dulu."


" Anak-anak tidak lagi makan bersama kita.?"


Ibu Kurnia hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.


" Mereka sudah pagi-pagi sekali meninggalkan rumah yang makan di meja makan hanya kita berdua saja ya udahlah nggak apa-apa yang penting kan mereka selalu pulang ke rumah." hibur Bu Kurnia pada sang suami.


Pak Fatih hanya menganggukan kepalanya saja sembari tersenyum mereka berdua melangkah pergi beriringan menuju ke meja makan di mana biasanya meja makan itu tertata dengan rapi dan berbagai macam makanan kesukaan dari mereka tersedia yang ada tinggal di rumah tersebut, Tapi sekarang makanan itu Hanya beberapa saja yang ada di atas meja karena mereka para anak-anaknya sudah memiliki kesibukan sendiri, mereka biasanya berkumpul hanya saat makan malam bersama, itu pun masih ada yang absen dari makan malam tersebut dari mereka.


Walaupun ke tiga anaknya tidak berada di meja makan untuk makan bersama dengan kedua orang tuanya, mereka berdua tampak bahagia karena menghabiskan waktu tuanya sama-sama.


Mereka berdua menikmati makannya tersebut.


Di Stasiun Televisi Swasta milik Laila....


Setelah selasai siaran langsung Kenzo sebagai bintang tamunya itupun langsung melangkah menuju keruangan Laila dan dia pun langsung memasuki ruangan tersebut tanpa mengetuk pintunya.


Kenzo menghempaskan tubuhnya disofa, Laila menoleh kearah sang kakak dan tersenyum dia mendekati kakaknya itu.


" Ada apa Kak?" Tanya Laila duduk didepan Kenzo.


" Nggak ada apa-apa kok.."


" Oh ya kak, kak Kenji menghubungiku."


Kenzo menatap sang Adik.

__ADS_1


" Dia meminta padaku untuk bicara pada kakak."


" Soal apa?"


" Tentang peusahaan Texs Group."


" Ada apa dengan Texs Group."


" Texs Group mengalami kemerosotan kak, dan kakak dipinta untuk menanganinya, kak Kenji nggak bisa menjalankannya karena kak Kenji sudah menangani dua perusahaan sekaligus, apalagi dia mau ngurusi pernikahannya."


Kenzo menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya dengan pelan sembari menopangkan kedua tangannya dipahanya menatap kearah Laila.


" Sebaiknya kakak menghubungi kak Kenji, jangan ada lagi kesalahpahaman diantara kalian berdua."


" Laila, aku dan kak Kenji nggak ada masalah."


" Mamah pernah bilang padaku kak, saat Kejadian malam itu kak Kenzo terlihat berubah, kakak dan kak Lalita kan sudah putus biarkan aja kak Lalita bersama dengan kak Kenji mungkin itu jodoh yang tertunda untuk kak Kenji.


" Laila, sudah kakak jelaskan padamu dari dulu,aku dan Lalita itu sudah putus, kami hanya berhubungan baik aja dan lagi kami putusnya baik-baik kala itu, Lalita yang menginginkan hubungan itu berakhir." Ucapnya sembari menghela nafasnya dengan pelan.


Laila hanya menghela nafasnya dengan pelan sembari menatap sang kakak dengan lekat.


" Baiklah urusan live nya sudah selesai, aku akan kembali kekantorku,dan urusan kak Kenji itu nanti aja dibahas dirumah, aku juga lagi mempertimbangkannya dan nanti aja bicara sekalian sama papah dirumah, Aku pergu dulu." Ucapnya sembari meninggalkan ruangan sang adik dan Laila hanya menganggukkan kepalanya menatap kepergian sang kakak, Laila hanya menghela nafasnya dengan panjang dan diapun langsung melanjutkan pekerjakannya kembali.


Saat Kenzo keluar dari kantor Laila sang Adik ponselnya berdering, dia langsung menjawab panggilan tersebut.


" Ya hallo..." Ucapnya sembari melangkah menuju kearah mobilnya terparkir.


" Ken bisakah kita bicara sekarang."


" Baiklah, sekarang kamu dimana?"


" Kami sudah berada dikantor mu."


" Kami? Maksud kamu?"


" Cepatlah kekantor..." Ucap suara diseberang sana.

__ADS_1


" Baiklah..." Ucapnya memutus sambungan bicaranya.


" Ada apa mereka ingin bertemu dengan ku?" Ucapnya sembari menjalankan mobilnya menuju kearah kantor pribadibya itu.


Dalam pikiran yang berkecamuk, Kenzo tetap melajukan dengan tenang dan tetap fokus melajukan kendaraannya tersebut.


Beberapa saat diapun sampai dikantornya itu, dia langsung melangkah menuju kearah dalam dimana mereka sudah menunggu Kenzo, saat Kenzo masuk kedalam dia terkejut dengan orang-orang yang ada diruangan itu, para pemegang saham diperusahaannya yang sudah duduk diruangan itu, walaupun para pemegang saham itu adalah para sahabatnya tapi dia merasa ada yang aneh, karena tidak pernah mereka kumpul semua diruangan itu, para temannya itu memang berada jauh dari Kenzo ada yang diluar kota dan ada juga yang didalam kota dengan usaha mereka masing-masing, Kenzo mendirikan perusahaannya itu dari modal yang dimilikinya sendiri dan kedua orang tuanya hanya bisa memberikan dukungannya saja, ditambah lagi bantuan para temannya yang menanam saham diperusahaannya itu untuk kemajuan perusahaannya tersebut.


Kenzo melangkah menuju kearah mereka dan duduk dikursinya.


" Ada apa? Tidak biasanya kalian hadir berbarengan?"


" Hem...begini Ken, ada yang bilang kalau perusahaan kamu ini kecil dan sangat mudah mengalami kebangkrutan." Ucap salah satu temannya tersebut.


" Jangan bilang kalian hendak menarik saham kalian dari perusahaan ini?"


" Jangan salah sangka dulu Ken, pertimbangkanlah soal perusahan Ayah kamu yang mengalami kemerosotan."


Kenzo terkejut...Dia menatap kearah salah satu temannya itu.


" Apa hubungannya dengan kantor ini? Dan darimana kamu tahu kalau salah satu perusahaan papah ku mengalami kemerosotan."


Excel menghela nafasnya dengan panjang


" Ada hubungannya Ken, desas desus diluar sana mengatakan semuanya tentang perusahaan ini, dan Perusahaan Texs grup itu sudah mengalami kemerosotan yang sangat parah, sebagian dari karyawan itu sudah di rumahkan, aku tahu dari salah satu tetanggaku yang bekerja di Texs group dan dia salah satu karyawan yang dirumahkan dari Texs Group, kami sepakat untuk menyelidikinya dan itu adalah perusahaan keluarga kamu."


" Terus maksud kalian gimana?"


" Maksud kami lebih baik kamu benahi terlebih dahulu perusahan itu, kalau kemerosotannya semakin parah kasihan yang menopangkan hidup di perusahaan keluarga kamu itu."


Kenzo menghela nafasnya dengan pelan.


" Kalau aku menjalankan perusahaan itu, bagaimana dengan perusahaan ku ini?"


" Kamu jangan khawatir kamu kan CEO nya kamu bisa menjalankan dua perusahaan sekali gus." Ucap Exel sembari dianggukkan ketiga orang yang lain.


Kenzo menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Semoga saja Kenzo mau menjalankan perusahaan itu, agar bisa berjalan kembali seperti dulu, Maafkan aku Ken, karena Kenji datang padaku untuk mengatakan pada mu, karena Kenji tidak yakin kalau kamu mau mendengar perkataannya." Gumam Exel dalam hatinya, disamping Exel teman Kenzo dia juga berteman dengan Kenji,sebab Kenji berperan aktif di perusahaan Exel tersebut.


" Benar apa yang dikatakan Exel Ken, kalau kami bertiga ini hanya mengikuti saja mana baiknya, lagipula kami yakin kalau kamu bisa menjalankannya, percayalah pada dirimu, sayang usaha papahmu kalau sampai gulung tikar, karena itu adalah perusahaan yang dirintis papahmu dari enol." Sambung Mark, dianggukkan yang lain.


__ADS_2