Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia

Dengarlah!! Aku Hanya Inginkan Bahagia
Bagian 33


__ADS_3

Bagian 32🌹


" Hem..." Icha berdiri dari duduknya. Puja menatap kearah Icha.


" Ada apa Cha? Kelihatannya kamu sibuk banget."


" Aku mau ngambil berkas tadi yang ada di ruangannya, dia tidak langsung menandatanganinya dikarenakan dia ada tamu, Eh...tau nggak.." ucapnya sembari duduk kembali disamping Puja dan menarik kursinya agar mendekat pada Puja.


Puja merasa heran dengan sikap sang sahabat.


" Tau apa Cha?"


" Tau nggak kalau tamunya pak Kenzo guanteng banget."


" Hah? Ganteng? Hadeh! Aku kan nggak tahu Cha...udah cepatan gih sana ntar si tukang ojek marah besar sama kamu." Ucap Puja sembari terkekeh.

__ADS_1


Icha pun mendengus kesal karena Puja tidak menanggapi ucapannya tentang tamu Kenzo yang dianggapnya sangat tampan itu, diapun kemudian berlalu dari hadapan Puja dan melangkah menuju kearah ruangan Kenzo, Icha mengetuk pintu ruangan tersebut dan dengan cepat Ramon mempersilahkan Icha masuk, Kenzo hanya tersenyum melihat sang sahabat sangat antusias sekali dengan kedatangan Icha. Kenzo hanya menggelengkan kepalanya.


Pintu pun terbuka terlihatlah wajah cantik Icha tersenyum pada mereka berdua sembari menganggukan kepalanya tanda hormatnya pada Pak bosnya tersebut dan tamunya yang ada di ruangannya itu


Ramon menatap ke arah Icha tanpa kedip, sedangkan Icha pun menjadi salah tingkah karena ditatap oleh tamu pak Bosnya itu yang terlalu tampan dalam pandangan matanya itu.


" Maaf pak Kenzo, di mana Pak berkas yang sudah bapak tanda tangani ?"


" Ada di atas meja, silakan diambil." Titah Kenzo.


Icha pun menganggukkan kepalanya, kemudian melangkah menuju ke arah meja kerja sang Bos, setelah dia menemukan berkas yang sudah ditandatangani oleh pimpinannya itu, dia pun kemudian melangkah hendak meninggalkan kedua orang itu sembari berpamitan, namun sebelum dia mengucapkannya dia langsung ditahan oleh Kenzo.


Kenzo kemudian berdiri dari duduknya dan mempersilakan Icha untuk duduk di sofa, Icha pun merasa bingung diapun berucap.


" Tadi kata bapak saat menghubungi saya tadi tidak ingin bicara di kantor melainkan di luar kantor, tapi kenapa Bapak ingin bicara dengan saya disini?"

__ADS_1


Kenzo tersenyum.


" Bukan saya yang ingin bicara denganmu, tapi teman saya ini." ucapnya, Icha pun menatap ke arah Ramon.


Ramon hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.


" Jangan takut Icha, temanku ingin berkenalan denganmu, silakan duduk dulu." ucap Kenzo.


Terasa berbunga-bunga di hati Icha, karena mendengar temannya Pak Bosnya itu mau berkenalan dengannya, Icha pun bergegas langsung duduk di sofa sembari tersenyum semberingah, kemudian Kenzo kembali duduk di samping sang sahabat, mereka bertiga terdiam sesaat, sedangkan Ramon masih tetap menatap Icha dengan lekat, Icha yang awalnya salah tingkah pun hanya bisa memberikan senyuman manisnya terhadap teman pak bosnya yang ada duduk di hadapannya itu, sembari bergumam di dalam hatinya.


" Apa yang ingin dibicarakan oleh temannya Pak Bos ini, tapi tidak apa-apa, aku akan menunggunya sampai dia berbicara, aku dengan puasnya menatap wajah tampannya, baru kali ini aku melihat lelaki nyata di hadapanku seperti yang aku idaman-idamkan selama ini." Gumamnya sembari terus tersenyum, Kenzo pun menoleh ke arah Ramon sembari bersuara.


" Ramon, kapan kamu mau perkenalannya dengan Icha, karena Icha itu tidak ada waktu banyak untuk berada di sini, pekerjaannya itu menumpuk di meja kerjanya." Tegur Ramon sembari tersenyum.


Ramon pun tersentak dengan teguran Kenzo, dia pun tersenyum dan mengusap wajahnya dengan pelan.

__ADS_1


" Oh maafkan aku, hehehe... Oh ya aku meminta pada temanku ini untuk mencegah kamu pergi terlebih dahulu dari ruangan ini, karena aku ingin mengenal kamu lebih jauh lagi."


Mendengar ucapan dari Ramon, Icha pun tersentak, perasaannya mulai gugup, merasa tidak percaya dengan ucapan lelaki tampan di hadapannya itu yang ingin mengenal dia lebih jauh lagi.


__ADS_2