Destination

Destination
12 Perjalanan


__ADS_3

Hari ini Rara akan ke Korea bersama Alvin. Ini adalah pengalaman pertamanya ke luar negeri berdua saja dengan sang bos. Rara menarik kopernya dan memasuķannya ke dalam mobil yang akan mengantarkannya menuju bandara. Mereka akan menaiki jet pribadi milik Alvin, membuat gadis itu merasa sedikit gugup, karena dia memang belum pernah naik jet pribadi sebelumnya.


Lima menit setelah kedatangan Rara, Alvin baru datang. Mereka sama-sama menaiki jet itu. Rara yang baru pertama kali menaiki jet pribadi, merasa takjub dengan interiornya, benar-benar sangat mewah dan dalam hati Rara, dia merasa sedikit norak.


Semoga saja aku bisa sering-sering naik jet ini.


Hmmm ... itu berarti aku harus terus menjadi asistennya?


Atau pacarnya?


Atau istrinya?


No no no


Tidak seperti itu


Tidak ada obrolan di dalam jet, membuat suasana terasa membosankan bagi Rara. Untungnya saja dia sering disuguhi dengan makanan dan minuman yang menggugah selera. Dia sesekali melirik atasannya itu, yang selalu terlihat cool dan gak banyak bicara.


“Kamu bisa tidur di kamar kalau lelah.”


Rara ingin sekali melakukannya, tapi demi sopan santun, dia masih duduk dengan tenang di hadapan sang bos. Dia akhirnya memutuskan untuk membaca novel yang dia bawa untuk menghilangkan rasa jenuh selama perjalanan.


...🌼🌼🌼


...


Rara terbangun di atas kasur empuk, masih di dalam jet. Bagaimana dia bisa berada di sini? Seingatnya dia sedang membaca novel.


Setelah merapihkan diri, Rara keluar. Dia mendapati bosnya itu sedang memandang ponselnya. Entah apa yang dia lihat sampai seserius itu. Rara berdeham pelan, sebagai tanda atas kehadirannya. Namun bosnya hanya diam saja.


Kenapa suasananya kaku seperti ini. Kenapa bukan Bryan saja yang ikut dengannya?


Lebih baik aku mengikuti sepuluh rapat di London, atau membuat kontrak kerja sama.


Lima menit kemudian seorang pramugari mengantarkan makanan dan minuman.


Sekarang aku seperti ratu yang bangun tidur langsung disuguhi makanan mewah. Tapi ini membuatku tidak nyaman. Seharusnya dia mengajak aku berbicara. Kalau aku tidak mengingat perkataan yang lain kalau dia tidak suka dengan orang yang banyak bicara, sudah sejak tadi aku mengajaknya berbicara. Biarlah dianggap sok kenal sok dekat. Daripada seperti ini!


...🌼🌼🌼


...


Mereka kini telah tiba di Korea dan menuju hotel. Besok pagi mereka akan rapat dengan seorang klien yang akan mengajak kerja sama untuk pembangunan sebuah hotel.


Rara menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Jam lima dia mandi, berendam dalam bathub dengan menggunakan aroma teraphi.


Jam tujuh kurang lima bosnya menelepon.


“Saya tunggu di restoran.”


Rara segera menuju restoran sebelum bosnya menunggunya terlalu lama.


Dia duduk di hadapan bosnya dengan elegan. Banyak pasang mata melihat ke arah mereka, membuat Rara merasa tidak nyaman.


“Besok malam kita akan menghadiri pesta. Di sana akan banyak pengusaha yang datang dari berbagai negara. Persiapkan dirimu!”


Rara mengerjapkan matanya beberapa kali di hadapan bosnya. Bukan maksudnya menggoda, hanya saja dia tidak siap dengan sebuah pesta.


Untung saja aku membawa gaun dan segala asesorisnya.

__ADS_1


Rara memang membawa perhiasan dan barang-barang branded yang pernah diberikan oleh mama dan sahabat-sahabatnya dulu.


Akhirnya bermanfaat juga! pikir Rara dalam hatinya.


Makanan yang menggugah selera disajikan di meja. Rara memakan makanannya dengan nikmat, tidak peduli dengan bos yang sejak tadi melihatnya makan tanpa jaim.


“Makan kamu banyak juga, ya!”


“He’em!” Rara menganggukan kepalanya dengan pelan, tidak sadar dengan siapa yang mengajaknya berbicara.


“Mau nambah lagi?”


“Mau!”


Alvin tersenyum dan memanggil waitress untuk memesan makanan yang berbeda.


Tidak lama kemudian piring kosong digantikan dengan makanan lain. Mata Rara tampak berbinar.


“Kamu tidak takut gemuk?”


“Aku takut tidak bisa menikmati hidup!”


Alvin tertawa. Seketika itu juga Rara baru sadar siapa yang kini duduk dihadapannya.


Omegod


Omegod


Omegod


Rara terus saja menggumamkan kata-kata itu, merasa malu pada dirinya sendiri.


Lagi-lagi Rara mengerjapkan matanya. Merasa bingung dan takjub. Tapi tidak lama kemudian dia melanjutkan lagi makannya.


Masa bodo lah. Yang penting makan!


“Ayo!”


Alvin mengajak Rara setelah wanita itu menghabiskan makanannya.


Mereka berkeliling kota Seol dengan mobil, lalu berhenti di sebuah taman yang mengadakan pesta kembang api. Rara segera mengambil ponselnya dan sibuk berfoto ria, untuk dikirimkan kepada mama dan sahabatnya. Mereka lalu berjalan kaki mengitari stand-stand kuliner. Lagi-lagi, dengan cueknya Rara membeli makanan yang dia inginkan. Bagi Rara, hidup memang Haris dinikmati, selagi masih bisa makan, ya makanlah dengan nikmat. Simpel, kan?


...🌼🌼🌼


...


Tadi pagi meeting berjalan dengan lancar dan langsung mendapat kesepakatan.


Malam ini Rara akan menghadiri pesta bersama Alvin. Dia telah memakai gaun dan perhiasan secukupnya. Yang jadi masalahnya adalah saat dia harus menghias diri. Berkali-kali dia memakai lalu menghapus makeup-nya. Akhirnya dia hanya memoleskan bedak bayi dan pelembab bibir berwarna orange.


Jam tujuh tiga puluh Alvin mengetok pintu kamar Rara.


“Kamu sudah siap?” Alvin nampak heran.


Bukannya mau ke pesta, ya!


“Ini buat kamu! Ayo kita pergi sekarang!”


Alvin menyodorkan beberapa paper bag yang bertuliskan merk terkenal. Rara meletakannya di atad sofa lalu mengambil tas pestanya.

__ADS_1


Langkahnya beriringan dengan Alvin. Pesta diadakan di hotel yang sama. Alvin menyodorkan lengannya untuk digandeng oleh Rara.


“Hapalkan wajah dan nama-nama mereka. Kamu harus bisa membedakan mana yang penjilat, mana yang licik dan mana yang bodoh tapi sok tahu.”


Rara mengangguk pelan.


Kedatangan Alvin dan Rara disambut dengan tatapan puluhan mata.


Tampan dan cantik. Itulah yang ada dalam pikiran mereka. Orang-orang mulai menghampiri Alvin, sekedar berbasa-basi dan selanjutnya menawarkan kerja sama.


Musik mulai mengalun. Beberapa pasangan mulai berdansa.


Jangan sampai aku diajak dansa!


Jangan sampai aku diajak dansa!


Jangan sampai aku diajak dansa!


Lagi-lagi Rara harus mengulangi kata-katanya agar doanya terkabul, karena dia memang sangat khawatir kalau sampai diajak berdansa.


“Ayo kita berdansa!”


Ternyata doaku tidak terkabul.


Mereka mulai ke arena dansa. Rara tanpa sadar menahan nafasnya, merasa cemas kalau dia akan tersandung atau menginjak kaki Alvin atau gaunnya sendiri.


Jangan sampai kakiku menginjak kakinya!


Jangan sampai aku tersandung!


Semoga ini cepat berakhir!


Sepuluh menit kemudian baru Rara bisa bernafas lega dan dia menuju meja yang menyajikan berbagai makanan dan minuman.


Rara meneguk minumannya dengan antusias dan mengambil beberapa potong kue. Dia ingin sekali mencicipi semua kue itu. Biarlah orang berpikir kalau dirinya norak. Belum tentu juga nanti dia akan bertemu dengan orang-orang itu lagi. Meskipun orang-orang tahu kalau dia datang bersama Alvin, CEO AZ GROUP.


“Enak?” tanya seorang pria berwajah asia.


Andai aku orang yang gampang jatuh cinta, aku pasti akan dilema siapa yang akan menjadi pacarku.


Memangnya pria-pria tampan yang selama ini aku temui tertarik padaku?


Entahlah, namanya juga mengkhayal. Yang penting hati senang pikiran fresh.


Asal jangan gila saja nanti.


Aish ... merusak kesenangan diri sendiri saja.


Rara menahan tawanya, merasa aneh dengan pikirannya sendiri yang terlalu percaya diri.


“Iya, enak.”


“Saya Park Soo Jun!”


“Khaira Nayara!”


Soo Jun langsung tertarik saat pertama kali melihat Rara. Untung saja saat ini Alvin tidak sedang bersama Rara, jadi dia bisa mengajaknya berkenalan. Sikap Rara yang apa adanya membuat Soo Jun penasaran.


Riasan Rara yang nampak tidak berlebihan memancarkan aura sendiri. Sementara itu di sudut lain, Alvin melihat Rara yang berbicara sambil tertawa dengan Soo Jun, salah seorang yang pernah bekerja sama dengannya.

__ADS_1


Kalau saja tadi dia tidak ke toilet dan dikerebutin oleh rekan-rekan bisnisnya yang ingin melanjutkan kerja sama lagi dengannya, dia sudah ingin pulang, karena sejujurnya di pun sangat malas berada di pesta seperti ini.


__ADS_2