Destination

Destination
18 Berikan Hatimu Untukku


__ADS_3

Alvin terbangun dari tidurnya saat dering ponselnya tidak berhenti berbunyi. Dia melihat siapa yang telah mengganggu tidurnya.


“Sayang, kamu kapan ke Indonesia? Mommy sudah kangen sekali sama kamu. Kalau kamu ke sini kenapa tidak pernah menemui mommy?”


“Aku sibuk!”


“Sesibuk apa sih, sampai-sampai tidak bisa menemui mommy?”


“Memang ada yang penting?”


“Ya tidak ada sih, tapi ... “


“Sudah ya, Mom!” Alvin langsung memutuskan sambungan telepon begitu saja. Dia menghembuskan nafasnya. Alvin lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


“Bry, ke tempatku sekarang!” Setelah menutup sambungan, Alvin lalu bergegas mandi.


...🌼🌼🌼...


Rara sedang melakukan video call dengan mamanya.


“Mama mau ke mana?” Rara melihat mamanya yang nampak cantik.


“Mama nanti mau ke undangan pernikahan anak teman mama. Anak keduanya mau menikah.”


“Oh!”


“Kamu kapan, Ra?”

__ADS_1


“Apanya, Ma?”


“Nikah? Mama sudah ingin menggendong cucu loh!”


“Kapan-kapan Ma. Mama saja yang kasih aku adik!”


“Rara!” Rara tertawa, senang sekali menggoda mamanya yang masih terlihat muda dan sangat cantik itu.


Setelah bervideo call dengan mamanya, Rara langsung menghubungi Rivan dan yang lain.


“Kamu kapan pulang, Beb?”


“Dua bulan lagi!”


“Kamu mau dibawain apaan, Riv?”


“Bawain hati kamu saja, khusus untuk aku!”


...🌼🌼🌼...


Bel apartemen Alvin berbunyi. Bryan dan Alvin saling memandang, jika Alvin terlihat sedang kesal, maka Bryan terlihat bingung. Alvin menyuruh Bryan untuk membukakan pintu.


“Alvinnn ... aku kangen!” Alvin memandang sang pengganggu dengan jengah.


“Kamu pergi saja. Aku sibuk. Ayo Bry!” Alvin menyuruh Nisya pergi, dan dia juga pergi dengan Bryan.


“Kemana ya, Bry?”

__ADS_1


“Ke rumah Leo saja, lah!” Bryan melajukan mobilnya ke rumah Leo. Ternyata di rumah Leo ada Emma, mereka ingin jalan-jalan ke mall. Dengan inisiatifnya sendiri, Emma langsung menghubungi Lyan dan Rara, meminta mereka untuk bertemu dengannya. Tentu saja tanpa mengatakan kalau Bryan dan sang CEO juga ada. Akan terasa canggung jalan-jalan ke mall dengan CEO mereka. Alvin sebenarnya malas, dia datang ke rumah Leo hanya untuk menghindar dari Nisya. Sedangkan Bryan ingin ikut ke mall untuk mengganggu Leo dan Emma. Bryan tersenyum jail, tidak akan dia biarkan temannya itu berkencan dengan tenang.


Jam sebelas kurang Lyan dan Rara sudah ada di depan mall. Mereka langsung menuju tempat makan yang diberi tahu oleh Emma.


Selain Emma, yang lain nampak terkejut satu sama lain. Alvin nampak menahan senyum.


Tidak sia-sia ke rumah Leo dan ikut ke sini!


Mereka nampak berpasangan.


“Alvin! Katanya kamu sibuk, kok malah ada di sini?” siapa lagi kalau bukan Nisya.


“Memang. Aku lagi rapat sama mereka. Kamu pergi jauh-jauh, jangan sampai mengganggu konsentrasi kami!” Alvin benar-benar tega pada Nisya, yang lain nanya diam, tidak berani buka suara.


“Alvin, kamu kok gitu, sih!” Nisya berdecak kesal. Matanya sudah memerah.


Rara, Emma dan Lyan sebenarnya tidak tega pada Nisya. Tapi mereka hanya bisa diam saja, tidak ingin mencampuri urusan pribadi Alvin dan Nisya.


Nisya memandang sinis Rara yang duduk di samping Alvin.


Pasti kamu godain Alvin.


Kenapa dia lihat aku seperti itu, aku kan enggak ngapain-ngapain.


“Ayo kita lanjutin rapatnya!” Alvin berkata tegas dan menatap tajam pada Nisya. Mau tidak mau Nisya meninggalkan mereka dengan hati yang sangat kesal.


Aku laporin ke mommy kamu!

__ADS_1


Setelah Nisya pergi, suasana nampak canggung. Sangat terlihat kalau bis mereka itu tidak menyukai Nisya, tapi mereka juga tidak ingin memihak siapa-siapa.


“Pesan apa saja yang kalian mau. Saya yang bayar!”


__ADS_2