Destination

Destination
14 Wisuda


__ADS_3

Musim berganti, tahun berlalu. Sekarang adalah hari wisuda Rara. Mama dan sahabatnya sudah datang sejak kemarin.


Wajah Rara terlihat sangat cantik, masih dengan polesan sederhananya. Wajahnya berseri-seri, karena dia berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan nilai tertinggi. Satu lagi perjuangannya telah berakhir.


Jasmine, Lyan dan Emma juga menyempatkan hadir memberikan selamat walau hanya sebentar. Malam nanti mereka akan makan malam bersama, untuk merayakan kelulusan Rara.


Acara wisuda berjalan dengan lancar. Mama menangis haru saat nama Rara dipanggil dan diumumkan sebagai lulusan terbaik.


Anakku sudah dewasa dan semakin cantik. Aku ingin dia segera mendapatkan pendamping hidup yang bisa membahagiakan dan menjaganya seumur hidupnya. Sebagai seorang ibu, aku sangat bangga akan dirinya. Aku tidak ingin dia menderita. Ya Allah, berikanlah kebahagian kepada anakku. Dia adalah sumber kebahagiaanku. Untuknya aku berjuang dan karenanya aku bertahan.


Rara memeluk mama dan sahabat-sahabatnya. Mereka foto bersama. Keceriaan terlihat di wajah mereka semua.


Nampak dari jauh, ada yang memperhatikan mereka. Wajahnya menyunggingkan senyum. Dia diam-diam mengabadikan momen itu dalam video dan foto. Sudah banyak foto yang dia ambil. Saat Rara tersenyum, dia ikut tersenyum. Dia ikut merasakan kebahagiaan yang dia rasakan.


“Selamat atas kelulusanmu, Sayang. Aku sangat bangga padamu!”


...🌼🌼🌼


...


Acara makan malam ini terasa hangat dan menyenangkan. Ruang VVIP yang dihias dengan bunga-bunga terlihat semakin indah.


Ada beberapa pria teman kerja Rara yang juga hadir. Seperti Leo dan Bob. Karina langsung senyum bahagia, melihat para pria tampan itu.


Akhirnya ... ternyata Rara benar. Ganteng-ganteng.


Yang mana nih?

__ADS_1


Yang mana nih?


Yang mana nih?


Berkali-kali dia menanyakan hal itu dalam hatinya, padahal belum tentu juga para.ptia itu mau dengannya, kan?


Pintu terbuka. Alvin dan Bryan datang.


“Selamat atas kelulusanmu!” ucap Bryan.


“Makasih.”


“Mereka siapa, Ra?” tanya Tony.


“Yang tadi bicara, Bryan. Asisten pertama. Yang diam saja, CEO aku!”


“Omegod omegod omegod!” Siapa lagi yang berkata seperti itu kalau bukan Karina.


Suasana jadi sedikit canggung.


“Jangan sungkan, silahkan nikmati pestanya!” ucap Alvin.


Leo dan Bob akhirnya mencairkan suasana. Ruang VVIP yang dilengkapi dengan fasilitas karaoke ini dipenuhi tawa.


“Mama jadi berasa muda lagi.”


“Mama kan memang masih muda dan cantik!” kata Tony mengedipkan matanya.

__ADS_1


“Astaga Ton. Nyadar diri woi. Mama Rara juga kamu godain!” kata Tia. Yang lain hanya tertawa, terutama mama. Rara bersandar manja di pundak sang mama.


Mereka bernyanyi dan menari. Bermain game (kecuali Alvin) dan menikmati makanan yang disajikan. Saat Rara sibuk dengan teman-temannya, mama menghampiri Alvin dan memberikan kue yang diterima Alvin dengan kaku.


Acara berlangsung sampai jam dua belas malam. Rara, mama dan sahabatnya kembali ke apartemen. Sedangkan yang lain kembali ke tempat masing-masing.


Tidak seperti apartemen sebelumnya, apartemen yang sekarang terdiri dari dua kamar tidur. Tempat tidurnya juga lebih besar.


Meskipun seharian sibuk, tetapi tidak membuat muda-mudi itu lelah. Mereka tetap melanjutkan obrolan mereka di ruang tamu apartemen. Cemilan dan minuman tetap disediakan oleh sang mama. Tidak ada yang merasa kenyang, mungkin seperti itulah perut anak muda.


“Jadi kapan kamu pulang ke Indonesia?” tanya Rivan.


“Belum pasti. Aku harus menyelesaikan kontrakku di sini dan berkas-berkas di kampus.”


Jam menunjukkan pukul tiga. Mereka tergeletak di lantai dengan TV yang masih menyala. Rivan dan Tony ada di sebelah kanan. Sedangkan para perempuan di sebelah kiri yang dibatasi oleh meja kecil tempat menyimpan makanan dan minuman. Keadaannya seperti kapal pecah. Berantakan!


Mama keluar kamar dan menggelengkan kepala. Dia segera membersihkan kekacauan yang dibuat oleh para anak muda itu dan mematikan TV.


...🌼🌼🌼


...


Teh, kopi, dan susu sudah tersedia di meja. Sesuai dengan selera masing-masing. Mama sudah sangat hapal dengan selera mereka. Dia sudah seperti orang tua kandung mereka semua. Perhatian dan pengertian.


Siapa yang merasa sangat beruntung? Masing-masing dari mereka merasa beruntung.


Saling berbagi dan melengkapi. Berbagi canda tawa.

__ADS_1


Saling membantu disaat susah.


Itulah sahabat!


__ADS_2