
Alvin tiba di perusahaan dengan keadaan sangat senang. Dia langsung memerintahkan untuk melakukan rapat dadakan, membuat karyawan dan petinggi di bagian design, pemasaran, dan produksi ketar-ketir.
Alvin memasuki ruang rapat, membuat yang lain menegang.
"Segera luncurkan produk baru. Aku sudah mendapatkan logo untuk produk yang akan dibuat. Bagian produksi harus membuat terobosan rasa yang baru. Sesuaikan dengan selera pasar dan trend anak muda saat ini."
Pria itu lalu meminta Bryan untuk menyalakan laptop yang sudah terhubung dengan layar besar yang ada di belakang mereka, menghadap para peserta rapat itu.
"Ini logo yang akan digunakan."
Bagian design saling lirik, bertanya dalam hati dari mana bosnya itu mendapatkan logo itu. Mereka sangat gugup, karena gagal melakukan pekerjaan yang diminta. Apa mereka akan dipecat?
"Lain kali bekerjalah lebih giat lagi! Aku tidak membayar kalian untuk berleha-leha. Untuk apa aku memiliki karyawan di bagian design kalau aku sendir juga yang harus mengurus semua ini, hah!" Mereka terlonjak kaget mendengar bentakan pria itu.
__ADS_1
Dua jam kemudian mereka baru keluar dari ruang rapat dengan wajah pucat dan gemetaran. Yang perempuan rasanya ingin menangis, sedangkan yang laki-laki hanya bisa mengisap wajah mereka dengan kasar.
Gaji bekerja di anak perusahaan AZ group saja memang sangat besar. Masih mengalahkan gaji di perusahaan utama yang ada di luar group AZ.
Jam makan siang, gosip mulai menyebar. Ada yang mengatakan kalau bagian design gagal mendapatkan bonus. Mendengar itu, yang lain menjadi ikut cemas. Jangan sampai kinerja mereka baik sebagai tim atau perorangan mengalami kemunduran. Bisa-bisa bukan hanya tidak mendapatkan bonus, tapi pemecatan. Dipecat dari perusahan besar tentu saja hal yang sangat memalukan.
...🌼🌼🌼...
Hari ini Rara mendapatkan undangan dari acara fashion week. Ini kesempatan emas padanya. Dia bisa belajar banyak hal dari orang-orang yang sudah berpengalaman. Rara tampil sangat cantik malam ini. Menggunakan gaun berwarna gold dengan riasan wajah yang tidak berlebihan.
Untung saja dia memiliki mama dan sahabat-sahabat seperti Tia dan Karina, yang bisa mengajarinya berdandan sendiri.
"Kamu pergi sama siapa, Ra?"
__ADS_1
"Sama Rivan. Nanti bertemu dengan Karina, Tony dan Tia di sana. Mereka kan punya orang dalam, jadi bisa mendapatkan undangan juga."
"Rasa, ayo jalan!" teriak Rivan dari luar pintu.
"Ma, Rara pergi dulu, ya."
"Iya, Sayang. Hati-hati di jalan, ya."
Rara tidak lupa mengecup kedua pipi mamanya. Gadis itu memakai heels yang tidak terlalu tinggi, karena dia tidak mau sampai berjalan dengan aneh di sana.
"Ayo."
Malam ini Rivan menggunakan jas berwarna coklat tua, yang sangat cocok dengan gaun yang digunakan oleh Rara. Untung saja jalanan tidak macet, jadi mereka bisa sampai di tempat tujuan dengan cepat.
__ADS_1
Di sana sudah banyak wartawan yang sedang mewawancarai beberapa orang artis. Yang paling penting untuk diliput tentu saja penampilan mereka yang WOW, dan para artis itu juga saling pamer penampilan.