
“Vin, kenapa tidak ke rumah?” tanya mamanya yang bernama Mauren. Alvin diam saja, tidak menjawab pertanyaan itu.
“Besok kita akan mengadakan makan malam bersama dengan keluarga Nisya juga, kamu harus datang, ya.”
“Aku tidak ingin bertemu dengan mereka!”
“Tapi Vin ... “
“Sudah ya, Ma!” Alvin segera menutup telepon itu dan menghela nafas dengan kasar. Dia mengusap wajahnya, dan merebahkan diri ke kasur.
...🌼🌼🌼
...
Rara nampak sibuk membantu mamanya di dapur. Mereka akan membuat brownies. Tidak lama kemudian Rivan dan Tony datang membawakan buah-buahan.
Setelah selesai membut kue dan menunggunya matang, mereka bertiga duduk sambil menonton TV.
“Aku lagi pedekate, nih!”
“Tiap hari juga kamu pedekate, Ton!”
“Kali ini serius.”
“Tiap hari kamu bilang begitu.”
“Cewek ini berbeda.”
“Itu juga yang kamu bilang setiap hari.”
Ini cewek paling cantik yang pernah aku lihat!
Ini cewek terimut yang pernah aku kenal!
__ADS_1
Ini cewek terbaik yang pernah aku temui!
Ini cewek terkalem yang pernah aku tahu!
Bla bla bla ...
Bla bla bla ...
Bla bla bla ...
BOSAN!
“Ini cewek yang ter ... ini cewek yang ter ... ini cewek yang ter ... ! Terus apa kabarnya aku, Karina dan Tia?” Tony hanya cengengesan.
Rara membuka kulit jeruk dan melemparkannya ke arah Tony. Tidak lama kemudian ponsel Rara berbunyi, sebuah pesan masuk.
[Bisa besok kita bertemu di Kelapa Gading? Ada yang ingin saya sampaikan]
Dari nomor yang tidak dikenal. Rara tidak mempedulikan pesan tersebut, namun dirinya juga penasaran.
[Tolong temui saya besok di jam makan siang. Banyak yang ingin saya katakan!]
Lagi-lagi Rara tidak membalas pesan tersebut.
...🌼🌼🌼
...
Setiap hari Rara membiarkan pesan tersebut, dan setiap hari juga pesan itu masuk. Pagi siang sore malam! Yang meminta Rara untuk bertemu dengannya. Tapi dia tidak ingin bertemu dengan orang itu.
Sebuah pesan lagi masuk, Rara sudah nampak kesal dan ingin segera mematikan ponselnya, namun yang menghubunginya ternyata Alvin.
[Bagaimana dengan tawaranku? Apa kamu mau bekerja di AZ Group?]
__ADS_1
Oya aku lupa!
Rara menepuk jidatnya.
[Aku akan memikirkannya dulu. Maaf akhir-akhir ini aku sangat sibuk di butik mama jadi sempat melupakannya]
Rara segera mengirim pesan tersebut, tidak membutuhkan waktu lama, dia segera mendapatkan balasan dari Alvin.
[Tidak apa, aku akan menunggu jawabanmu. Kabari aku secepatnya, ya!]
[Baiklah. Sampai bertemu lagi]
[See you. Have a nice dream]
...🌼🌼🌼
...
Pagi ini mama Rara membuat nasi kuning kesukaan Rara. Seperti biasanya juga, muda-mudi perusuh itu sudah mendatangi rumah Rara dengan membawa berbagai macam kebutuhan makan. Ada yang membawa sembako, buah-buahan, lauk dan sayur mayur, tak lupa bahan-bahan membuat kue.
Gitu-gitu mereka juga sadar diri loh, tidak hanya mau makan gratis saja! Mama Rara sudah sering melarangnya, namun mereka tetap membawakannya. Mama Rara merasa terharu dengan sahabat-sahabat Rara. Dia senang Rara memiliki sahabat yang baik, yang sudah terjalin selama bertahun-tahun. Terutama dengan Rivan yang sudah dia anggap sebagai putra sendiri. Mama Rara dan orang tua Rivan juga sering bertukar kabar melalui ponsel. Bahkan itu dilakukan seminggu sekali.
Tony sibuk memakan pisang sambil membakar ayam.
Karina memasukan bahan makanan ke dalam kulkas.
Tia mencuci piring.
Rara membuat minuman segar.
Rivan mencuci buah-buahan.
KOMPAK!
__ADS_1
Selalu bekerja sama dalam hal sekecil apapun.