Destination

Destination
35 Kerja Bakti


__ADS_3

Hari ini Rara ingin membersihkan kamarnya. Ada satu lemari yang isinya barang-barang sejarah. Sejarah menurut Rara, tapi bagi orang lain itu sebagian dari itu adalah sampah. Tapi itu masih rencana, karena biasanya dia akan berubah pikiran dan malah membaut rancangan baru atau membantu mamanya memasak.


"Pagi, Ma."


"Pagi, Rivan."


Pagi-pagi sekali Rivan sudah datang ke rumah tetangga. Memang tetangga tidak tahu malu si Rivan ini!


Pria tampan yang belum mandi itu langsung pergi ke ruang makan, apalagi tujuan utamanya kalau bukan ingin merampok makanan.


Ada singkong rebus dan pisang yang juga direbus.


"Wah, enak nih." Tangan Rivan langsung mencomot pisang rebus. Mama hanya tertawa geli melihat kelakuan anak laki-lakinya itu. Pria itu dengan terampil membuat teh sendiri.


Rara yang baru turun dari kamarnya, menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabat rasa saudara itu.


"Ampun dah ini cowok, benar-benar enggak ada malunya."


"Ayo Ra, sarapan dulu."


Rara mendengkus mendengar perkataan Rivan. Mana tamu mana tuan rumah, coba?

__ADS_1


Rara meminum teh hangat buatan Rivan dan memakan singkong rebus.


"Ra, bantuin aku beres-beres rumah, ya!"


"Dih, kamar aku aja belum aku bersihkan."


"Emangnya kamar kamu kotor?"


"Ya enggak, sih."


"Bantuin Rivan, Ra. Nanti mama masakin makanan kesukaan kalian berdua."


"Oke, Ma."


"Lihat senyum mereka, aku punya firasat yang enggak enak nih!" ucap Tony.


Rara dan Rivan langsung mengajak Tony, Karina dan Tia ke dalam, memberikan sapu dan pembersih debu.


"Tuh kan, niat hati ingin makan gratis, apa daya tenaga yang diminta gratis. Miris ris risss rissss!"


Mereka terkekeh mendengar gerutuan Tony.

__ADS_1


Karena banyak yang membantu, akhirnya pekerjaan itu cepat selesai. Orang yang biasanya membersihkan rumah Rivan sedang pulang kampung, jadilah Rivan yang harus membersihkannya.


Setelah selesai, mereka lalu memperindah halaman rumah Rara. Ada yang mencabut rumput liar, ada juga yang menyapu daun-daun yang berguguran.


"Tadi aku beli bunga kesukaan mama," ucap Karina, lalu mengeluarkan bunga dari dalam mobil.


Tony langsung menanam bunga itu, karena kalau untuk urusan ini, Tony dianggap bertangan dingin. Apa saja yang ditanamnya akan tumbuh dengan subur. Menanam buah, maka pohon buah itu akan tumbuh dengan lebar bahkan berbuah. Sedangkan yang lain pernah menanam, bukannya tumbuh malah layu lalu mati.


Tony juga membelikan pohon jambu kristal yang sudah dicangkok. Mama yang melihat itu tersenyum. Merasa bahagia memiliki banyak anak, meski bukan anak kandung.


Mama keluar dengan membawakan minuman dingin dan cemilan. Minuman itu langsung diserbu hingga tandas.


...🌼🌼🌼...


Alvin sedang berada di London untuk mengurus perusahaan yang ada di sana. Dia memijat keningnya, merasa lelah dengan pekerjaan yang menumpuk ini. Dia meminum jus jeruk, dan memakan potongan apel. Di depannya, sang asisten juga sedang sibuk memeriksa beberapa berkas.


"Oya, besok pagi ada pertemuan dengan perusahaan GR. Mereka ingin mengajukan kerja sama untuk pembangunan hotel di Bali."


Alvin melirik asistennya.


"Kenapa tidak bertemu di Jakarta saja?"

__ADS_1


"Itu karena Anda sangat susah ditemui saat ada di Jakarta, jadi pihak mereka yang mengejar ke sini."


__ADS_2