Destination

Destination
7 Pindah Tugas


__ADS_3

Mama dan yang lain sudah kembali ke Indonesia. Aktivitas Rara tetap berjalan dengan lancar.


“Rara, mulai besok kamu tidak lagi bekerja di hotel ini,” ucap Jasmine tanpa beban.


“Saya dipecat?”


“Hahaha ... santai dong Ra! Kamu tidak dipecat, kok. Hanya dipindah tugaskan saja. Kamu akan bekerja di kantor pusat AZ group sebagai asisten kedua CEO.”


“Apa?”


“Tenang saja, hanya asisten kedua. Apartemen kamu juga nanti pindah ke dekat perusahaan.”


“Tapi kenapa harus aku?”


“Hmmm ... mungkin biar pengalaman kamu bertambah. Ya sudah, nikmati saja, ya.”


Cara bicara Jasmine terdengar santai, tapi raut wajahnya itu loh, tidak santai.


Ada apa sih? Kenapa aku jadi takut begini?


Rara berusaha menyelesaikan sisa pekerjaannya di hotel ini. Dia tidak ingin meninggalkan beban kepada penggantinya.


...🌼🌼🌼


...


Keesokan paginya Rara sudah ada di kantor pusat AZ group. Seorang pria berwajah tampan sudah menunggunya di loby.


Ah, aku harus selalu ingat kalau AZ group adalah pusatnya pria-pria tampan. Tidak di hotel, atau pun di sini, mereka selalu menyilaukan mata. Karina dan Tia, haruskah kalian iri padaku?


Mereka menaiki lift khusus menuju lantai 49. Tidak ada pembicaraan di dalam lift. Itu membuat Rara semakin tegang. Bekerja di perusahaan asing meski di negara sendiri saja bisa tegang, apalagi ini, di negara orang.


“Silahkan tunggu di sini. Oya perkenalkan, nama saya Brian. Saya asistem Mr. Alvin. Tugas kamu adalah membantu pekerjaan Mr. Alvin di saat saya tidak ada di tempat.”


“Baik, saya mengerti Mr. Brian.”


“Panggil saja Brian. Sepuluh menit lagi Mr. Alvin akan datang.”


Sepuluh menit berjalan dengan alot. Rara duduk di sofa ruang tunggu seorang diri. Pintu dibuka. Brian menyuruh Rara untuk mengikutinya. Rara berusaha melangkah dengan tegak, meski kakinya sudah gemetaran.


Semoga saja bosnya enggak mesum. Ya ampun, kenapa aku berpikiran buruk seperti ini?


Yang ada dalam pikiran Rara, bosnya itu tidak lagi muda. Tali juga tidak jelek. Masa sih pemilik perusahaan besar seperti ini berwajah jelek?


Siapa tahu saja aku berjodoh dengan cucunya.

__ADS_1


Rara berusaha menahan tawanya. Bisa-bisanya dia yang saat ini sedang tegang, malah menghayal menjadi nona milyarder dadakan.


“Mr. Alvin tidak suka dengan orang yang banyak bicara dan sering melakukan kesalahan. Pagi hari saat beliau telah tiba, siapkan kopi, jam sembilan siapkan cemilan. Lalu jam tiga siapkan teh dan cemilan lain.”


Ternyata bos besar suka ngemil, sama seperti aku, dong?


Brian mengetok pintu sebanyak dua kali. Setelah dipersilahkan masuk, Brian lalu membuka pintu.


“Sir, ini Ms Khaira Nayara yang akan menjadi asisten kedua Anda.”


Mr. Alvin lalu mengangkat wajahnya. Dia dan Rara sama-sama terkejut. Pria itu adalah orang yang mengembalikan kalung pemberian mamanya.


“Dia yang akan menjadi asistenku? Apa dia mampu?”


“Ms Khaira adalah mahasiswi yang mendapat beasiswa S2 dari perusahaan Anda, dan selama di sini, dia bekerja di hotel.”


“Oh, jadi begitu. Ya sudah, jangan mengecewakan. Brian, beri tahu dia apa saja tugas-tugasnya!”


“Yes Sir. Kami permisi.”


Brian dan Rara meninggalkan ruangan itu.


“Lyan, ini Ms Khaira Nayara. Dia akan menjadi asisten kedua Mr. Alvin.”


Rara dan Lyan berjabat tangan. Lyan wanita yang cantik, sama seperti Jasmine. Dia juga terlihat ramah. Semoga saja mereka bisa berteman baik.


Brian lalu menjelaskan pekerjaan apa saja yang harus dilakukan Rara.


Menemani rapat di mana pun dan kapan pun.


Bukannya itu berarti aku akan sering jalan-jalan? Semoga saja dia sering keluar negeri. Yeeeyyy ... ada untungnya juga nih.


Menemani CEO menghadiri pesta jika diperlukan.


Itu berarti aku harus memakai gaun dan berdandan? Ah, merepotkan saja. Semoga saja tidak ada pesta selama aku menjadi asistennya.


Menyiapkan kebutuhan CEO luar dalam.


Maksudnya? Dalaman? ****** *****? Astaga, aku kan bukan istrinya. Lagi pula kenapa kalimatnya ambigu begitu. Bisakah diperjelas agar pikiranku tidak mesum. Ternyata pekerjaan ini tidak enak. Rivaaannn help me!


Lakukan semua yang diperintahkan CEO.


SEMUA? Masih dalam batas yang wajar kan. Dia bukan pria mesum, kan?


Muda, tampan dan kaya ... hanya untuk dikagumi, jaga jarak sebaik mungkin. Pria seperti itu biasanya berbahaya.

__ADS_1


Rara mulai mempelajari apa saja yang disukai dan tidak disukai oleh sang CEO. Seperti makanan, hobi, warna.


Aku kan jadi asistennya, bukan pacar apalagi istrinya. Ck, bagaimana ini?


Rara lalu diberikan laporan mengenai hotel yang harus dia rapihkan. Berbagi tugas dengan Brian dan Lyan. Mengatur jadwal rapat dan menyerahkannya pada Brian.


...🌼🌼🌼


...


Lyan mengajak Rara untuk makan siang.


“Jadi kamu asisten yang baru?” tanya Emma, salah seorang karyawan.


“Benar.”


“Berarti kamu yang kesepuluh.”


“Maksudnya?”


“Sudah ada sembilan orang sebelum kamu. Tapi mereka tidak betah, jadi mundur setelah satu bulan bekerja.”


“Mereka saja yang kerjanya tidak benar. Aku dan Brian harus membenarkan pekerjaan mereka sebelum diserahkan kepada atasan,” terang Lyan.


Apa aku tumbal. Yang jelas mana mungkin aku mengundurkan diri. Jadi ini tujuannya? Oke Rara, bertahanlah. Setelah lulus dan kontrak berakhir, kamu akan kembali ke Indonesia. Dan itu tidak lama lagi!


...🌼🌼🌼


...


“Kopi buatan siapa ini?”


“Saya, Sir!”


“Oh, pantas rasanya beda dengan yang biasa saya minum. Biasanya Brian yang membuat. Ya sudah, kamu boleh keluar.”


Kopi pertama buatannya. Entah itu enak atau tidak, Rara juga tidak tahu. Untung saja bosnya itu tidak menyuruh dia berulang kali membuat kopi karena rasanya tidak pas. Biasanya bos akan bersikap seenaknya, karena dia yang memberi gaji.


Brian memerhatikan Rara yang sedang bekerja. Selama ini dia juga merasa puas dengan hasil pekerjaan Rara. Orang-orang sebelum Rara, selalu saja mencari perhatian dirinya agar bisa dekat dengan bos besar mereka. Apa mereka pikir bos mereka akan sembarangan mencari perempuan untuk dijadikan pacar apalagi istri?


...🌼🌼🌼


...


Setelah makan siang, Rara pergi ke kampusnya. Dia harus menemui dosennya untuk menyerahkan laporan. Dia tidak perlu repot-repot untuk mencari perusahaan dan mendapatkan data. Cukup meminta data dari perusahaan untuk dijadikan bahan makalah dan tesis nanti. Jasmine, Bryan dan Lyan juga membantunya. Karena AZ group merupakan perusahaan besar yang tidak mudah mendapatkan pekerjaan di situ, apalagi membuat makalah tentang perusahaan itu, tentu saja Rara mendapat nilai tertinggi. Bryan dengan senang hati merevisi tugas-tugas kuliah Rara yang berhubungan dengan AZ group.

__ADS_1


__ADS_2