Detektif Horror

Detektif Horror
Bab 13 - Mawar Dalam Bahaya


__ADS_3

Cara untuk mengukur kekuatan lawanmu, adalah dengan bertarung melawannya. Jika tidak begitu, cara apapun yang akan dipakai nanti, hanyalah sebuah prediksi yang tidak pasti.


***


Pramuja dan Zulfikar mengantarkan Puspa dan Lestari sampai ke villa tempat mereka menginap. Dari jauh terlihat sebuah mobil asing sedang terparkir di depan villa.


"Mobil siapa itu?" Lestari menunjuk mobil yang terparkir di halaman villa.


"Tidak tahu. Aku merasa tidak ada janji dengan siapa pun," jawab Puspa.


Dari arah pintu masuk villa, tampak dua orang pria bertopeng sedang menyeret paksa Mawar. Mawar terlihat berusaha meronta sekuat tenaganya.


Melihat kejadian itu, keempat orang itu segera berlari ke arah villa.


"Lepaskan gadis itu!" hardik Zulfikar. Dia maju lebih dekat dengan para penjahat itu.


"Kalian orang asing, jangan ikut campur!" kata salah satu pria bertopeng.


Dari dalam mobil, keluar dua orang bertopeng yang lainnya. Sekarang ada 4 orang bertopeng yang sepertinya mempunyai niat yang jahat.


Zulfikar sekarang dikepung oleh keempat orang pria bertopeng itu. Zulfikar tampak memasang kuda-kuda dengan tenang.

__ADS_1


"Cepat bantuin dia! Dia dalam posisi yang sangat berbahaya." Lestari berkata dengan cemas.


Puspa segera menyusul Zulfikar. Dengan kemanpuan beladiri yang dimilikinya, dia sama sekali tidak takut berhadapan dengan para penjahat itu.


"Kenapa kau hanya diam? Apa kau tidak mau membantu temanmu?" tanya Lestari kepada Pramuja.


"Tenang saja! Dia pasti bisa mengatasinya dengan mudah." Pramuja tersenyum penuh arti.


Keempat pria bertopeng itu, maju untuk menyerang Zulfikar dan Puspa. Zulfikar dengan mudah menangkis serangan dua orang yang mengeroyoknya dan melancarkan serangan balasan yang membuat kedua orang itu jatuh tersungkur.


Dua orang sisanya kini maju untuk menyerang Puspa. Dengan secepat kilat, Puspa melayangkan tendangan bertubi-tubi, sebelum kedua orang itu sempat melancarkan serangan ke arahnya.


Zulfikar merasakan pasir menyerbu matanya dan membuat matanya menjadi perih. Di saat Zulfikar lengah, para penjahat itu mengambil kesempatan untuk kabur.


Puspa tidak lagi memikirkan untuk mengejar para penjahat itu karena melihat Zulfikar yang sedang kesulitan. Dia mendekati Zulfikar dan membantu membersihkan pasir yang ada di wajahnya. Dengan cemas, Puspa meniup kedua bola mata Zulfikar.


Zulfikar merasakan ada kesegaran menyentuh permukaan matanya. Rasa perihnya akibat serangan pasir tadi perlahan-lahan memudar. Matanya kini sudah lebih jelas untuk melihat wajah cantik Puspa yang terlihat mencemaskannya.


"Kau tidak apa-apa, Zul?" Pramuja yang juga mencemaskan Zulfikar, sudah berjongkok di hadapan Zulfikar yang tadi sempat terduduk lemas.


"Tidak apa-apa, Pram. Tadinya mataku sangat perih, tapi tiba-tiba aku merasakan ada angin surga yang menyentuh kedua bola mataku," sahut Zulfikar.

__ADS_1


"Cie, cie, cie ... romantisnya Mas Zul dan Kak Puspa," ledek Lestari.


"Huss ... apaan sih!" Puspa menjadi salah tingkah.


Karena asyik menggoda Zulfikar dan Puspa, Lestari hampir saja melupakan Mawar. Dia menghampiri Mawar yang terlihat masih ketakutan itu.


"Kamu tidak apa-apa kan, Mawar?" tanya Lestari. Mawar hanya mengangguk lemah.


"Untuk sementara, kamu tinggal di sini saja bersama kami. Ada Kak Puspa yang bisa menjagamu. Lagipula di villa tak jauh dari sini, ada kedua Mas ini yang juga bisa kita andalkan," ujar Lestari.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi di sini?" tanya Pramuja kepada Mawar.


"Ceritanya panjang, Mas!" desah Mawar.


"Bagaimana kalau Mas Pram dan Mas Zul masuk dulu ke dalam villa kami. Nanti kita bisa membicarakan masalah ini di dalam," tawar Lestari.


Pramuja dan Zulfikar dengan senang hati menerima tawaran Lestari. Mereka merasa itu adalah permulaan yang bagus untuk mengungkap misteri yang ada di desa penuh bunga itu. Mawar pasti mempunyai cerita yang menarik dan bisa jadi ada petunjuk yang besar di dalam ceritanya nanti.


Cahaya matahari semakin lama, semakin memudar. Sore hari akan segera tiba. Pramuja dan Zulfikar kini berada di dalam villa tempat Lestari dan Puspa menginap. Mereka sudah siap untuk mendengarkan cerita dari Mawar.


***

__ADS_1


__ADS_2