
Dua orang polisi yang menangani kasus bunuh diri Linda, sudah datang menghadap ke ruangan AKP Hendarto. Mereka terlihat agak kebingungan karena merasa kasus yang merekan tangani itu sudah terselesaikan.
AIPTU Wawan Kurniawan adalah orang yang memimpin penyelidikan di lapangan bersama anak buahnya, Briptu Rendra Mahendra. Mereka mengaku tidak menemukan hal yang mencurigakan di TKP.
"Petugas kebersihan adalah borang yang pertama kali menemukan mayat korban di TKP. Dia curiga ada salah satu pintu toilet yang tertutup, sedangkan jam pulang sekolah telah lama usai. Dia mencoba mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban. Dia mencoba menarik handle pintu dan ternyata tidak terkunci. Dia cukup kesulitan membuka pintu karena mayat korban terjatuh tepat di belakang pintu dan menghalangi pintunya. Petugas kebersihan itu segera memanggil penjaga sekolah. Mereka lalu menelepon polisi setelah memastikan tubuh korban sudah tidak bernyawa." AIPTU Wawan menerangkan.
"Apa ada rekaman CCTV saat kejadian? Maksudnya rekaman yang memperlihatkan korban masuk ke dalam toilet." Pramuja mulai bertanya.
"Tentu saja ada. Semua bukti, baik foto, video, maupun catatan yang berkaitan dengan kasus itu, ada di situ." AIPTU Wawan menunjuk barang-barang yang ada di atas meja AKP Hendarto.
"Ada CCTV di lorong menuju toilet. Toilet itu sangat jarang digunakan karena letaknya ada di lantai 3 gedung sekolah. Letaknya juga diujung lorong. Yang menggunakannya hanyalah siswa-siswi yang kelasnya ada di lantai 3. Setelah korban masuk, ada 3 orang siswi lain yang masuk setelahnya. Dan orang terakhir yang masuk adalah petugas kebersihan. Kami sudah menginterogasi siswi-siswi yang ada di TKP tersebut, tapi tidak ada yang mencurigakan dari pengakuan, maupun barang bawaan mereka." Briptu Rendra menambahkan. Dia merasa sudah sangat teliti menangani kasus itu.
"Posisi mayat korban yang menghalangi pintu, memperkuat dugaan kami bahwa korban memang tewas karena bunuh diri. Jika korban dibunuh, seharusnya mayat korban tidak menghalangi pintunya karena pelaku membutuhkan celah atau ruang untuk keluar dari toilet." AIPTU Wawan menjelaskan hasil penyelidikannya dengan penuh keyakinan.
"Baiklah, kalian boleh pergi. Pramuja dan Zulfikar akan memeriksa bukti-bukti ini." AKP Hendarto mempersilakan AIPTU Wawan dan Briptu Rendra untuk kembali bertugas.
AIPTU Wawan dan Briptu Rendra pun keluar dengan wajah yang masih kebingungan. Mereka merasa tidak ada yang janggal dengan penyelidikan mereka di lapangan.
__ADS_1
"Bagaimana, Pram? Apa kau menemukan petunjuk dari barang-barang yang ada di atas meja ini?" tanya AKP Hendarto kepada Pramuja yang tampak serius memeriksa satu persatu barang bukti di atas meja.
"Saya masih mempelajarinya, Pak!" jawab Pramuja dengan mata tidak lepas dari barang-barang yang diperiksanya.
Setelah menonton rekaman CCTV, Pramuja memperhatikan foto-foto TKP, tersangka, dan barang bukti. Tersangka yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang masuk ke toilet setelah korban, sampai korban ditemukan sudah tidak bernyawa.
Pada rekaman CCTV, tampak para tersangka yang masuk toilet membawa barang. 3 orang siswi yang masuk bergantian, membawa tas sekolah dan petugas kebersihan membawa alat-alat kebersihan pada umumnya. Pramuja beralih ke foto yang menunjukkan isi tas masing-masing tersangka. Dia juga membaca catatan pengakuan para tersangka.
Jika diurutkan dari waktu masuk ke dalam toilet setelah korban, akan didapati tersangka pertama, kedua, ketiga, dan keempat.
Tersangka pertama bernama Desi, teman sekelas korban. Dia mengatakan tidak tahu siapa orang yang ada di dalam toilet karena pintunya tertutup. Di memilih buang air kecil di toilet sebelahnya karena di situ memang ada 4 pintu toilet. Dia mengaku masih mendengar suara seperti sedang menekan tombol flush untuk menyiram closetnya.
Tersangka kedua bernama Ayu, teman sekelas korban. Dia mengatakan tidak mendengar suara apa-apa. Dia juga mengetahui pintu toilet di mana korban berada sedang tertutup. Dia tidak mencurigai apa-apa waktu itu. Dia ke toilet hanya untuk mencuci tangan di wastafel toilet karena tangannya tidak sengaja tercoret spidol saat jam pelajaran.
Barang-barang yang ada di dalam tas Ayu adalah buku pelajaran dan buku tulis, alat tulis, termasuk spidol, 1 pcs tisu basah yang sudah terbuka, 1 botol minyak kayu putih, dan sebotol air mineral yang sisa separuh.
Tersangka ketiga bernama Meta. Dia adalah teman sekelas korban. Dia mengatakan mendengar suara dari dalam toilet yang pintunya tertutup. Seperti suara lantai yang berderit. Dia juga tidak tahu apa yang dilakukan orang yang ada di dalam toilet itu. Dia ke toilet hanya untuk memperbaiki tali bra yang terlepas.
__ADS_1
Barang-barang yang ada di dalam tas Meta adalah buku pelajaran dan buku tulis, alat tulis, sapu tangan, 1 botol air mineral yang sisa seperempat, 1 pcs kemasan obat batuk yang dijual bebas di pasaran. Isinya sudah berkurang 1 tablet.
Tersangka keempat bernama Ponirah. Dia adalah petugas kebersihan yang menemukan mayat korban. Dia mengatakan kalau memang sudah tugasnya membersihkan toilet saat jam sekolah berakhir. Biasanya dia tidak pernah menemukan satu siswa pun yang memakai toilet saat jam sekolah telah lama berakhir. Toilet lantai 3 itu adalah toilet terakhir yang dia bersihkan. Itu memakan waktu lebih dari satu jam dari waktu pulang sekolah. Saat melihat ada salah satu pintu yang tertutup, tentu saja dia menjadi sangat heran dan mencoba memeriksanya.
Barang yang dibawa Ponirah saat masuk ke Toilet adalah sikat, alat pel, 1 botol cairan pembersih lantai, 1 botol cairan pembersih closet, dan 1 bungkus koyo pereda nyeri otot.
Pada tubuh korban, ditemukan sidik jari dari keempat tersangka. Sidik jari Desi ditemukan di leher korban, sidik jari Ayu ditemukan di pipi korban, sidik jari Meta ditemukan di bibir korban, dan sidik jari Ponirah ada di lengan korban.
Desi mengatakan kalau dia tertarik dengan kalung korban. Mungkin di saat itulah dia tidak sengaja menyentuh leher korban.
Ayu mengatakan kalau dia menyentuh pipi korban karena tertarik dengan make up yang korban pakai.
Meta mengatakan kalau dia menyentuh bibir korban karena penasaran dengan pelembab bibir yang dipakai korban.
Ponirah mengatakan kalau dia menyentuh pergelangan lengan korbam untuk memeriksa denyut nadinya.
Dari hasil pengamatannya, Pramuja menyunggingkan seutas senyum penuh arti. Biasanya dia tersenyum seperti itu saat sudah menemukan jawaban atas kasusnya.
__ADS_1
***