Detektif Horror

Detektif Horror
Bab 20 - Kasus Youtuber Horror


__ADS_3

Pramuja dan Zulfikar sudah kembali dari Desa Kembang Setaman yang menyimpan sejuta misteri. AKP. Hendarto, atasan mereka sedang mentraktir minum kopi di cafe langganan mereka.


"Kerja yang bagus! Tidak sia-sia aku mengirim kalian ke sana," puji Pak Darto.


"Tapi masih ada yang menganjal. Aku masih penasaran dengan pria misterius yang kita temui di pinggir hutan itu, Pram," ujar Zulfikar.


"Yang jelas dia bukan orang biasa. Dia pasti anggota dari sebuah sindikat besar," sahut Pramuja.


"Sindikat? Apa maksud kalian?" Pak Darto kebingungan.


"Kasus ini melibatkan sindikat perdagangan organ tubuh manusia. Saya yakin ada sindikat mafia kelas kakap yang bermain di belakang semua ini. Tapi sayang, kami kehilangan jejak. Mawar yang telah ditangkap juga tidak tahu menahu tentang sindikat yang membeli organ darinya. Mereka bermain sangat bersih sekali," tutur Pramuja.


"Anggap saja itu PR buat kalian. Aku harus segera pulang ke rumah. Istri dan anakku sedang menungguku makan malam. Kalian berdua nikmati saja suasana di sini."


AKP. Hendarto segera pergi meninggalkan Pramuja dan Zulfikar.


"Bagaimana hubunganmu dengan Lestari?" Zulfikar memulai obrolan jomblowers.


"Biasa saja. Aku hanya sesekali menghubunginya untuk menanyakan kabar," kata Pramuja santai.


"Kau ini terlalu santai, Pram! Bagaimana kau cepat mengakhiri kejombloanmu itu kalau kau sendiri kurang agresif." Zulfikar menyahuti.


"Kau ini menasehati seperti seorang ahli percintaan saja. Urus saja hubunganmu dengan gadis galak itu. Kau sendiri juga masih menjomblo!" sindir Pramuja.


"Aku sudah memulai PDKT. Dia sudah menyetujui untuk kencan denganku," pamer Zulfikar.


"Baguslah kalau begitu." Pramuja tetap bereaksi santai.


"Ah, kau ini tidak seru!" Zulfikar cemberut.


Sekelompok anak muda yang berjumlah tiga orang, mengambil tempat duduk di sebelah meja Pramuja dan Zulfikar. Mereka langsung terlibat sebuah obrolan yang menarik.

__ADS_1


"Hei, apa kamu sudah nonton video terbaru di channel Sukma Dewi?" tanya pemuda yang pertama.


"Sudah. Dia sedang ada penelusuran di bangunan angker bekas pabrik tebu. Seperti ada penampakan sekelebat bayangan dan suara-suara misterius," kata pemuda kedua antusias.


"Apa kalian tau channel Ghost Family? Mereka sekarang sedang viral loh!" pemuda ketiga melempar pertanyaan.


"Ah, penampakan mereka itu terlalu dibuat-buat. Hantunya sangat nyata terlihat. Itu palingan hanya orang yang mengenakan kostum." Pemuda yang pertama memberikan pendapatnya.


"Menurutku juga begitu. Channel Sukma Dewi yang sering trending pertama saja tidak sampai ada penampakkan sejelas itu. Paling hanya sekelebat bayangan atau suara-suara saja. Padahal Sukma Dewi itu seorang paranormal yang mempunyai indera ke-6." Pemuda yang kedua ikut menimpali.


"Aku juga sebenarnya tidak percaya dengan channel Ghost Family. Mereka hanya menipu orang-orang saja. Kain untuk pocong atau kuntilanak terlihat baru dan masih bersih. Rambut kuntilanaknya juga seperti iklan shampoo saja sangking rapinya." Pemuda yang ketiga tertawa geli.


Ketiga pemuda itu terus tenggelam dalam obrolan mengenai para youtuber horor itu sambil menonton channel youtube milik mereka.


"Hei, Pram, apa kamu mendengar cerita yang barusan?" tanya Zulfikar.


"Tentu saja aku dengar. Aku jadi penasaran dengan channel yang mereka maksud." Pramuja mengambil ponsel pintarnya lalu membuka aplikasi youtube yang ada di dalamnya.


Channel yang pertama dibuka adalah channel milik youtuber bernama Sukma Dewi. Pramuja yang mempunyai kemampuan merasakan hal-hal gaib, merasakan bahwa channel itu benar-benar menangkap sekelebat bayangan mahkluk halus.


"Sepertinya penampakan di channel ini asli, Zul. Aku bisa merasakannya," ujar Pramuja.


"Walaupun tidak jelas tertangkap kamera, tapi aku benar-benar merasakan video ini sangat mencekam," sahut Zulfikar ikut berkomentar.


Pramuja mencoba memeriksa channel milik Ghost Family. Dia hanya tersenyum menonton salah satu video dari channel itu.


"Aku yang awam masalah gaib saja, tahu kalau hantu yang ada di video ini hanyalah orang yang memakai kostum." Zulfikar berkomentar duluan.


"Kau benar, Zul. Ada-ada saja ya youtuber zaman sekarang," sahut Pramuja.


Pramuja iseng membuka tayangan live streaming milik channel tersebut. Dia melirik jam tangannya. Masih sekitar jam 10 malam.

__ADS_1


"Baru jam segini sudah berani live penelusuran tempat angker. Hantu mana yang mau muncul jam 10 malam?" Zulfikar berkomentar nyinyir.


"Mereka hanya ingin meyakinkan penonton saja. Soalnya di video-video mereka yang lain terlihat memakai efek kamera dan teknik video editing untuk kemunculan dan lenyapnya penampakan mahkluk halus." Pramuja memberi analisanya.


"Apa yang bisa mereka lakukan pada tayangan live? Hantunya tiba-tiba lompat dari balik pohon gitu? Atau muncul dari dalam karung?" Zulfikar tertawa geli.


"Kita lihat saja dulu." Pramuja tiba-tiba tertarik dengan channel yang menggunakan hantu bohongan itu.


Ghost Family memiliki dua host laki-laki bernama Dion dan Bayu, serta seorang host wanita bernama Andini. Tidak dapat dipastikan berapa jumlah crew dan orang-orang yang berperan sebagai hantu.


Tayangan dimulai dengan menampilkan suasana seperti di sebuah kebun. Host yang bernama Dion mengatakan bahwa tempat itu sangat angker dan pernah dijadikan sebagai lokasi pembuangan mayat korban pembunuhan.


Host bernama Bayu yang mengaku mempunyai indera ke-6, mengatakan bahwa hantu korban pembunuhan itu masih bergentayangan di sekitar situ.


Tiba-tiba kamera beralih ke sebuah pohon. Dari balik pohon bisa dilihat ada kain putih yang berkibar dari balik pohon.


"Sepertinya hantu itu sudah muncul!" seru host yang bernama Andini.


"Lihat kainnya berkibar di atas tanah, guys! Hantu yang kami lihat adalah real ya tanpa editan. Buktinya dia melayang, guys!" Host yang bernama Dion mencoba meyakinkan penonton.


Ketiga host itu segera pergi ke balik pohon. Benar saja, ada sesosok tubuh wanita berambut panjang dan berpakaian serba putih sedang berayun-ayun perlahan tanpa menyentuh tanah.


Ketiga host itu sangat kaget melihat ke arah batang pohon. Sebuah tali telah disangkutkan di situ dan sisanya melilit pada leher sosok hantu wanita. Hantu wanita itu tidak bergerak. Hanya gaun putihnya saja yang berkibar tertiup angin malam, mengakibatkan tubuhnya sedikit berayun.


"Matikan kameranya!" pekik Andini.


Kameramen mencoba mematikan rekaman kameranya tapi anehnya tidak bisa. Tangannya bergerak sendiri ke arah salah satu batang pohon yang berayun. Sebuah bayangam hitam berkelebat cepat dari arah pohon itu menuju pohon lainnya.


"Hihihihi ..." terdengar suara cekikikan yang sangat menyeramkan sebelum kamera akhirnya benar-benar mati.


"Cepat hubungi kantor polisi terdekat, Zul! Sepertinya ada yang tidak beres!" Pramuja menjadi cemas. Dia merasakan ada kejanggalan pada tayangan live tersebut.

__ADS_1


***


__ADS_2