Detektif Horror

Detektif Horror
Bab 16 - Menyelamatkan Gadis Tumbal


__ADS_3

Orang-orang yang melakukan ritual pemujaan setan itu, mulai mendekati tubuh gadis yang terikat di tiang. Mereka melepaskan ikatan gadis itu dan menyeretnya ke atas altar pemujaan yang ada di depan api unggun.


Seorang pria mengambil sebilah belati yang akan digunakan untuk ritual pencabutan nyawa gadis tumbal. Pria itu adalah, Pak Kades.


Gadis yang sebentar lagi akan dijadikan tumbal itu berusaha meronta, tapi ada 4 orang anggota sekte sesat itu yang memegangi tangan dan kakinya.


Lestari meminta kepada Pramuja agar menyerang kelompok aliran sesat itu, untuk menyelamatkan sang Gadis Tumbal.


"Jangan gegabah! Kita harus menyusun rencana," kata Zulfikar.


Zulfikar tidak bisa memprediksi seberapa kuat orang-orang itu. Jumlah mereka ada puluhan orang, mungkin sekitar 30 orang lebih. Sehebat apapun ilmu beladiri yang dimiliki seseorang, tidak akan sanggup melawan orang sebanyak itu seorang diri. Pergi ke sana sendirian, sama saja dengan bunuh diri.


"Perhatikan baik-baik! Bukankah mereka terlihat seperti warga desa? Mereka hanya para orang tua. Bukankah tidak ada pria muda di desa ini? Kita berdua mungkin sanggup menghadapi masing-masing 10 orang. Puspa juga bisa diandalkan. Tapi itu terlalu berisiko untuk seorang gadis," kata Pramuja kepada Zulfikar.


"Tidak apa-apa, aku akan ikut dengan kalian! Aku yakin bisa melumpuhkan 10 orang seorang diri. Sisanya biar kita hadapi bersama-sama. Sementara kita membuat orang-orang itu sibuk, Lestari bisa diam-diam menyelamatkan gadis itu." Puspa memberikan sebuah usul.


"Baiklah, kalau kau yakin! Nanti kita berkumpul di tempat ini lagi. Usahakan jangan sampai tertangkap! Ayo, kita harus segera bergerak sebelum terlambat!"


Pramuja berlari paling depan memimpin penyerangan. Orang-orang yang berkumpul kaget saat melihat keempat orang itu menyerbu ke arah mereka.

__ADS_1


"Serahkan gadis itu!!!" hardik Zulfikar.


Orang-orang berjubah itu malah mengambil ancang-ancang bersiap menyerang Zulfikar dan teman-temannya.


Perkelahian tidak dapat terelakkan lagi. Zulfikar dikeroyok oleh dua orang, tapi dengan mudah dia melumpahkan orang-orang yang menyerangnya itu. Orang berikutnya maju mencoba menyerang Zulfikar, tapi lagi-lagi dengan mudah dilumpuhkan oleh Zulfikar.


Sementara Pramuja yang juga mempunyai kemampuan beladiri tingkat tinggi, dengan mudah mengalahkan orang-orang yang mengeroyoknya.


Di sisi lain, Puspa yang sebenarnya adalah anggota elite sindikat mafia, bisa dengan mudah mengatasi serangan dari orang-orang yang menyerangnya.


Melihat anggota sekte sesat itu disibukkan oleh teman-temannya, Lestari segera menghampiri gadis yang akan dijadikan tumbal itu.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Lestari.


"Kau ikutlah denganku! Aku dan teman-temanku akan berusaha menyelamatkanmu," kata Lestari.


Gadis itu mengangguk dan mengikuti Lestari yang memegangi lengannya untuk pergi menjauh dari lokasi pemujaan aliran sesat itu.


"Kak Lestari!"

__ADS_1


Dari arah lain, Mawar datang menghampiri Lestari dan gadis yang bersamanya.


"Mawar? Kau tidak apa-apa kan?" tanya Lestari cemas.


"Tidak apa-apa, Kak! Aku berhasil menyelamatkan diri dari kurungan orang-orang itu," sahut Mawar.


Lestari juga mengajak Mawar untuk pergi menjauh dari tempat pemujaan itu.


Mata Pramuja menangkap sosok Lestari yang menjauh pergi bersama dua orang gadis muda.


"Zul, sisanya aku serahkan kepada kalian! Aku harus pergi melindungi lestari dan gadis itu!" seru Pramuja.


Zulfikar dan Puspa mengangguk tanda setuju. Zulfikar berlari mendekati Puspa. Kedua pasangan jagoan itu sudah siap bersatu melawan musuh yang datang menyerang.


"Cepat pergi lindungi Lestari! Nanti kami akan menyusulmu setelah urusan di sini selesai," teriak Puspa kepada Pramuja.


Pramuja segera berlari menyusul Lestari. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan Lestari.


Dia melewati sebuah tenda yang cukup besar tidak jauh dari tempat pemujaan. Dia mencium sebuah bau yang khas. Pramuja tersenyum seolah-olah sudah menemukan petunjuk penting.

__ADS_1


Sementara dari balik pepohonan tidak jauh dari tempat itu, tampak beberapa lelaki bertubuh besar sedang memperhatikan kejadian itu. Di antara orang-orang itu, ada pria aneh yang pernah ditemui Pramuja dan Zulfikar di pinggir hutan.


***


__ADS_2