Detektif Horror

Detektif Horror
Bab 3 - Mati Suri


__ADS_3

Jika kamu lolos dari kematian, lalu mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi, apa yang akan kamu lakukan?


***


Matahari sudah tegak lurus di atas kepala. Lubang yang tadinya akan digunakan untuk menguburkan jasad Pramuja, sudah ditutup kembali oleh para penggali kubur.


Orang-orang yang berkumpul di sekitar tubuh Pramuja, mulai membubarkan diri dengan tertib.


Kejadian yang dialami Pramuja sungguh sangat langka, tapi itu memang benar bisa terjadi. Fenomena mati suri yang dialami Pramuja, membuat sahabat dan keluarganya sangat bersuka cita.


"Kau harus dibawa ke rumah sakit untuk memeriksa lukamu itu," kata Zulfikar sambil menunjuk bekas jahitan di dada Pramuja.


"Aku tidak merasa sakit sama sekali," ujar Pramuja yakin. Dia memang tidak merasakan sakit di dadanya lagi. Bekas luka tembakan di jantungnya, benar-benar tidak terasa sakit sama sekali.


"Walaupun begitu, kau tetap harus mendapat penanganan medis," desak Zulfikar, didukung oleh anggukan dari kedua orang tua Pramuja.


"Kau ini terlalu khawatir. Baiklah, kalau itu maumu. Aku rasa orang tuaku juga mengharapkan hal yang sama sepertimu." Pramuja akhirnya mengalah.


***

__ADS_1


Siang mulai berganti sore. Pramuja pun dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Dia pun menjalani serangkaian tes medis.


"Ini benar-benar aneh. Dari hasil tes yang kami lakukan, tidak ditemui bekas luka apapun di jantung saudara Pramuja. Siapa yang menyangka kalau dia pernah tertembak tepat di jantungnya," ujar seorang dokter yang bertanggung jawab menangani Pramuja.


"Pantas saja aku tidak merasakan sakit sama sekali," sahut Pramuja.


"Hal yang lebih aneh lagi, justru saat kau bangkit dari kematian," seloroh Zulfikar.


"Ini benar-benar keajaiban. Aku merasa tubuhku sangat sehat sekarang. Bahkan aku bisa berjalan sendiri," kata Pramuja.


"Kalau begitu, kau harus membantuku mendorong kursi roda ini. Kasihan Johan dari tadi mendorong kursi rodaku. Biar dia pulang dan beristirahat, sekalian mengantarkan orang tuamu pulang. Kau ambil saja kunci mobilku sama Johan. Biar nanti kau saja yang menyetir. Johan dan orang tuamu naik mobilnya Joko saja," kata Zulfikar.


Johan pun menyerahkan kunci mobil kepada Pramuja, lalu mengajak kedua orang tua Pramuja untuk pulang.


"Ayah dan ibu tidak usah khawatir. Ada yang harus aku bicarakan dengan Zulfikar. Hari sudah mulai malam, kalian pulang duluan saja," ujar Pramuja.


Ayah dan ibu Pramuja, dengan ragu menuruti permintaan Pramuja. Mereka masih tidak percaya dengan kejadian hari ini. Anak yang disangka sudah mati, ternyata hidup kembali karena mengalami fenomena mati suri.


***

__ADS_1


Pramuja mendorong kursi roda Zulfikar ke sebuah bangku kosong di ruang tunggu. Pramuja pun duduk di bangku itu.


"Apa yang ingin kau bicarakan padaku?" tanya Zulfikar.


"Misi kita telah gagal. Aku berniat untuk memperbaiki kesalahan ini," desah Pramuja.


"Sebaiknya kau istirahat saja. Atasan kita pasti tidak menyetujui kau terlibat misi untuk sekarang ini," nasihat Zulfikar.


"Aku merasa diberi kesempatan hidup lagi untuk memperbaiki kesalahanku. Aku sangat berharap bisa kembali menjalani misi bersamamu," ujar Pramuja yakin.


"Baiklah, kalau kau memaksa. Tapi tunggu keadaanku pulih dulu. Aku juga sudah kangen ingin menjalani misi bersamamu lagi," sahut Zulfikar.


Pramuja tersenyum puas. Zulfikar benar-benar sahabat setia yang sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri. Dia telah menjalani berbagai macam misi bersama. Bahkan misi yang sangat sulit, hingga harus mempertaruhkan nyawa mereka.


Pramuja mendorong kursi roda Zulfikar menyusuri lorong rumah sakit yang terlihat sepi. Dia merasa banyak mata yang sedang mengawasinya. Bulu kuduknya seketika meremang. Dia bisa merasakan keberadaan mahkluk lain di sekitarnya.


***


__ADS_1


__ADS_2