Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
20


__ADS_3

Mereka semuanya akhirnya tau, kalau Zack berhasil masuk ke dalam Villa bersama rombongan temannya, dan membuat mereka penasaran, tanpa bantuan Malik bagaimana mereka bisa masuk kedalam Villa?


“Darimana mereka bisa masuk? bukankah di pintu gerbang di jaga dengan ketat. Apakah mereka memanjat dinding Villa untuk bisa masuk? Sangat mustahil dia bisa masuk dengan mudahnya, kalian lihat sendiri Malik saja harus melewati beberapa koneksi baru bisa masuk ke sini dan dia malah dengan mudahnya bisa masuk?” tanya Max heran.


"Benar apa yang kamu bilang, sangat mustahil Zack bisa masuk ke sini kalau tidak dengan menyelinap. Kalau sampai para penjaga menyadari keberadaan Zack dan yang lainnya pasti akan menjadi hal yang memalukan. Benar-benar ya mereka. Sudah tau miskin masih sok berani datang kemari, yang ada akan membuat masalah dan aku tidak ingin terlibat." Saut Vera dengan kesal.


Di sisi lain, Zack meninggalkan ke empat temannya dan ingin menghampiri Risa.


" Mau kemana kamu Zack?" tanya Heri.


"Aku ingin menemui Risa. Kalian bersenang-senanglah. Aku akan segera kembali." Zack pun melangkah menghampiri Risa namun di hadang oleh Max, Malik dan Vera.


“Apa yang Kalian pikirkan? Kenapa melihat ku tatapan mata kalian begitu tajam?”tegur Zack.


“Kamu jangan mempermalukan kita semua ya Zack. Bagaimana kamu bisa masuk villa ini dengan mudah?”tanya Vera.


“Aku?! Aku masuk lewat gerbang utama.”

__ADS_1


“Bohong! mana mungkin kamu bisa lewat gerbang utama tanpa ada yang menghadang. Kamu pikir kamu bodoh, untuk masuk sini saja harus melewati penjagaan ketat, bagaimana kamu bisa masuk dengan mudah. Kalau berbohong jangan terlalu bodoh Zack. kau pikir kami ini anak kecil yang bisa kamu bohongi dengan hal yang tidak masuk akal itu."


“Aku jujur, kalau kalian tidak percaya kalian bisa tanya dengan teman-teman yang lain, bahkan mereka juga bisa berendam dan makan disana. Atau kalian bisa tanya langsung pada penjaga aku tadi masuk lewat mana." Jelas Zack membuat mereka semakin tak percaya.


"Terserah kamu mau masuk lewat mana aku tidak perduli. Tapi kamu tau kan, biaya masuk di dalam sini sangat mahal dan cukup banyak biaya yang harus di keluarkan nantinya, aku tidak akan ikut campur atau mengeluarkan uang sepeser pun untuk membantu masalah biaya yang akan di tagih pada kalian.” Jelas Malik.


"Jangan perdulikan aku, aku juga tidak akan mengemis sumbangan pada kalian."


“Aku yakin kalian masuk sini, memanjat dinding kan? Kami tidak ingin ikut campur dengan masalah yang kalian buat, lebih baik cepat pergi dari sini dan jangan membuat masalah.” Usir mereka namun Zack tidak perduli.


Zack mendekati Risa yang sedari tadi tidak bisa berkata apa-apa, Risa kasihan pada Zack namun dia juga tidak bisa membantunya.


Risa pun percaya dan ikut pergi bersama Zack. Dalam hati Malik sudah merasa senang akan menyaksikan tontonan yang menarik, namun mendadak yang ia lihat malah sebaliknya, beberapa pengawal menghampiri Zack dan memberi hormat, lalu mengantarkan Zack masuk kedalam restoran mahal.


Malik benar-benar terkejut dengan apa yang baru ia lihat, dan segera saja Malik menghubungi ayahnya agar ia bisa masuk kedalam Rilex tersebut dan melihat apa yang dilakukan Zack didalam sana.


Namun Malik, Vera dan Max hanya bisa masuk di villa bagian luar saja sedangkan mereka berada di villa utama tepatnya di restoran Rilex.

__ADS_1


“Aku sangat iri, pada mereka yang bisa menikmati makan bersama di depan air terjun yang indah.”ucap Vera yang kagum.


“Aku tidak bisa membawamu kesana, karena disana sangat mahal, hanya orang kaya yang berkelas yang bisa masuk kesana.” Jelas Malik.


“Aku tau itu, makanya kau hanya bisa iri.”jawab Vera.


“Bukankah itu Zack dan Risa? Bagaimana mereka bisa masuk di sana dan sedang menikmati makanan?” tanya Max yang tak sengaja melihat Zack dan Risa dari kejauhan.


“Iya benar itu mereka. Bagaimana mereka bisa masuk?” tanya Malik


Tak lama ponsel Vera berdering dan itu dari Risa


“Ver, kemarilah, datanglah ke restoran air terjun, bersama Malik dan Max, kita akan makan bersama. Segera lah kemari aku tunggu.”


“Apa kalian dengar? Risa meminta kita ke sana. Aku akan ke sana menemui mereka, kalau kalian mau ayo kita pergi bersama.” Ajak Vera, walaupun sebenarnya ia merasa sangat malu. Begitu juga dengan Max dan Malik harga diri mereka seakan di injak-injak begitu saja.


Dengan menahan rasa malu, mereka pun akhirnya melangkahkan kaki masuk kedalam restoran air terjun atau mereka sebut Rilex Restoran dan menghampiri Zack dan Risa yang sudah lebih dulu ada disana. Ternyata tak hanya Vera namun teman-teman yang lainnya pun di ajak bergabung untuk makan siang bersama.

__ADS_1


To Be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2