Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 21. Mendapatkan layanan istimewa di restoran air terjun


__ADS_3

Vera menghampiri Risa dan langsung menatap punggung Zack, laki-laki yang ia hina terus menerus yang kini mereka tengah duduk restoran dekat air terjun. Wajah Vera terlihat begitu tidak nyaman antara malu dan juga salah.


"Zack! bagaimana kamu bisa masuk ke dalam restoran ini? Bukankah restoran ini sangat mahal." tanya Vera langsung yang masih belum percaya kalau Zack bisa masuk kedalam tanpa hambatan. Disisi lain sebenarnya Vera sangat takut dengan jawaban Zack, takut tebakannya benar dan takut kalau dia benar-benar orang Kaya.


"Iya nie, Apa kamu punya uang? dan darimana kamu bisa mendapatkan uang untuk membayar bill di restoran ini" tanya Maya dengan genit dia adalah gadis yang disukai Alex. Maya malakukan itu karena dia juga sedikit malu sudah ikut-ikutan menghina Zack.


Pada saat bersamaan Malik dan Max pun tiba, raut wajah mereka hampir mirip seperti yang ditunjukkan Vera.


Melihat kedatangan mereka, Zack pun lantas menjawab pertanyaan Vera dan Maya.


"Oh masalah itu, Secara kebetulan aku kenal dengan mengerti umum di tempat ini. Selain itu manager juga sudah mengatur semuanya agar aku bisa makan bersama kalian semuanya. Jadi kalian tidak usah kuatir untuk urusan billnya." jawab Zack.


Mendengar penjelasan Zack, mereka sedikit bingung dan kurang masuk akal, karena terlalu berlebihan jika manager umum mengatur semuanya. Namun kebingungan mereka segera di jawab oleh Risa.


"Sebenarnya Zack cerita padaku kalau dia sudah menyelamatkan putri manager umum tempat ini dan sebagai ucapan terimakasih dia memberikan kartu belanja dan juga menikmati makanan di restoran ini untuk hari ini." Jelas Risa membuat mereka paham dan merasa sedikit lega karena Zack tidak benar-benar kaya. Hanya sebuah kebetulan dan saja.


Akhirnya mereka pun ikut bergabung menikmati makan siang di restoran air terjun. Saat mengetahui semuanya, Vera tak bisa mencari alasan untuk menghina Zack lagi hal itu membuat Zack sedikit lebih senang karena tidak ada yang melakukan hal sama seperti sebelumnya kalau sudah berurusan dengan uang. Dalam benak Zack berfikir, bagaimana kalau sampai mereka semua tau kalau dirinya ternyata adalah orang kaya jauh lebih kaya dari mereka semuanya. Tentu saja pasti mereka akan bungkam.


Saat sedang menikmati suasana restoran, tanpa sengaja Maya melihat lukisan cat air yang terpajang empat pilar restoran.


"Apakah lukisan cat minyak itu asli? tanya Maya dan seketika semuanya menatap ke arah lukisan yang di tunjuk Maya.


"Sepertinya itu asli. Apa yang ada di restoran ini pastilah barang asli tidak mungkin ada yang palsu." Jelas Zack.


"Kamu benar, Kalau lukisan itu benar-benar asli. pasti sangat mahal harganya, karena aku tau itu merupakan salah satu lukisan dari pelukis terkenal dan aku rasa untuk membeli dengan harga mahal restoran ini mampu." Saut Maya yang masih mengagumi lukisan tersebut.


"Apa yang kamu katakan benar Maya, lukisan itu seharga satu milyar lebih dan ketiga lukisan lainnya juga memiliki harga yang sama mahalnya, jadi tidak heran kalau restoran ini juga sangat mahal." Saut Malik dia tidak ingin kalah muka dengan Zack.

__ADS_1


Mendengar lukisan asli, para gadis pun mengambil kesempatan untuk berfoto dengan mengambil latar belakang lukisan tersebut.


Zack tidak ingin kalah juga, lalu dia berdiri dan menghampiri lukisan yang terpajang di pilar itu untuk di turunkan. "Jika kalian ingin memastikan kalian bisa melihatnya lebih dekat."


Melihat aksi yang dilakukan Zack yang dengan berani menurunkan lukisan yang sangat mahal itu membuat mereka tercengang, mereka tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Zack.


"Hai apa yang kamu lakukan. Itu lukisan malah jika itu sampai rusak apa kamu bisa mengganti ruginya?" tegur Malik.


"Apa yang dikatakan Malik benar, Kamu pikir kamu itu tuan rumah yang bisa seenaknya memperlakukan benda di tempat ini. Kamu hanya tamu undangan, jika barang milik tuan rumah rusak tetap saja kamu yang harus mengganti rugi." Imbuh Max.


Vera tak berkata apa-apa. Namun ia menggelengkan kepala dengan kecewa. Sebesar apapun Vera berusaha untuk tidak membandingkan Zack dengan yang lain tetaplah tidak bisa.


Mendapat desakan dari teman-temannya. Zack pun mengurungkan niatnya untuk menurunkan Lukisan itu dan ia pun ingin mengembalikannya ke posisi awal. Namun pada saat Zack hendak meletakkan lukisan itu tiba-tiba tangan Zack gemetaran dan malah membuat lukisan itu terjatuh ke air di bawah air terjun.


Semua yang melihat berteriak, namun tidak dengan Malik dan Maya dalam hati mereka sangat senang dan yakin Zack akan di marahi habis-habisan.


Disaat bersamaan Paman Lukman yang merupakan manager umum datang untuk menyambut mereka semua Dangan membawakan beberapa minuman mahal yang dibawakan langsung oleh para pelayan.


"Bagaimana pelayanan yang sudah kamu berikan? Apakah anda cukup puas? tanya Lukman pura-pura dan Zack menganggukkan kepala.


Dalam kesempatan Malik dan Max pun tak menyia-nyiakannya. Max mengadukan tentang lukisan yang di jatuhkan Zack.


"Tuan lihatlah apa yang telah di lakukan Zack. Dia sudah merusak lukisan mahal yang dipajang di restoran ini." jelas Malik


"Risa dan teman-teman laki-laki Zack segera menghampiri Zack untuk membantu Zack melakukan pembelaan.


"Tuan Zack tidak sengaja melakukan itu. Kami mohon tolong maafkan atas ketidaksengajaan yang dilakukan Zack,"ucap Risa mewakili.

__ADS_1


"Apa?! Lukisan itu sangat mahal dan itu kesayangan bos. Lantas bagaimana aku akan menjelaskannya kepada bos." ucap Lukman, pura-pura ketakutan.


Melihat akting paman Lukman, Zack pun ikut serta dan ingin melihat siap yang benar-benar temannya.


"Maafkan aku tuan Lukman. Memang aku yang menjatuhkan lukisan itu tapi itu semua tidak sepenuhnya salahku." Jelas Zack.


Mendengar kata-kata Zack, semua yang tidak ingin terlibat masalah pun segera menjauh dan berbalik menyerang Zack.


"Apa maksudmu Zack?" Jelas-jelas kamu yang menjatuhkannya dan kami melihat itu dan sekarang kamu ingin melibatkan kita- kita untuk ikut bertanggungjawab. Kita sudah mengingatkan kamu dan kamu tidak menghiraukan hingga lukisan itu jatuh ke air dan sekarang kamu melibatkan kita. Tidak kita tidak ingin ikut campur." Jelas Maya.


"Aku rasa, Zack tidak sanggup untuk mengganti rugi makanya dia mencari alasan agar kita juga terlibat." Saut Malik.


Teman-teman wanita yang tidak ingin terlibat pun menghina Zack lagi dan memandangnya jijik.


Zack dengan tenang menjelaskan apa yang terjadi.


"Maafkan aku tuan Lukman, aku memang menjatuhkan lukisan itu, tapi sebenarnya itu tidak sepenuhnya kesalahan ku. Saat aku hendak mengembalikan lukisan itu tiba-tiba angin berhembus dan membuat lukisan itu bergoyang dan tanganku tidak bisa mengendalikannya hingga akhirnya lukisan itu lepas dari tanganku dan jatuh ke dalam air." Jelas Zack membuat yang lain tercengang dengan penjelasan yang tidak masuk akal Zack.


Lukman melirik lukisan yang masih di atas dan memutar kedua bola matanya di saat bersamaan hembusan angin melewati mereka.


Tiba-tiba Lukman terkekeh lalu menepuk pundak Zack.


"Maaf, aku sudah salah paham. Terimakasih sudah membantuku mengingatkan kalau ternyata meletakkan lukisan tersebut di atas pilar tidaklah tepat, karena sewaktu-waktu saat angin kencang lukisan itu bisa jatuh. Aku benar-benar terimakasih karena sudah di ingatkan, aku akan segera meminta para staf untuk mindahinnya," ucap Lukman dan menganggap masalah tersebut sudah selesai dan tidak perlu dibahas lagi.


Setelah masalah selesai dan makan siang pun sudah usai Zack pun memutuskan untuk pamit.


"Sepertinya kami harus pergi sekarang tuan, terimakasih atas semua layanannya." pamit Zack dan ia pun segera keluar diikuti yang lainnya.

__ADS_1


Setelah keluar dari Villa, Risa pun memuji Zack karena kali ini dia berhasil membujuk manager Villa hingga membuat semuanya lolos. Namun disisi lain Vera merasa curiga dengan apa yang terjadi, sepertinya ada hal yang mengganjal.


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2