Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 77. Balas dendam Fendi 1


__ADS_3

Sudah satu jam, Zack mencari keberadaan Sisil namun tidak kunjung menemukannya.


Sisil pergi bersamanya, Mungkinkah sesuatu terjadi padanya?


Zack mengesampingkan pikiran dan semua kemungkinan dan sudah menunggu diarea tersebut cukup lama. Tapi dia masih saja tidak menemukan Sisil. Semakin Zack memikirkannya semakin Zack mengeluarkan keringat dingin.


Zack memutuskan untuk kembali ke bengkel untuk melihat apakah dia bisa menghidupkan ponselnya kembali.


Setelah mengotak-atik sesaat, akhirnya dia bisa menyalakan kembali ponselnya.


Seperti yang diduga, Sisil banyak melakukan panggilan dan juga mengirim begitu banyak pesan padanya, namun saat itu ponselnya dalam keadaan mati.


Zack semakin khawatir, dia segera menghubungi nomor rumah sisil, namun ternyata Sisil belum kembali.


Zack mengangkat kepalanya, dan mulai merasa ada yang tidak beres.


"Pak Adi, apa bapak mengenal pemilik kedai milk tea yang ada diseberang sana? Aku ingin melihat rekaman kamera pengintai. Kita harus cepat pak." ucap Zack buru-buru.


Manager Adi selalu berada didekat Zack saat mengetahui pacar Zack menghilang.


Adi langsung mengangguk dan mengatakan dia mengenalnya dan langsung membawa Zack ke kedai itu.


Setelah Zack melihat rekaman itu Zack mulai menyadari, jika itu terjadi dua jam yang lalu saat setelah Sisil membeli milk tea dan saat itu dirinya sudah tidak ada ditempat.


Sisil kemudian berusaha menghubungi Zack, namun saat itu ponsel Zack sudah mati. Sisil sempat menunggu selama sepuluh menit, sampai sebuah mobil Passat hitam berhenti tepat didepan Sisil.


Seorang pria muda menggunakan topi keluar dari dalam mobil dan menghampiri Sisil.


"Apakah kamu Sisil?" tanya pria itu sambil tersenyum.

__ADS_1


Sisil mengangguk sedikit, lalu balik bertanya." Kamu siapa?"


"Oh, saya supir taksi yang dikirim tuan Zack atau tuan Albert. Dia memintaku untuk menjemput anda. Beliau harus pergi lebih awal karena ada keadaan darurat di rumah. Dia memintaku untuk mengirim anda kembali ke Villa." Jelas pria itu.


Kemudian dia berbalik untuk melihat situasi dan mengamati sekeliling untuk memastikan tidak terlihat oleh Zack.


"Oh terimakasih, aku baru akan menghubungi Zack lagi, karena ponselnya sedari tadi mati." Sisil sama sekali tidak merasa curiga pada lelaki itu karena dia tau nama Zack begitu juga namanya.


Sisil masih sempat menghubungi Zack beberapa kali, tapi tetap saja tidak bisa.


"Nona Sisil, bisa kita pergi sekarang? Karena aku harus menjemput pelanggan yang lain lagi." Desak pria itu.


"Baiklah aku pergi, kamu bisa mengantarkan aku pulang dulu." Sisil segera masuk kedalam mobil karena tidak mau pihak lain terlalu lama menunggu.


Setelah kepergian mobil itu, sepuluh menit kemudian batu Zack kembali dengan pakaian basah.


Pemilik kedai tidak tahu siapa Zack, tapi dia tidak bisa menolak permintaannya karena dia datang dengan manager Adi.


Dia mengikuti instruksi Zack dan memutar ulang sebelum memperbesar wajah pengemudi itu.


Zack memperhatikan wajah pria itu dengan hati-hati, sebelum akhirnya dia mengenali dari ciri-ciri yang terlihat.


Fadli...


Saat Zack mencermati lebih dalam, Zack mengenali jika itu adalah Fadli dari keluarga Fan.


Tidak perduli bagaimana Fadli mencoba menyamar, itu tidak akan bisa mengelabuhi Zack karena senyum yang dimiliki pria itu.


Sejak awal Fadli adalah pemicu hubungan Zack dan Nabila. Terlebih lagi saat pergi ke KVT saat pesta ulang tahun Risa. Fendi terus mengawasinya. Karena marah, Zack menghubungi Paman Lukman untuk membantunya memberi pelajaran. Saat kakaknya mengetahui masalah tersebut, dia tidak hanya memberi pelajaran tapi juga menghancurkan keluarga Fan dan menjadikannya bangkrut. Yang membuat Fendi di usir saat berada didepan Vila MA.

__ADS_1


( Bisa baca ulang di bab 9-10)


Namun sampai saat ini Zack masih tidak bisa berpikir alasan Fadli membawa Sisil. Namun saat Zack memperhatikan mata Fendi yang terus mengawasi parit di seberang, seolah memberitahu semuanya kalau semua sudah direncanakan Fendi sebelumnya untuk menculik Sisil dengan tujuan balas dendam karena dia tahu kehancuran keluarganya diakibatkan oleh Zack.


Tiba-tiba ponsel Zack berdering dari nomor yang tidak di kenal.


"Halo, ini siapa?"


"Halo Zack, oh tidak maksudku tuan Albert. Apakah kamu ingat denganku?" Suara acuh tak acuh di seberang telepon.


"Fadli ini benar-benar kamu?" Zack segera mengenali suara yang tak asing baginya.


"Benar sekali, aku tak menduga orang besar seperti kamu masih mengenali orang seperti aku. Ha...ha.. ini seperti sebuah drama.


Zack saat itu semua orang hanya berfikir kamu adalah orang miskin. Tapi apa? ternyata kamu adalah tuan muda yang kaya raya yang berpengaruh dan pemilik seluruh Garang Commercial City. Dulu aku berpikir ayahku benar-benar seorang pembisnis hebat, tapi ternyata selama ini dia hanya bekerja untuk mu. Jika bukan karena aku mendengar tuan Lukman diam-diam menelepon mu ketika aku berencana membalasnya. Aku tidak pernah membayangkan kalau kamulah yang akan menghancurkan keluargaku hanya dengan satu panggilan telepon."


"Tapi tuan Albert, kenapa kamu masih menentang ku ketika kamu sudah kaya dan berkuasa? Ya, aku yang meminta Rangga untuk merebut Nabila darimu. Itu adalah kesalahan ku. Tapi kemudian, kamu menghancurkan keluarga ku tanpa meninggalkan apa-apa untukku. Bukankah menurut mu kamu yang lebih kejam?"


"Aku tahu dan merasa aku terlalu kejam dan tidak berperasaan saat itu. Tapi sekarang aku tidak berpikir seperti itu. Fadli apapun yang terjadi dia antara kita berdua, Sisil tidak bersalah. Biarkan dia pergi. Aku akan datang menemui mu dimanapun kamu berada, dan aku akan memenuhi semua syarat mu."


"Zack... Zack... kamu adalah keledai yang sombong. Kamu adalah target utamaku. Awalnya aku berencana untuk menabrak mu menggunakan mobilku dan kita mati berdua. Tapi setelah dipikir-pikir ini akan sangat membosankan. Terlebih lagi saat ini aku memiliki gadis cantik disamping ku. Jadi Zack, apa dia pacarmu? apa kamu ingin mendengar suaranya sekarang?" Fadli mendekatkan ponselnya didekat Sisil.


"Zack, kamu tidak perlu datang kesini. Dia orang gila. Jangan kesini, Hiks... hiks..." teriak Sisil disela tangisnya.


Zack mulai cemas. Walaupun dia hanya pura-pura menjadi pacar Sisil, tapi Sisil pergi bersamanya hari ini, dan alasan Fadli menculiknya itu karena dia ingin balas dendam dengan dirinya.


"Zack, jika kamu ingin menyelamatkan pacarmu. Kamu harus datang menemui aku di gedung terbengkalai yang ada di selatan kota. Jangan hubungi tuan Lukman karena itu akan percuma. Jika ada orang lain yang sayang. aku akan bunuh diri bersama pacarmu. Datang dan temui aku dalam satu jam." Setelah selesai bicara Fadli langsung menutup panggilan teleponnya sambil bersenandung.


To be continued 👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2