Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 50. Karena Durex


__ADS_3

Zack memutuskan untuk tidak pergi bersama mereka. Setelah mendapatkan alamat rumah dari Anisa, Zack pergi kesana sendiri dengan menggunakan taksi.


Sebelumnya, Zack membeli buah dan beberapa hadiah untuk buah tangan. Pertemanan Zack dan Sisil yang sudah berjalan lebih dari dua Minggu membuat mereka lebih akrab. Bagi Zack, Sisil sudah seperti Risa, salah satu teman dekat wanita yang dia miliki. Belum lagi dia yang memiliki perasaan dengan Sisil, membuat Zack ingin membantu saat keluarganya mengalami kesulitan.


Taksi berhenti di luar pintu masuk Paradise Ville.


Pada saat Zack tiba di rumah Sisil, mansion itu sudah dipenuhi dengan orang, Selian keluarga mereka. Selain itu juga ada teman-teman Sisil.


"Zack, kamu disini." Mata Sisil berkaca-kaca dan merah, sedang duduk di sofa dan bicara dengan Anisa.


Saat ini suasana sedih menyelimuti mansion yang megah tersebut, Tak ada kerabat atau rekan bisnis yang datang untuk mengulurkan tangan.


Ketika mereka kaya, semua jenis orang berusaha mendekati mereka, tapi setelah mereka jatuh miskin tidak ada satu orang pun yang mau datang berkunjung.


"Ya." Zack tak tau harus mengatakan apa, untuk membuat hati Sisil membaik. Lalu meletakkan buah yang sudah dia belinya dan menyapa kedua orang tua Sisil.


"Kenapa dia ada disini?" Tiba-tiba terdengar suara yang mengejek. Zack berbalik dan melihat, ternyata itu adalah Karan sepupu Sisil yang sedang bersama seorang gadis.

__ADS_1


"Karan, dia adalah teman Sisil. Jaga sikapmu!" Ibu Sisil menegur.


"Bibi, apa bibi tau siapa Zack? dia adalah pria terkenal di universitas Garda. Yang merupakan mahasiswa miskin. Baru-baru ini dia memenangkan lotere, dan dia mulai pamer dengan cara yang berbeda. Aku dengar dia mengirimkan Durex pada mantan pacarnya saat dia dicampakkan. Dia hanya orang aneh. Sekarang dia ingin mendekati Sisil. aku tidak berani mengatakan kalau dia datang kesini dengan motif," ucap Karan mencemooh.


"Diam, Karan!" Sisil melempar bantal di tangannya ke arah Karan dengan marah."


"Omong kosong! Iya, Zack memenangkan lotere. Tapi apa urusannya denganmu? apa kamu cemburu?" imbuhnya.


"Apa maksudmu, Sisil? Apa kamu pikir aku bicara omong kosong? Jika kamu tidak percaya dengan apa yang aku katakan,kamu bisa bertanya pada Bima, wakil ketua Bim. Bahkan Anisa juga tau tentang ini. Dia benar-benar menjalankan tugasnya untuk mengantarkan Durex pada mantan pacarnya, demi mendapatkan uang dua ratus ribu."


Sisil mengerutkan keningnya, orang tua Sisil dan teman-temannya wajahnya langsung berubah total.


Sisil menatap Zack dengan pandangan bertanya-tanya dan Zack mengangguk.


" Iya, aku melakukannya."


" Zack, kamu..." Sisil menatap Zack, matanya membelalak tak percaya. Sisil terkejut sekarang karena Zack mengakuinya.

__ADS_1


Disaat yang sama, orang tua Sisil memegang karena cemas saat mendengar kalau Zack sedang mendekati putrinya.


Segera saya seseorang membuka pintu dan ternyata itu adalah Malik.


Karan terkejut, begitu juga orang tua Sisil. Begitu mereka melihat Malik, mata mereka langsung bersinar, seperti melihat ada secercah harapan.


" Hai, bukankan dia pria yang membius ibu tirinya sendiri beberapa waktu yang lalu,?" Tanya salah satu dari teman Sisil.


" Iya, dia pria yang cukup jahat. Walaupun begitu dia sangat kaya. Dia salah satu generasi ke dua yang ada di Garang Cormmecial Street. Bahkan dia memiliki kontrak dengan restoran Mix Food." Saut yang lain.


" Hmph! Terus?! siapa di dunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan? Aku dengar setelah kejadian itu, Malik perlahan berubah menjadi lebih baik. Kesediaannya untuk berubah itu tak ternilai harganya. " Banyak teman wanita Sisil yang memandang Malik dan masa lalu Malik begitu mudah di tutupi dengan kecemerlangannya saat ini dan langsung mendapatkan banyak kekaguman dari para gadis.


Malik masuk dengan membawa tas ditangannya. Tidak ada sedikit rasa malu dari apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu yang bisa dilihat dari wajahnya.


Namun saat berjalan masuk dan melewati beberapa orang, dia terkejut saat bahkan mundur beberapa langkah saat melihatnya dan wajahnya menjadi pucat sambil bertanya.


"Zack, kenapa kamu ada disini?"

__ADS_1


"Malik, Bagaimana kalian bisa kenal satu sama lain? Lihatlah kamu datang membawa banyak barang. Kemarilah dan duduk disini." Ucap Helena, ibunda Sisil.


To Be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2