
Setibanya di asrama, Zack buru-buru membuka pintu. Tanpa di duga seseorang membuka botol bir di depannya, dan bir itu segera menyembur di wajah Zack. Segera setelah itu, teman-temannya tertawa terbahak-bahak.
"Sialan! Apa yang terjadi di sini?" tanya Zack sambil menyeka wadahnya dari bir.
Dia melihat Alex dan yang lain berkumpul bersama di asrama, selain itu di atas meja juga berjejer bir dan beberapa makanan yang belum di sentuh karena menunggu dirinya.
" Zack, hari ini adalah hari yang baik. Bos kita Alex resmi punya pacar." jelas Heri sambil tertawa
Zack hanya menghela nafas, dia pikir terjadi sesuatu pada Alex hingga membuatnya khawatir dan buru-buru kembali ke asrama. Namun Zack juga senang akhirnya temannya punya pacar.
" Jadi siapa calon iparku?" tanya Zack penasaran sambil mengambil bir dan meneguknya.
" Tiara! Kami makan malam di kafetaria dan aku menembaknya dan dia pun setuju untuk jadi pacarku." Jelas Zack sambil menggaruk kepalanya dan tersenyum seperti orang bodoh.
"Wah, selamat. Kalau begitu kita minum untuk ucapan selamat. Bersulang."
Zack dan teman-temannya pun ngobrol dan tertawa terbahak-bahak sambil minum bir dan makan cemilan.
Di saat bersama, Alex mendapatkan panggilan video dari Tiara.
" Alex, Apa yang sedang kamu lakukan sekarang?" tanya Tiara diseberang telepon.
" Aku sedang minum dengan teman-temanku di asrama."
"Ha... ha..., Alex kapan pacarmu akan membawa kita keluar untuk minum?" Saut Erwin.
"Menunggu semua teman-temanku punya pacar, baru kita akan minum keluar." Jawab Alex sambil tertawa dan mengarahkan layar ke arah teman-temannya.
Pada saat ini Zack melihat Vera duduk di dekat Tiara dan terlihat habis mandi, karena rambutnya yang masih basah dan tanpa makeup. Di saat yang sama Vera pun melihat Zack.
Saat Vera melihat Zack, jantungnya berdetak kencang. Bahkan ekspresi dingin berubah menjadi gugup.
__ADS_1
Banyak yang terjadi di antara mereka berdua akhir-akhir ini, dan Vera sama sekali belum pernah mengambil hati Zack yang ada justru sebaliknya.
Saat pembukaan restoran Malik, Vera mulai curiga Zack adalah tuan Albert yang kaya dan berkuasa yang di bicarakan semua orang. Namun Vera masih tidak dapat percaya, kalau orang yang di anggapnya jijik dan bosan adalah pria generasi kedua yang sangat kaya dan menonjol. Menjadi tamparan yang sangat keras di wajah Vera.
Namun Zack bersikap seolah-olah dia bukanlah tuan Albert, membuat Vera menjadi bingung tentang Zack dan dia pun terus memikirkannya.
Orang yang membantunya adalah Zack, tapi dia salah mengira jika itu adalah Malik. Bahkan karena masalah itu juga dia setuju menjadi pacar Malik. Kini kebenaran terlah terungkap, akankah dirinya setuju untuk menjadi pacar Zack? Ah Vera saat ini benar-benar dalam dilema hingga membuatnya tak bisa berkata-kata.
"Hei, zack, kenapa kamu tidak menyapa kami?" tegur Tiara, saat menyadari ada yang tidak beres dengan Vera.
Tiara dan Alex pun mengarahkan kamera mereka ke arah Zack dan Vera seolah-olah merekalah yang sedang video call.
"Halo, Tiara, selamat. Aku ikut senang mengetahui kalian sudah resmi pacaran." Zack dengan cepat memberi selamat pada Tiara dan melambaikan tangannya. Namun Zack sudah terlalu malas bicara dengan vera, karena sudah terlanjur kecewa.
"Terimakasih Zack, sebenarnya aku dan Alex sudah membahas ini sebelumnya. Bukankah kamu juga harus memiliki pacar? Jika ada gadis yang kamu sukai, katakan, kamu pasti akan membantu menjodohkan kamu." Tiara mengedipkan matanya seolah memberi saran untuk mengejar Vera.
"Iya Zack, jika ada gadis yang kamu sukai, kita akan membantu menjodohkan kamu." Saut Maya yang baru datang. Saat ini Maya yakin Zack bukanlah orang yang sederhana, bagaimanapun Tio tidak akan mengundang orang biasa untuk duduk di meja yang sama dengan teman-temannya. Karenanya Maya siap untuk lebih dekat dengan Zack dan mencari tahu tentangnya di masa depan.
*
*
*
Keesokan harinya, setelah selesai kelas pertama di pagi hari.
" Zack apa kamu ada acara setelah ini?" tanya Alex sambil menepuk bahu zack.
"Tidak, aku tidak ada acara apapun."
"Baiklah, kalau begitu temani aku pergi ke toko sovenir. Aku ingin membelikan hadiah untuk Tiara. Aku butuh pendapat dan bantuanmu." ajak Alex sambil tersenyum.
__ADS_1
"Tentu saja." Jawab Zack tanpa ragu sedikitpun, ketika Alex menyebutkan toko sovenir.
Tadi malam Zack sudah memikirkan, jika dirinya akan mencoba mendekati Sisil, tidak perduli hasilnya di terima ataupun tidak yang penting dia ingin mencobanya lebih dulu. Tentu saja dia harus membeli hadiah jika dia ingin mendekatinya.
Zack dan Alex pun pergi ke toko sovenir, kelas menengah, namun juga menjual barang kelas atas, yang terletak di depan universitas.
Kedua pun sampai di toko sovenir dan segera melihat-lihat barang yang di pajang. Setelah itu mereka sampai di bagian yang memajang pakaian wanita kelas atas.
Zack berkeliling untuk melihat-lihat gaun yang cocok untuk Sisil.
Saat melewati kamar Pas, tiba-tiba pintu dibuka dengan keras dan langsung mengenai Zack yang secara tidak sengaja lewat.
Setelah itu Zack mendengar suara yang tak asing baginya sedang bicara di ruang pas.
"Jika aku mengatakan tidak, ya tidak, apapun yang kamu katakan. Bahkan jika itu terjadi, tidak akan terjadi disini. Kamu bisa membelikan gaun ini untukku lebih dulu."
"Ahh, aku sudah membelikan kamu dua gaun hari ini. Pakaian ini sangat mahal."
"Tidak, tidak, tidak, aku ingin gaun ini. Dua gaun tadi hanya senilai tiga juta saja. Bukankah kamu mengatakan akan membelikan apapun untukku? Hmph, bukankah kamu juga mengatakan banyak uang sekarang? " Gadis itu berseru dengan ketidakpuasan. Setelah itu dia keluar dari kamar pas.
Tanpa sadar, Nabila hampir menabrak Zack yang dengan bodohnya masih berdiri di depan kamar pas. "Cepat ming-"
Nabila tak bisa menyelesaikan kata-kata saat melihat yang ada di depannya adalah Zack.
"Sialan, Aku pasti sangat sial. Zack, aku tidak mengira akan bertemu denganmu di sini," ucap Nabila sambil menyisir rambut dengan jemarinya.
Di saat yang sama Rangga juga keluar dan langsung menatap Zack dengan mengejek.
" Apa yang kamu lihat, orang miskin? kenapa wajahmu sangat merah? apakah kamu merasa tidak nyaman mendengar aku hampir berhubungan S*e*k*s dengannya Rangga? Apa kamu sangat cemburu sekarang? karena pacar baruku kaya dibandingkan kamu? Zack aku tau kamu tidak lebih dari orang bodoh yang memenangkan lotere, dan begitu mudah terbawa suasana bukan." Nabila menghina Zack, sambil menatap penuh ekspresi kemenangan di wajahnya.
"Nabila, meskipun kita sudah putus, aku sangat berharap kamu memiliki harga diri dan menjaga dirimu dengan baik," ucap Zack dengan ringan.
__ADS_1
To Be continued ☺️☺️☺️