
Zack melihat kearah yang di lihat Amanda, dan dia cukup terkejut. Ada dua pria dan satu wanita. Salah satu laki-laki itu dari kalangan kelas atas dan sedang berbicara dengan pria dan wanita itu, selain itu nampaknya Amanda mengenalnya.
Pria itu tiba-tiba melihat keberadaan mobil Amanda dan dengan cepat lari menghampiri.
"Sial! Ah, tuan Zack, aku tidak akan memarahi anda, aku hanya akan memarahi dia, Lim. Aku tidak menyangka dia ada disini. Dia tidak akan pergi begitu saja," ucap Amanda kesal.
Disisi lain, Zack mendapat pemahaman kasar tentang masalah tersebut. Lim adalah pengagum Amanda, tapi Amanda tidak menyukai Lim.
Saat ini, Zack merasa sedikit canggung untuk turun dari mobil, ketika dia melihat Danny dan Maya berjalan ke arah mereka.
"Lebih baik kamu turun dan bicara dengan mereka. Aku akan menunggumu di dalam mobil. Setelah itu, kamu bisa mengantarku di depan pintu asrama." Zack bicara tak berdaya.
"Baiklah tuan Zack." jawab Amanda dan keluar dari mobil.
"Lim, kenapa kamu ada disini? dan kenapa kamu terus menelpon ku? Kamu sangat menyebalkan!"
"Amanda, aku tidak menyangka bisa bertemu kamu disini. Aku disini mengantarkan sepupuku kembali ke universitas. Aku ingat kamu mengatakan bahwa kamu sering mengunjungi almamater mu. Oleh kerena itu, aku menelepon dan ingin memintamu untuk datang. Amanda, izinkan aku memperkenalkan kamu. Ini sepupuku Danny dan ini pacarnya Maya.
"Hai, kakak ipar. Kamu sangat cantik." sapa Danny.
"Siapa kakak iparmu?! Aku bukan pacar Lim." Amanda ingin menyelesaikan masalah Mereka dengan sikap dingin.
__ADS_1
Danny kaget. Dia bisa merasakannya saat Amanda bicara dengan sepupunya. Tapi nada bicara Amanda sangat dingin, tidak seperti yang dikatakan sepupunya.
Lim, merasa sedikit malu dan segera dia menutupinya." Amanda, sudah cukup. Hentikan keributan, cepat pergi dan parkirkan mobilmu, dan kita berempat akan pergi berbelanja bersama."
"Siapa yang menyebabkan masalah?! Lim, aku sudah mengatakan dengan sangat jelas, tidak mungkin bagi kita untuk bersama. Aku memiliki seseorang di hatiku. Kamu kaya, kamu bisa menemukan gadis cantik yang lain, jangan buang waktu dan tenaga untukku. "
Saat ini banyak siswa yang keluar dan mereka tertarik dengan dua mobil mewah dan melihat pria dan wanita sedang berdebat. Sangat sulit untuk melewatkannya. Terutama saat Amanda bicara dengan keras dan itu memalukan bagi Lim.
"Amanda, beri tahu aku siapa yang ada di hatimu? jangan beritahu aku jika itu ayah angkat mu yang sudah memberikan mobil untuk mu ini? Dia sudah enam puluh." Wajah Lim menjadi gelap.
"Bajingan, bisakah kamu menjaga kata-katamu?" Amanda menggerakkan giginya.
Disampingnya, Maya menempel dilengan Danny dan dalam waktu yang sama menilai Amanda.
Saat Maya mengatakan itu, Amanda langsung menampar wajahnya." Kamu sebaiknya jaga mulutmu. Apa kamu bilang bermain dengan anak muda? Omong kosong."
"Apa kamu baru saja menamparku?" Maya memegang pipi nya yang bekas tamparan.
Amanda siap menyerang lagi, namun saat tangannya di angkat, Lim segera memegang tangan Amanda
"Amanda sayang, beritahu kamu jika kata-kata Maya benar. Apa akhir-akhir ini kamu memeliharanya untuk mainan?"
__ADS_1
"Lepaskan aku Lim! Apa urusanmu mengetahui siapa yang aku suka?" Pada titik ini, Amanda berharap Zack tidak keluar. Bahkan jika Lim melihatnya.
Melihat perilaku Amanda, Lim mulai khawatir, karena sudah banyak uang yang dia habiskan untuk Amanda, namun Amanda tidak memiliki sedikit rasa untuknya.
Didalam mobil, Zack mendengarkan pertengkaran mereka. Tidak banyak yang bisa Zack katakan, hanya bisa mengatakan kalau Amanda menyukai yang. Dan Zack sudah mengetahui itu.
Tiba-tiba bayangan muncul di sampingnya dan itu Maya yang sedang membaca untuk melihat seberapa bengkak pipinya, setelah tamparan yang dia terima. Oleh kerena itu dia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan. Bahkan dia sedikit cemberut untuk memperhatikan pesona imutnya tidak berkurang.
"Bagus, tetap manis." Maya mengangguk puas, lalu getaran alarm melandanya.
Melalui kaca, dia melihat sosok samar seorang pria.
Saat ini tidak ada yang lebih penting, dia menyeringai pada Amanda dan berkata pada Lim. "Itu benar, Lim. Ada pria lain. Aku melihatnya dikursi penumpang mobilnya sekarang. Terlalu takut untuk keluar."
"Apa?!" mendengar hal itu Lim dan Danny bergegas mengintip kursi penumpang. Kerena jendela kacanya diwarnai, pada awalnya tidak ada yang memperhatikan hal tersebut.
Setelah diperiksa lebih dekat, memang ada seseorang di dalam sana.
Tanpa sepengetahuan mereka, Zack sudah mengeluarkan umpatan. Dah sekarang dia terjebak dalam kekacauan ini.
Dia punya firasat buruk kali ini, karena kerumunan semakin berkembang diluar mobil.
__ADS_1
To be continued