Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 47. Limit Minimum


__ADS_3

"Halo semuanya, ini tempat umum, tolong jangan buat keributan disini." Tegur pramuniaga yang datang menghampiri.


"Maksudmu apa? Apa kamu ingin mencoba untuk mengusirku dari tokomu ini? Tidak bisakah kamu melihat berapa banyak yang aku beli di toko sovenir mu hari ini? Dialah yang harus di usir!" Saut Nabila dengan kesal.


"Minta manager mu untuk datang ke sini! Apakah kamu akan mengusir pelanggan yang mampu membeli pakaian di toko ini, atau kamu akan membiarkan orang yang tidak punya uang sama sekali berkeliaran disini?"


Pramuniaga itu sedikit takut dan segera memanggil managernya, karena dia pikir Nabila sedikit sulit hadapi. Selain itu dia juga takut nantinya akan dipecat.


Alex yang awalnya sedang memilih-milih gaun yang cocok untuk Tiara, tanpa sengaja melihat Zack yang tengah di hina Nabila. Alex segera meletakkan kembali gaun yang sudah dipilih sebelumnya dan segera menghampiri Zack dan menarik tangannya.


"Zack, ayo pergi! Kita cari di tempat lain saja." aja Alex.


"Pergi?! Kenapa kita harus pergi? Bukankah kita akan membeli beberapa gaun untuk dibeli?" Jawab Zack sambil melirik Nabila dan Rangga.


Saat ini Zack melihat pramuniaga itu, "Tolong keluarkan pakaian mahal yang ada di toko ini. Aku ingin memilihnya beberapa dari beberapa pilihan yang kamu tawarkan." perintah Zack membuat pramuniaga itu tercengang. Namun dia tidak menolak dan segera mengeluarkan beberapa Pilihan gaun mahal yang ada di toko. Walaupun pramuniaga itu tau jika Zack tidak akan mempu membeli. Tapi dia tetap mengeluarkannya, setidaknya mengambil kesempatan untuk mempromosikan gaun terbaik yang ada di toko.


"Ha... Ha..., apa kamu bercanda Zack? Apa kamu mampu membeli pakaian mahal di toko ini? cibir Rangga.


"Iya, jangan membodohi dirimu sendiri Zack." timpal Nabila saat mendengar penghinaan dari Rangga.


Zack hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


'Apa kalian bertanya apakah aku mampu membelinya? Jika aku mau aku juga bisa membeli semua pakaian di toko ini. Nabila, Nabila jika kamu tidak memutuskan aku secara sepihak dan memilih Rangga, mungkin saat ini aku bersedia membelikan apapun yang kamu inginkan.' Gumam Zack.


Tak lama kemudian, pramuniaga itu membawa beberapa pilihan gaun. Mata Nabila langsung terpana melihat keindahan gaun tersebut yang bernilai jutaan.


"Alex bantu aku memilih satu gaun dan kamu juga pilih satu gaun untuk di jadikan hadiah buat pacarmu, " ucap Zack sambil tersenyum.


Awalnya Alex enggan menerima tawaran zack, karena pakaian itu terlalu mahal. Dia tidak ingin menghabiskan uang Zack hanya untuk membeli hadiah di toko ini. Tapi Alex melihat ekspresi tegas zack, dia tau Zack sedang tidak bercanda.


Dalam sekejap, mereka berdua sudah memilih gaun yang diinginkan.


"Hah, apakah kalian yakin akan membelinya?" Nabila sama sekali tak yakin.


Setelah itu Nabila menoleh ke arah Rangga." Rangga aku juga ingin membelinya." pinta Nabila.


Zacky segera mengeluarkan kartu banknya dan memberikan kepada pramuniaga tersebut.


"Apa anda yakin ingin membeli dua gaun ini?" tanya pramuniaga meyakinkan saat pramuniaga itu memegang mesin kasir POS di tangannya.


"Iya untuk dua gaun ini." Jawab Zack.


Setelah itu Pramuniaga itu menggesek kartu bank milik Zack ke mesin POS. Semua orang menatap tajam mesin tersebut sampai mereka mendengar mesin itu berbunyi.

__ADS_1


Pramuniaga itu awalnya terkejut, namun setelah memastikan dia menjadi kecewa.


"Um! Pak, sepertinya saldo yang anda miliki tidak cukup."


"Ha...ha...ha..." Nabila tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa terbahak-bahak. "Zack, kamu pasti sedang bermimpi. Izinkan aku memberitahumu sebentar, dulu aku hanya membencimu dan putus denganmu karena aku miskin. Namun, sekarang aku mengenalmu lebih baik dan menyadari kalau kamu ternyata munafik dan tidak tahu malu. Aku merasa sudah bijak memutuskan untuk putus denganmu."


Saat ini raut wajah Alex memerah menahan malu. Sedangkan Zack hanya bisa menggaruk kepadanya. Dia baru ingat jika limit minimum belanja adalah 30 juta, dan dia tau di dalam kartu tersebut masih ada sekitar 150 juta lagi. Dia lupa kalau kartu belanja miliknya bisa dikendalikan oleh kakaknya.


Zack berusaha bersikap tenang di depan Nabila untuk memperlihatkan kalau dirinya bukan orang bodoh. Namun, karena lupa, dia akhirnya mempermalukan dirinya sendiri.


Suara yang indah dan jelas tiba-tiba terdengar.


"Dia pasti mampu membelinya. Tidak ada barang yang tidak tidak bisa di beli tuan Albert di toko ini."


To Be continued ☺️☺️☺️


Author Dina Auliya sekeluarga mengucapkan


🕌Selamat Hari Raya Idul Fitri -1 Syawal 1444H- buat semua readers


Minal Aidin Wal Faizin

__ADS_1


Mohon maaf lahir dan batin 🧕🙏


Jika ada salah dan khilaf saat balas komentar ataupun ada kata-kata yang menyinggung perasaan para reader, Author mohon di maafkan ☺️


__ADS_2