Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 34. Sebuah Rencana


__ADS_3

"Tuan muda Albert?! Apa yang kamu katakan Tio? Jelas-jelas itu pengemis yang ingin mengambil makanan. Apa kamu yakin dia ...." Tanya salah satu pemuda yang tak mengenali Zack.


Tio menampar wajah Temannya itu" Sial, Siapa yang kamu bilang pengemis? Apa kamu sudah bosan hidup?" Bentak Tio, dan lelaki itu langsung menyembunyikan wajahnya agar tidak di tampar Tio lagi.


" Tuan Albert ada di sini, haruskan kita pergi menyapanya, Tio? tanya yang lain.


" Tunggu sebentar! Sepertinya ada yang salah kali ini."


Tio memperhatikan situasi saat ini, dimana Zack berdiri di tengah-tengah aula perjamuan dan si sampingnya banyak gadis yang duduk namun menertawakan Zack. Tio pun semakin yakin dengan tebakannya di tambah situasi dimana Zack tidak ingin di antarkan sampai kampus.


'Mungkinkah Tuan muda Albert menyembunyikan identitasnya dari teman-temannya? Jika identitasnya terbongkar kalau tuan Albert adalah penguasa Garang Cormmecial Street tentu tidak akan ada yang berani menertawakan ataupun merendahkannya selain itu pasti di sekeliling tuan Albert sudah banyak bodyguard. Namun kenyataannya tidak ada sama sekali. Itu artinya tidak ada yang tau identitas asli tuan Albert. Untung saja tidak gegabah mengambil tindakan atau akan mengacaukan semua rencana tuan Albert ' Gumam Tio


" Lihatlah Tio, Tuan muda di ejek para bajingan itu. Ini kesempatan kita untuk turun tangan dan membantunya. Kita tidak boleh biarkan mereka mengejeknya." Saut salah satu anak kaya dari generasi kedua yang sudah tidak tahan melihat Zack di permalukan.


" Tentu saja kita tidak akan tinggal diam. Tapi kalian harus ingat. Kalian tidak boleh mengungkapkan identitas tuan Albert. Ikuti rencanaku!"


Tio pun sudah menyiapkan rencana dan sebelumnya dia memberi tahu kepada teman-temannya jika tuan Albert tidak ingin identitasnya di ketahui. Hal tersebut membuat mereka bernafas lega.


Sedangkan Zack bersiap untuk pergi meninggalkan aula perjamuan. Dia sudah sangat malu karena semua orang menatap wajahnya. Karena itu Zack memutuskan untuk meninggalkan perjamuan.


"Hai... kawan, Jangan pergi!" tahan Tio dan teman-teman Tio juga ikut berdiri.


" Kawan, jika kamu tidak keberatan, bergabunglah dengan kami untuk minum!" Bujuk Tio.


"Iya kawan. datanglah kemari dan minum bersama. Kami juga memiliki kursi tambahan untuk lama.

__ADS_1


Semua dengan sopan, menunjukkan salah satu kursi yang belum ada yang menempati.


Semua orang yang ada di aula terkejut, dengan sikap yang di tujukan Tio pada Zack.


" Apa yang terjadi? Bagiamana bisa tuan muda Tio mengundang pengemis itu duduk bersama?"


"Iya, apakah mereka tidak memikirkan status, hingga membiarkan seorang pengemis duduk sejajar dengannya."


Semua orang nampak kebingungan dan bertanya-tanya, alasan Tio dan teman-temannya yang merupakan kelompok anak konglomerat, yang memiliki banyak bisnis di Garang Cormmecial Street. Ditambah lagi ada Nona Rani yang tak lain juga putri dari konglomerat yang memiliki banyak pengaruh.


Nabila, Rangga, Vera dan yang lain nampak terkejut dengan apa yang mereka lihat.


Mereka jelas sudah mendengar tentang para pemuda itu, sedangkan mereka tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan ngobrol bersama.


Sedangkan Zack terkejut melihat Tio, Rani dan teman-temannya ada di perjamuan. Sebelumnya Zack tak begitu memperhatikan semua tamu lainnya. Namun sekarang Zack tiba-tiba di undang untuk duduk bersama.


Zack mengangguk dan berjalan menuju meja yang berada di bagian paling depan. Setiap langkah Zack diiringi tatapan heran semua orang. Akhirnya dia pun duduk di kursi kosong antara Rani dan Tio.


Malik merasa tidak nyaman. Seharusnya dialah yang menjadi tokoh utamanya dan menjadi fokus perhatian para tamu malam ini. Namun pada akhirnya Zack yang menjadi pusat perhatian.


Malik menghampiri untuk mempertanyakan alasan mereka.


"Tuan Tio, apa maksud dari semua ini?"


"Kenapa? Apa dia tidak boleh duduk di sini? Kalau teman kami saja tidak di izinkan duduk di sini, bagaimana kami bisa tetap tinggal disini. Lebih baik kami juga akan meninggalkan tempat ini." Saut Tio lalu berdiri di ikuti teman-temannya. Begitu juga dengan beberapa bos yang memiliki kerja sama dengan keluarga Tio pun ikut berdiri.

__ADS_1


Hal tersebut membuat Malik tak bisa berkata apa-apa lagi.


"Tentu saja dia bisa duduk di sini, karena anda sudah mengundangnya." Malik memelototi Zack sebelum dia berbalik dan kembali ke kursinya.


"Malik apa yang terjadi? bagaimana mereka bisa mengundang Zack untuk duduk bersama mereka?"


"Aku tidak yakin, tapi menurutku mereka memang sengaja, karena Restoran ini hak di dapat keluarga kami. Karena awalnya keluarga Tio berniat untuk mengambil hak restoran ini. Namun hasil akhir keluarga mendapatkan hak atas restoran ini. Karena ayah sudah berupaya keras dan menghubungi seluruh koneksi yang akhirnya berhasil memenangkan hak. Aku pikir Tio ingin balas dendam, tapi karena ini adalah acara pembukaan, jadi kami tidak bisa menyinggungnya." Jelas Malik.


"Oh... jadi itu alasannya." Membuat mereka akhirnya bisa bernafas lega kembali, setelah merasakan sesak saat melihat Zack di undang oleh para tuan muda kaya raya.


Disisi lain, Zack melirik Rani yang saat ini tersipu malu.


"Tidak disangka kita bertemu secepat ini,"ucap Zack kapada semuanya sambil tersenyum.


"Ya tuan Albert, mungkin ini sudah takdir." Jawab para gadis.


Rani sangat terjerat dengan kondisi, membuat dia akan mematuhi kata-kata ayahnya, untuk bersikap baik pada Zack.


"Tuan Albert, tidak memiliki hubungan baik dengan Malik kan?" tanya Tio tiba-tiba.


"Tidak, aku sama sekali tidak dekat dengannya." Jawab Zack dengan jujur.


"Bagus lah kalau begitu. Sebenarnya kami ada rencana untuk mempermalukan dan menghancurkan reputasi Malik dan keluarganya malam ini. Tapi kamu takut dengan tuan Lukman, hingga kami tidak berani melakukan apa-apa. Tapi jika tuan bersedia mendukung kami, maka kami akan pastikan Malik malam ini akan hancur."


"Apa rencananya?" tanya Zack yang sudah tidak tahan menahan rasa penasaran.

__ADS_1


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2