
Zack menyadari kedatangan Nabila bersama Rangga dengan penampilan yang cantik. Perhiasan kalung dan Gelang melekat indah Di tubuhnya. Zack ingat jika perhiasan itu pemberian dari Rangga saat itu dan mungkin Rangga sengaja membelikannya agar di pakai Nabila saat menghadiri pesta pembukaan restoran Mix Food.
Zack pun akhirnya paham, jika sebenarnya Nabila tidak benar-benar mencintainya. Dirinya hanyalah di jadikan tempat pelampiasan untuk menghilangkan kesedihannya di masa lalu. Memikirkan hal itu, membuat Zack merasa dirinya sudah begitu bodoh berpikir kalau Nabila benar-benar mencintainya dan mulai detik ini Zack memutuskan untuk tidak memikirkan Nabila lagi dan tidak perduli padanya apapun yang terjadi.
"Malik, Ternyata kamu kenal dengan Zack?" tanya Rangga dengan sopan.
"Mereka semua teman Vera. Rangga apa kamu juga kenal mereka? tanya balik Malik.
"Iya, aku kenal. Mereka dari kelas berbeda."
"Malik, Apa kamu tau? Zack itu benar-benar sampah. Dicara pembukaan restoran yang mewah ini dia sama sekali tidak menunjukkan rasa hormatnya. Lihatlah penampilannya sangat asal. Dia sama sekali tidak tau bagaimana cara menghargai menghargai. Sindir Nabila, Sambil mempererat genggamannya di lengan Rangga. Nabila ingin menunjukkan kepada Zack kalau dia lebih bahagia setelah jadian dengan Rangga.
Malik puas dengan komentar Nabila yang berani mengkritik Zack secara langsung. Malik pun memasukkan kedua tangannya ke saku dan mendekati Zack." Jika dia ingin menurunkan standar penampilannya. Sekalian turunkan saja harga dirinya lebih rendah lagi. Bukankah tidak semua orang memiliki standar yang tinggi."
" Apa yang kamu katakan benar dan sangat masuk akal. Jika tidak ada standar rendah mana mungkin ada standar tinggi mengenai sebuah penampilan," saut Rangga.
" Baiklah. kita berhenti, kasihan dia. Tidak baik membicarakan Zack. Ya walaupun pada kenyataannya memang benar. " Malik pun tertawa merendahkan.
Dihina dan di tertawaan membuat Zack mulai marah. Zack mulai berfikir jika semua gadis yang ada di sekitarnya dirinya hanyalah gadis penyuka uang. Dia berjanji akan membalas mereka semuanya dengan uang nantinya.
"Ah, sepertinya dia marah," ucap Malik yang memperhatikan ekspresi kemarahan yang terpendam di wajah Zack.
"Ayolah Zack, jangan salah Paham. Aku hanya bercanda. Aku tidak benar-benar marah kan? Yah, aku tau kalau Zack tidak akan marah. Atau ... kamu orang yang tidak bisa di ajak bercanda?" imbuh Malik.
"Malik apa kamu memang sengaja membuat masalah denganku?" tanya balik Zack dengan dingin.
Awalnya Zack berfikir Vera mengundangnya, karena Vera ingin memperbaiki hubungan dirinya dengan Malik. Namun, Zack akhirnya mengerti bahwa mereka mengundang dirinya hanya untuk hanya untuk mengejeknya.
" Oh, tenyata Zack benar-benar marah. Malik sudah membantumu dengan memberi kesempatan untuk datang ke sini hari ini. Jadi kamu tidak pantas untuk marah dengannya," ucap Nabila sambil tertawa menghina. Nabila sangat puas bisa menyaksikan Zack di remehkan orang-orang.
__ADS_1
" Sudah cukup. Jika kalian terus menyindir, lalu kapan kita akan menikmati pesta? Malik dimana meja yang sudah kamu siapkan untuk kami?" tanya Vera dengan cepat agar mereka segera menghentikan sindiran mereka. Lagi pula Vera yang membawa Zack dan jika Nabila terus mengejek Zack itu sama saja mempermalukan dirinya.
Malik pun membawa mereka ke meja besar.
"Kalian duduklah bersama di sini. bukankah kalian satu universitas?" Malik mempersilahkan semuanya duduk di kursi masing-masing. Namun kedatangan Rangga dan Nabila membuat tempat dudu itu penuh dan hanya Zack sendiri yang tidak memiliki tempat duduk.
" Oh tidak. Maafkan aku zack, tidak ada kursi lagi yang tersisa untukmu," ucap Malik dengan ekspresi merasa bersalah melihat Zack yang berdiri seorang diri. Namun terselip senyum dingin, karena merasa puas berhasil mempermalukan Zack
Melihat temannya di permalukan, Alex buru-buru memanggil Zack untuk bergabung dengannya.
" Zack kenapa kamu tidak datang kemari dan bergabung bersama kami," ucap Alex
Malik menggaruk kepalanya dan dia hanya bisa menghela nafas.
"Aku awalnya berencana untuk duduk di sini bersama kalian semua dan kita bisa ngobrol sebelum aku naik ke atas panggung untuk berpartisipasi dalam pembukaan restoran. Aku ingin menyerahkan tempat duduk ku sebagai gantinya." Jelas Malik.
"Kalau kamu menyerahkan kursimu kepada Zack. Itu artinya Zack akan duduk diantara Vera dan aku! Sama sekali aku tidak mengharapkannya! Selain itu aku dan yang lain juga tidak ingin kamu pergi Malik. Kamu masih ingin mendengarkan lebih banyak ceritamu."
Satu persatu berkomentar, membuat Zack berada di posisi tersulit saat ini. Zack tak bisa berbuat apa-apa. Namun dia merasakan kebencian dalam hatinya.
Zack memutuskan untuk segera pergi agar dia segera menghilang dan tak perlu melihat wajah mereka lagi. Selain itu suasa hari Zack sudah benar-benar buruk.
Tiba-tiba pembawa acara pun ingin memulai acaranya dan meminta semuanya untuk diam.
"Harap diam semuanya. Acara malam ini akan kita mulai. Dan sebentar lagi tuan rumah akan memberikan pidatonya. Jadi di mohon untuk duduk di tempat masing-masing yang sudah di sediakan," ucap MC.
Semua pun duduk di kursinya masing-masing dan keramaian seketika berubah sunyi saat semua orang-orang terdiam. Menunggu tuan rumah naik ke atas panggung. Dan saat ini hanya Zack yang berdiri seorang diri di tengah-tengah aula karena tidak memiliki tempat duduk. Selain itu kini dia menjadi titik pusat perhatian semua orang yang ada di aula.
"Lihatlah pria itu! Kenapa dia berdiri di sana sendirian?
__ADS_1
"Apakah dia seorang pelayan? sepertinya bukan. Melihat dari penampilannya dia bukan seperti seorang pelayan."
"Apakah dia orang asing yang menyelinap masuk untuk mengambil makanan dan minuman yang ada di sini?"
"Benar-benar memalukan. bagaimana keluarga Maliki mempersiapkan acaranya. Sampai tamu mereka sendiri harus berdiri di tengah aula tanpa mempersiapkan kursi untuk nya. Benar-benar memalukan."
Semua orang sibuk mengomentari keberadaan Zack yang berdiri di tengah Aula tanpa kursi.
Di salah satu meja utama yang berada di dekat panggung, sekelompok pria dan wanita muda duduk bersama. Mereka dari kalangan terhormat dan memiliki latar belakang keluarga yang kuat.
Sedangkan Vera dan kelompoknya mendapatkan meja di tengah-tengah Aula. Ruang aula yang besar dan setiap meja di isi beberapa kursi dalam posisi melingkar.
Salah satu pemuda tersenyum lalu berbicara dengan Tio dan Rani.
"Lihatlah, acara pembukaan malam ini aku rasa sangat kacau. Bagaimana bisa ada orang asing yang datang untuk meminta makanan," ucapnya sambil tertawa.
Mendengar kata temannya. Tio yang awalnya sibuk dengan ponselnya, langsung mengangkat kepalanya dan mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok pria yang di maksud.
Tio mengucek matanya beberapa kali untuk memastikan kalau yang dia lihat itu tidak salah.
"Sial, itu tuan Albert!" Seru Tio.
Mendengar nama tuan Albert, Rani yang awalnya acuh tak acuh pun akhirnya mengangkat kepalanya untuk memastikan.
"Itu benar-benar dia?" Rani bergumam tak percaya.
Semua yang ada di pesta sebelumnya yang sudah melihat Zack langsung mengenalinya.
To be continued ☺️☺️☺️
__ADS_1