Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 55. Aku generasi ke dua yang kaya raya (2)


__ADS_3

"Apa kamu gila? Berfikir seluruh Garang Commercial Street menjadi milikmu?"


Para gadis memandang Zack, seolah-olah mereka sedang memandang orang bodoh.


"Garang Commercial Street?! Dia mengatakan bahwa itu miliknya?" Bobi tertawa terbahak-bahak.


Zack tersenyum pahit. Tepat pada saat itu ponselnya berdering dan itu dari Paman Lukman.


"Tuan Albert, Apakah anda sudah sampai?" tanya paman Lukman.


"Iya Paman. Aku ada di lobby," Jawab Zack.


"Baiklah. Tuan tuan Herry dan tuan Amstrong sudah bersama saya. Kami akan segera menemui mu di sana. Mereka sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anda setelah mendengar bahwa anda akan berinvestasi dan beberapa proyek."


"Um. Baiklah." Zack tidak mengira para direktur datang lebih cepat.


Di sisi lain, Tuan Bobi dan yang lain menatap Zack dengan heran.


Saat Nabila hendak memanggil beberapa penjaga keamanan untuk mengusir Zack dan siap merekamnya, Seorang gadis yang berdiri disampingnya berseru. "Nabila, Tuan Bobi, lihat! Mengapa ada begitu banyak orang yang buru-buru kesini?! Sepertinya itu Tuan Lukman?"


"Ya, Bukan hanya Tuan Lukman, tapi juga tuan Herry dan juga tuan Amstrong. Mereka semua adalah orang-orang besar di Garang City. Mengapa mereka buru-buru datang ke lobby?"


"Sial, bukankah itu ayahku yang ada di belakang? Kenapa dia lari ke sini juga?!" Wajah Bobi tiba-tiba menjadi pucat.


Mereka buru-buru minggir dalam kebingungan, hanya Zack yang berdiri diam di tengah lobby.


"Zack, apa kamu mencari masalah? tuan Lukman akan datang, kamu harus segera keluar dari sini. Pasti ada orang penting yang akan datang. Kamu harus keluar sekarang." Teriak Nabila dengan tergesa-gesa. Tapi Zack tidak bergeming.

__ADS_1


"Selamat siang, tuan Lukman." Sama semua pelayan sambil membungkuk, wajah mereka sedikit suram, takut mendapat amarah.


Namun paman Lukman mengabaikan mereka dan langsung berjalan menghampiri Zack dan segera tersenyum dengan hormat.


"Maaf membuat anda menunggu, tuan Albert. Mari saya perkenalkan..."


Semua terkejut saat mendengar Atasnya itu menyapa Zack dengan panggilan tuan Albert. Suasana menjadi menegang, terutama Nabila yang langsung membeku.


"Tuan Lukman. Bagaimana anda memanggilnya dengan tuan Albert?" Tanya Nabila.


"Ya, dia adalah bos besar di balik semua bisnis Garang Commercial Street, Tuan Albert. Kenapa kamu masih disini? siapa yang mengizinkan kamu bicara? Dimana Amanda?" Lukman menanyai mereka ketika dia melihat para pelayannya begitu tidak sopan.


Nabila segera memanggil Amanda. Bagaimanapun mereka semua bisa bekerja karena Amanda.


Amanda sedang mengawasi para pelayan yang lainnya menyiapkan makan malam. Oleh karena itu dia sibuk di belakang dan baru datang saat Lukman menuju lobby.


Amanda segera menampar Nabila, saat mengetahui sikapnya tidak sopan.


Meskipun merupakan suatu kebanggaan bekerja di Villa MA, tapi semuanya harus memahami aturan saat bekerja.


Nabila sangat tercengang dengan tamparan yang dia dapat.


Saat ini Nabila benar-benar sakit hati. Jika dia tidak putus dengannya, dia sudah pasti menjadi wanita kaya sekarang. Dia pasti seperti itu karena Zack menyainginya.


"Tuan Albert, Setelah masuk kantor, saya akan memperkenalkan mereka satu persatu." Lukman memberi syarat dan Zack mengangguk sambil melirik Nabila.


"Baiklah, ayo masuk!" Zack berbalik dan bersiap untuk masuk.

__ADS_1


"Berhenti di sana!" Nabila tiba-tiba berteriak, dan membuat Zack terkejut. Kemudian dia menoleh, bukan kearah Nabila melainkan ke Amanda.


Namun detik itu, Nabila menampar Amanda dengan kuat.


"Kamu... Nabila, beraninya kamu menamparku?! penjaga... penjaga..." Teriak Amanda. Saat ini Amanda bingung, karena ini adalah kali pertamanya dia ditampar oleh orang lain.


Wajah Nabila merah dan penuh ketidakpuasan. "Kenapa tidak?!"


Penjaga keamanan mendengar panggilan Amanda dan bergegas masuk untuk menangkap Nabila.


"Siapa yang berani menyentuhku? Apakah kamu tidak tau siapa aku??" ucap Nabila.


"Aku Pacar Zack! Aku Pacar taun Albert. Jangan sentuh aku!" Nabila mengepakkan tinjunya.


"Apa?! Pacar?"


Penjaga keamanan segera berhenti dan tidak berani bergerak saat mendengar kata-kata itu.


Zack mengerutkan kening. Semua orang menoleh untuk melihat Zack.


Zack kemudian berkata acuh tak acuh, "Dulu dia adalah pacarku tapi sekarang bukan lagi." Zack sudah memutuskan untuk mengungkap identitas aslinya, dia bertekad untuk benar-benar memutuskan hubungan dengan Nabila.


Zack segera berbalik dan pergi setelah mengatakan itu.


Lukman mengerti apa yang dimaksud Zack, dan memberi syarat kepada para penjaga untuk mengusir Nabila.


"Zack, dasar bajingan! Apa kamu lupa siapa yang sudah menghabiskan dua tahun bersamamu, bahkan ketika kamu tidak punya uang sebelumnya? Kamu selalu mengatakan selalu menjaga hubungan kita. Maaf aku putus denganmu, tapi pernahkah kamu memikirkan ku? Aku tidak pernah kamu untuk membelikan sesuatu yang mahal selama dua tahun itu. Kamu sendiri yang membelikannya untuk ku. Apalagi saat itu, hanya aku yang mau berjalan di sampingmu di kampus. Kita makan dan bergandengan tangan saat berkencan. Aku mengambil inisiatif untuk menggenggam tanganmu lebih dulu. Namun kamu memperlakukan aku seperti ini sedang?!" Nabila menangis saat dia ditahan oleh para penjaga.

__ADS_1


Zack ingin masuk ke dalam, namun tanpa sadar dia menghentikan langkahnya saat dia mendengar kata-kata Nabila.


To be continued 🙂🙂🙂


__ADS_2