Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 70. Mendapatkan SIM


__ADS_3

Seperti biasa setiap akhir pekan, adalah waktu untuk bermalas-malasan. Alex dan yang lain masih tidur dengan lelap. Zack yang bangun lebih awal tidak ingin menggangu mereka jadi dia langsung pergi ke cafe Barat dimana Sisil ingin bertemu dengannya.


Sesampainya di cafe ternyata Sisil sudah datang lebih dulu, dan sudah menunggunya disana bahkan dia sudah memesan dua porsi sarapan.


"Aku sudah memesankan kamu sarapan, cepat Makanlah," ucap Sisil sambil tersenyum. Zack tanpa malu segera mengangguk menerima sarapan yang sudah dibelikan Sisil.


"Ada apa Sisil? Apa yang ingin kamu katakan padaku?" tanya Zack sambil menyuap.


"Hari ini adalah ulang tahun nenekku dan aku akan pulang untuk merayakannya. Kamu tahu hubunganku dengan Irina, kan? Jangan salah paham, Aku sebenarnya bukan orang yang suka membandingkan atau membuat perbandingan. Aku dan Irina sudah seperti ini sejak kecil selalu bersaing. Apa kamu tahu apa yang aku maksud?" tanya Sisil dengan cemberut.


"Aku tidak paham," jawab Zack.


"Baiklah aku akan menjelaskan apa maksudku dengan jelas. Zack kamu tahu Irina sudah punya pacar, kan? Aku dengar Irina akan mengajak Revan pulang bersamanya untuk ikut merayakan ulang tahun nenek. Aku juga dengar kalau bajingan itu menyiapkan hadiah spesial untuknya. Kalau itu terjadi pasti akan banyak yang memuji Irina. Jadi aku telah memutuskan kalau aku harus membawa pacar pulang."


"Apakah kamu ingin memintaku untuk pura-pura menjadi pacarmu?" tebak Zack.


"Um, iya. Aku ingin kamu terus berpura-pura menjadi pacarku, dan kamu juga bisa berpura-pura menjadi pewaris yang kaya. Aku akan membelikan kamu pakaian agar terlihat lebih rapi. Zack, Zack yang baik hati, tolong bantu aku sampai akhir. "Rayu Sisil dengan sedikit genit.


Melihat cara Sisil dan harapnya, Zack tak mampu untuk menolak. Jadi dia menyetujuinya begitu saja. Walaupun dalam hati 'aku tidak perlu berpura-pura, karena sebenarnya aku adalah ahli waris yang kaya." Zack hanya bisa tersenyum pahit didalam hati, karena sebenarnya Zack ingin menjadi pacar sungguhan.


Setelah Zack setuju, Sisil membawa Zack untuk pergi membeli pakaian baru dan juga pergi ke salon untuk memperbaiki penampilannya.


Akhirnya Sisil merubah penampilan Zack dan Sisil pun terpesona melihat ketampanan Zack yang tersembunyi. Setelah siap, mereka pun berencana untuk pergi bersama. Namun tiba-tiba telepon Sisil berdering dan setelah menerima panggilan itu, Sisil menghela nafas panjang.


"Zack, sepertinya aku harus pergi dulu. Aku dan Karan memesan kado untuk nenek, tapi sepertinya ada kesalahan, dan ini membuatku sedikit cemas. Kalau begitu kita akan bertemu pukul dua di villa Royal. Aku akan menelpon mu nanti." Setelah bicara Sisil buru-buru pergi dan meninggalkan Zack sendirian.


Saat ini jam menunjukkan pukul sembilan tiga puluh pagi, itu artinya Zack masih harus menunggu empat jam lagi sebelum bertemu dengan Sisil lagi. Zack memikirkan apa yang akan dia lakukan untuk dalam waktu empat jam.


"Oh, iya. Surat izin mengemudi ku, seharusnya sudah dikirim."

__ADS_1


Zack segera menelepon untuk menanyakan hal itu, dan tebakannya benar, SIM-nya sudah sampai dan berada di kurir, Zack hanya tinggal mengambilnya.


Akhirnya mimpi yang selama ini dia harapkan akhirnya terwujud. Akhirnya dia memiliki SIM, itu artinya dia bisa mengendarai mobil miliknya sendiri.


Setelah mengambil SIM, Zack segera menghampiri mobilnya yang sudah lama terparkir.


Vroom... Vrooom...


Sebuah mobil Passat berjalan melewati Zack dan berjalan menuju taman.


Banyak orang yang lalu lalang di taman dan mobil Passat menarik perhatian para gadis.


"Wow, bukankah itu mobil Passat keluaran terbaru? terlihat cukup bagus." bisik Para gadis.


Tak jauh dari mobil Lamborghini, mobil Passat itu berhenti dia membuka kaca mobilnya dan mengeluarkan kepalanya.


"Hai Zack kamu ada disini juga."


Johan dan Zack mengambil kursus yang sama, dan saat Johan lulus dia langsung membeli mobil. Dia sengaja datang ke taman sekedar untuk pamer pada para gadis.


Zack tak menyukai sikap Johan jadi dia hanya mengangguk sedikit.


"Aku baru saja membeli mobil ini, setelah aku mendapatkan SIM. Zack kamu juga harus segera membeli mobil supaya kamu tidak lupa cara mengemudinya." Johan tersenyum penuh kemenangan saat menghampiri Zack.


Banyak gadis melihat mereka, saat Johan bicara dengan keras. Mereka bisa melihat kalau Johan sedang mengejek Zack.


"Hai Johan, kemana tujuanmu? Bolehkah kamu mengajak kami jalan-jalan?" tanya para gadis.


"Oh tentu." Johan tertawa lalu dia melirik Zack lagi.

__ADS_1


"Zack, maukah kamu mengemudi mobilku dan mengajak para gadis pergi jalan-jalan?"


Zack menggelengkan kepalanya, "Lupakan."


"Oh, Jordan. Siapa yang mau naik mobil jika dia yang mengemudi. Lihatlah keadaannya, melihat penampilannya saja sudah membuat malu, apalagi mengendarai mobil yang sama dengannya."


"Ha ha, bahkan jika Jordan meminjam mobilnya, apa barani dia mengendarainya? Jika rusak dia tidak akan mampu membayar kompensasinya, bahkan sampai dia menjual diri itu tidak akan cukup. " Ketiga wanita itu tertawa mengejek, lalu segera masuk ke dalam mobil Johan.


Dia tidak mengatakan apa-apa setelah mendapatkan penghinaan yang keji dari mereka.


Dia hanya mengeluarkan kunci mobilnya dan berjalan menuju Lamborghini miliknya yang terparkir.


"Hai, Johan, lihat! pria menyedihkan yang kamu ajak bicara berjalan menuju Lamborghini."


"Hehe, Lamborghini itu adalah merek terkenal. Si brengsek itu pasti ingin mengambil beberapa gambar dan di posting di sosial media, untuk menunjukkan seberapa hebatnya dia. Banyak sudah yang melakukan itu." ucap para gadis dengan jijik.


"Mungkin, tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh orang-orang seperti itu." jawab Jordan sambil menyeringai.


"Ngomong-ngomong, Jordan apa kamu tahu pemilik mobil Lamborghini itu?"


"Aku tidak tahu, tapi aku bisa memberi kalian banyak hal tentang konfigurasi dan interior mobil yang didesain kelas satu. Bahkan komponen sederhana di buat dengan perhitungan dan dengan ketat, semua di awasi secara langsung oleh master yang berpengalaman."Jawab Johan dengan tersenyum.


"Ah, Johan, kamu jangan membangkitkan minat kami.


Waktu masih menunjukkan pukul sepuluh, Johan berencana mentraktir ketiga gadis itu makan siang. Jadi mereka menunda waktu lebih dulu sambil menunggu waktu makan siang.


Johan segera memarkirkan mobil, dan mengajak para gadis itu pergi ke Lamborghini untuk menjelaskan tentang interior Supercar itu.


Disaat yang sama, Zack juga sampai diparkiran.

__ADS_1


"Em, Nona, Keberatan tidak jika kamu minggir,"ucap Zack sambil menggosok hidungnya, dia menatap tak berdaya pada seorang gadis berambut panjang yang sedang duduk di atas kap Lamborghini-nya.


__ADS_2