
Zack berbalik dan melihat Sisil.
" Kamu di sini untuk belajar mobil?" Tanya Zack sambil tersenyum senang saat melihat Sisil kembali.
"Yap. Aku akan mengikuti tes ke dua besok. Apakah kamu akan mengikuti tes ke tiga?" tanya balik Sisil.
Karena masalah yang dialami Sisil dan keluarganya, membuatnya harus meninggalkan tes kedua. Sekarang dia harus mengulang untuk mengikuti tes ke dua jika ingin mendapatkan SIM.
Zack hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Baguslah. Ayo kita berlatih bersama dan berharap kita berdua lulus."
Mereka pun akhirnya berlatih sepanjang sore dan keesokan harinya mereka pergi masing-masing untuk mengikuti tes.
Akhirnya semua berjalan lancar, Zack berhasil melewati tes ketiga dalam teori maupun praktek dan dalam beberapa hari ke depan dia akan mendapatkan SIM.
Zack dan Sisil sudah membuat kesepakatan untuk pergi bersama dan mereka bertemu di gerbang universitas untuk makan siang bersama. Namun karena Zack ada tes ganda, membuatnya keluar terlambat. Dan benar saja, Sisil pada akhirnya harus menunggu.
Saat Zack keluar menemui Sisil, Zack melihat sepasang pria dan wanita sedang mengobrol dengan Sisil. Zack berlahan mendekati mereka.
Ketiganya sedang serius dengan apa yang dibahas, sampai tidak menyadari Zack datang mendekat.
"Sisil, selain pertemuan keluarga, aku hampir tidak pernah melihatmu. Apa yang kamu lakukan disini sendirian?" Tanya gadis itu tersenyum, namun ada raut penghinaan dimatanya.
__ADS_1
"Benar, Irina. Kita hampir tidak pernah bertemu. Tapi harus aku katakan, kamu selalu membuatku takjub. Apakah dia pacarmu?" tanya Sisil dengan nada bicara yang seolah memang keduanya bermusuhan.
"Sisil, tak perduli bagaimana cara pandang mu, tapi kamu harus ingat, aku lebih tua beberapa bulan dari kamu, seharusnya kamu bisa lebih banyak menunjukkan rasa hormat kepadaku. Apakah kamu tidak pernah belajar sopan santun?" tanya Irina dengan marah.
Sisil dan Irina adalah sepupu, ayah Irina adalah paman Sisil, sama seperti Karan, mereka adalah sepupu dari keluarga Gapra.
Sisil dan Irina bermusuhan sejak kecil. Kedudukan keduanya membuat mereka berdua saling bersaing dalam segala hal bahwa sampai sekarang. Apapun persaingannya, entah itu studi ataupun kepopuleran nya sisil selalu berada di depan dari Irina.
"Emmmm, aku tahu Sisil, kamu selalu menarik diri dan memiliki standar tinggi, dan untuk itu setelah bertahun-tahun, tetap saja kamu sendirian." Irina menyilangkan lengannya dan melanjutkan," dan ini dia masih tetap sendirian seperti biasa."
Pembicaraan keduanya tentang persaingan membuat Sisil mulai kesal, di tambah Irina yang mengungkit tentang pacar membuatnya hampir frustasi.
"Sisil." Panggil zack. Sedari tadi Zack sudah memperhatikan keduanya, dan melihat Sisil yang mulai tersudut dan memutuskan untuk bergabung.
"Sisil siapa dia?" Irina menatap dari atas ke bawah. Melihat pakaian polosnya senyum Irina mekar diwajahnya.
"Ini temanku Zack. Apa ada yang salah?" jawab Sisil sembari bertanya saat melihat tatapan Irina.
"Oh, aku pikir itu saudara iparmu, Irina," saut Revan kekasih Irina.
"Bagaimana mungkin Revan? Bagaimana mungkin Sisil menemukan pacar. Selain itu, lihatlah pakai yang dikenakan temannya. Mana mungkin dia pacar Sisil." Saut Irina dengan kejam, tanpa memikirkan perasaan Zack.
Menghadapi situasi ini, Sisil masih nampak tenang, dan bersiap menyerang balik.
__ADS_1
"Kamu salah Irina, aku ada Zack lebih dari teman baik." Sisil berjalan mendekati Zack dan memeluk lengannya.
Tubuh Zack seketika bergetar, inilah yang diinginkan Zack, yaitu menjadi pacar Sisil.
"Hai Sisil, kamu mengatakan itu hanya untuk bersaing denganku kan? Jika kamu ingin mencari pacar untuk menyaingi aku, tentu kamu akan memilih pria yang tentunya akan memberikan kehidupan yang lebih baik saat nanti menjadi suamimu, bukan seperti dia."
"Ngomong-ngomong, aku belum memperkenalkan Revan sepenuhnya padamu. Dia adalah pewaris dari keluarga Lewis, dan dia mengendarai mobil Ferrari. Dengan begini saja, Sisil, kamu sudah kalah denganku.... Nah, sekarang... Sisil. Jika kamu tidak mau mengaku kalah dariku, tunjukkan padaku apa yang kamu punya, dan kita lihat siapa yang terakhir akan tertawa." imbuh Irina menantang Sisil, karena dia paham betul jika Sisil tidak akan pernah mau kalah darinya.
Benar saja, Sisil tidak mau mundur.
" Heh, apa artinya itu? perkenalkan Zack, Dia adalah pewaris yang kaya. Dia hanya tidak suka memamerkan kekayaannya kemana-mana, seperti pria yang lain yang suka pamer."
"Ha..ha..., apa ? dia pria kaya? lihatlah penampilannya." Irina tertawa terbahak-bahak. "Kamu membuatku tertawa, Sisil. Kali ini kamu benar-benar mengalahkan aku."
Sementara itu hati Zack diselimuti keraguan. Beberapa saat yang lalu dia diselimuti kebahagiaan saat Sisil menyebut darinya sebagai pacar... namun saat ini hanya sebagai kontes persaingan. Namun hal terakhir yang dikatakan Sisil membuatnya lengah.
" Sisil, apa kamu mengetahui tentang itu?" tanya Zack. Selama ini Zack menderita dalam tekanan saat bagaimana harus mengungkapkan kebenaran tentang dirinya, Sekarang Sisil mengatakannya sendiri, membuat beban yang berat terangkat dari pundaknya.
Sisil terkejut. "Aku tahu tentang apa?"
" Tentang aku menjadi ahli waris yang kaya?"
To be continued 🙂🙂🙂
__ADS_1