
Semua orang berkerumun di sekitaran mobil, mereka membicarakan sosok pria yang ada didalam mobil itu, sambil menunjukkan rasa iri padanya.
"Danny, Apa yang terjadi?" tanya Bima dan Anisa yang datang untuk bergabung.
"Kalian..., tepat sekali kalian datang tepat waktu, saat ini kita butuh bantuan kalian," jawab Danny dan dia pun menjelaskan situasinya.
"Jadi itu Yanga terjadi, baiklah. Kita semua di sini berteman, mari kita selesaikan masalah ini sekarang. Hai... siapapun yang ada didalam mobil, bisakah kamu keluar sekarang dan menyelesaikan masalah ini?" ucap Bima.
"Keluarlah, biar semua masalahnya cepat selesai." teriak Maya.
"Tidak mungkin, kalian pikir kalian semua siapa?" bentak Amanda menghampiri kerumunan dan berusaha membubarkannya. Jika terus begini, nama baik Zack akan hancur dan dia akan sulit menebusnya. Namun sayangnya hal itu membuat Lim semakin cemas, karena dibakar api cemburu.
"Amanda jangan pergi, aku bisa menggunakan cara lain untuk mengetahui siapa dia, jika kamu tidak menunjukkannya sekarang," ucap Lim.
Danny dan Bima ingin mencoba membuka pintu tersebut, namun sebelum dia melakukannya. Zack lebih dulu membuka pintu dan melangkah keluar.
Zack terpaksa keluar, jika dia tidak melakukan itu, suasana akan semakin buruk. Selain itu juga, Zack tidak ingin Amanda berada dalam situasi sulit.
"Zack."
"Zack."
"Zack."
Danny, Bima, Anisa, dan Maya terkejut saat melihat Zack keluar dari dalam mobil tersebut. Mereka benar-benar tidak menyangka jika itu adalah Zack.
"Zack, kenapa kamu ada di sini?" tanya Maya. Beberapa hari yang lalu, Maya mulai menyimpan perasaan dengan Zack, namun sayangnya Zack tidak peka dengan sikap yang ditunjukkannya. Alasan dia berkencan dengan Danny itu juga semua karena Zack, dia ingin membuat Zack memiliki kecemburuan dengannya.
__ADS_1
Zack hanya bisa tersenyum, "Amanda memberiku tumpangan kembali ke kampus. Hehe... kalian terlalu banyak berprasangka." Zack berusaha tenang, walaupun dia merasa ini sangat memalukan.
"Persetan, jangan mencari alasan. Kamu pasti laki-laki mainannya Amanda, bukan? Asal kamu tau, uang yang dia hamburkan untuk mu itu semua berasal dari Lim." saut Danny dengan geram.
"Danny, apa kamu mengenal dia?" tanya Lim dan menatap Zack dengan permusuhan terbuka.
"Hah! Kami tidak hanya mengenalnya, tapi kamu juga teman kelas dengannya. Orang malang yang tidak punya uang... tiba-tiba menjadi kaya dengan memutar cerita memenangkan lotere, dan ternyata dia hanyalah hewan piaraan seseorang."
"Itu benar. Beberapa hari yang lalu, Aku mendengar dia membeli gaun di salah satu toko dekat kampus, saat itu dia tidak punya cukup uang. Tapi tiba-tiba datang seorang gadis muda datang dan membayar itu juga salah satu gadis yang memegang kendali mu ha?" ucap Anisa.
Ternyata setelah Zack memberikan gaun tersebut pada Anisa untuk mendapatkan alamat Sisil. Anisa datang ke toko tempat Zack membeli gaun tersebut dan mencari tau kebenarannya, memastikan jika dirinya tidak di tipu. Saat mengetahui harga gaun tersebut sangat mahal, dia terkejut dan tidak bisa berkata-kata apa-apa, bahkan tidak ingin menceritakannya pada siapapun. Namun saat ini dia baru sadar kalau Zack benar-benar miskin. dan semua kekayaan yang dia miliki berasal dari para wanita kaya.
"Hmph!" Bima mendengus, "Zack kamu terlihat seperti pria baik. Tidak pernah terpikirkan jika kamu melakukan hal ini.... dan seharusnya Sisil tidak berteman baik dengan pecundang seperti kamu."
Semua mengejek Zack, karena mereka berfikir apa yang dilakukan Zack sangat memalukan, manjadi pria mainan adalah hal yang menjijikan. Bahkan saat ini Lim siap berkelahi dengan Zack.
Plakkk...
"Apa yang aku lakukan, bukan urusan kalian. Cepat pergi dari ini." teriak histeris Amanda.
Lim menjengkelkan bagi Amanda tapi dia bisa mentolerir, tapi jika dia berani menyentuh zack hari ini, dia akan membunuhnya sebelum semuanya tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Amanda sayang... kamu benar-benar memukulku... hanya untuk laki-laki kecil seperti dia..." Lim tergagap kerena syok, dan mengepalkan tinjunya saat berbalik untuk pergi, namun sebelum pergi Lim sempat menoleh, menatap Zack sebagai sebuah peringatan.
Setelah orang-orang mengambil foto, mereka segera pergi. Saat itu juga telepon Zack berdering. dan itu adalah panggilan dari Rani.
"Halo, " ucap Zack sebelum akhirnya mendengar suara lembut Rani.
__ADS_1
"Halo tuan Albert, aku hanya ingin memberitahumu, kalau pesta akhir bulan, akan diadakan di atas kapal pesiar. Reservasi sudah dibuat, jadi anda harus datang. Ketika Tio tau dan yang lain tau anda akan datang mereka sangat senang."
"Oh, kapal pesiar, itu sangat bagus."
"Kalau begitu, haruskah aku menjemput anda pada hari itu, tuan?"
"Tidak perlu, aku punya mobil sendiri, dan aku harus mendapatkan SIM, sebelum akhir bulan. Beritahu aku kemana aku harus pergi, aku akan berkendara sendiri kesana."
"Baik tuan."
Setelah selesai, Zack segera menutup teleponnya. kemudian dia melihat, Bima, Anisa, Maya dan Danny, menatap dirinya dengan kagum.
"Kapal pesiar?" Bima tersentak.
"Apa kamu benar-benar akan pergi ke kapal pesiar Heaven Bonty akhir bulan ini? kamu mengendarai mobil ke sana? Zack apa kamu punya mobil?" tanya Anisa penasaran.
Lagi-lagi mereka menyeringai mendengar perkataan Zack, dengan sikap penuh penghinaan.
Mendapat serangan seperti ini, ingin sekali Zack menyerang balik mereka, dengan pergi ke parkiran dan masuk kedalam mobil Lamborghini Aventador miliknya dan berkendara berkeliling kampus satu putaran, tapi tetap saja itu bukan gayanya.
"Heh, terserah apa yang mau kalian katakan."
Zack berterimakasih pada Amanda, setelah itu dia pergi.
"Sial, bocah itu selalu bermain-main. Aku akan memberikan pelajaran padanya," ucap Danny sambil mengacungkan belati ke punggung Zack.
Setelah menghadapi situasi yang memalukan, Zack kembali ke sekolah mengemudi untuk berlatih, dia sangat bersemangat untuk bisa segera mendapatkan SIM yang dia impikan.
__ADS_1
"Zack." tiba-tiba terdengar suara Sisil yang memanggilnya dari belakang.
To be continued 🙂🙂🙂