Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 25. Paket spesial


__ADS_3

Setelah memesan ruang VIP tambahan, Zack, Alex, Rangga, Rio, Nabila, Mas Casandra dan juga Risa masuk ke ruangan VIP yang baru di pesan sedangkan yang lain masuk ke ruang VIP yang sudah di pesan sebelumnya.


"Rangga karena kita sudah masuk ke ruang VIP, lalu siapa yang akan memesan makanan lebih dulu?" tanya Zack sambil tersenyum. Namun langsung di saut oleh Nabila.


"Zack Kamu ini bagaimana? Rangga ini tamu dan kamu malah bertanya, seharusnya dialah yang memesan makanan yang ingin dimakan lebih dulu. Apa kamu takut kalau kamu tidak mampu membayarnya nanti? kalau begitu jangan sok untuk mentraktir. " Saut Nabila dengan raut wajah kesal.


Sebelum datang ke restoran King Kitchen, Rangga dan Rio sudah merencanakan sesuatu yang akan membuat Zack membayar dua kali lipat dari rencananya. Mereka dengan sengaja akan memesan makanan mahal dan juga anggur yang mahal. Setidaknya itu bisa membuat Zack akan sangat malu jika tidak mempu membayarnya.


"Baiklah, Rangga silahkan kamu pesan makanan lebih dulu!" jawab Zack sambil tersenyum pahit.


Alex yang duduk di samping zack, mencoba menyenggolnya untuk mengingatkan kalau kondisinya tidak mungkin baik. Namun Zack menggelengkan kepalanya dan meminta Alex untuk percaya padanya.


Rangga pun segera memesan beberapa menu makan mahal yang terfavorit di restoran tersebut, namun Rangga masih memperhitungkan pengeluaran biaya yang harus dia bayar setelah selesai nanti. Akan sangat malu kalau sampai uangnya tak cukup selain itu dia juga berbagi dengan Rio biaya yang akan di bayarkan nanti. Sebenarnya uang yang mereka berdua miliki tidak terlalu banyak tapi karena ingin terlihat lebih dari Zack mereka pun nekat melakukannya.


Rio memperhatikan raut wajah Zack dan ingin melihat Zack yang cemas dengan apa yang dilakukan Rangga. Namun sayang Zack bersikap acuh tak acuh dengan apa yang di pesan Rangga. Seakan tak perduli apapun yang dipesan Rangga.


Setelah selesai memesan, Rangga memberikan buku menu tersebut kepada Zack. Namun Zack malah menutupnya.


"Pelayan, berapa banyak menu favorit yang ada di restoran ini?" tanya Zack pada pelayan membuat Rangga tercengang.

__ADS_1


"Di restoran kami, khusus untuk menu spesial ada lima belas macam dan rata-rata yang ingin memesan paket spesial itu hanya orang kaya, karena untuk lima belas menu setidaknya anda harus membayar dua puluh juta." Jelas Pelayan membuat mereka semakin tercengang dan Rangga dengan cemas hanya bisa meneguk liur jika Zack benar-benar memesan semua menu itu.


"Kalau begitu bawakan kami lima belas menu hidangan spesial itu, biar kami bisa mencicipi dan menikmatinya secara perlahan." titah Zack dengan santainya seolah itu tak seberapa bagi Zack.


"Apa kamu sudah gila Zack. Kamu memesan menu makanan paling mahal saat ini dan setidaknya itu akan menghabiskan lebih dua puluh lima juta dan itu belum termasuk anggur." Saut Rio yang tak percaya jika Zack akan melakukan hal nekat seperti itu.


"Memangnya kenapa?" Zack melirik ke Rangga."Apa kamu keberatan dengan menu makan yang aku pesan?" tanya Zack membuat Rangga gemetar.


Rangga mengumpat dalam hati, padahal dia bermaksud mengerjai Zack untuk mengeluarkan uang lebih, tapi sepertinya kali ini dirinya juga terjebak oleh permainan Zack.


"Tidak papa, itu tidak jadi masalah. Bagiku uang segitu hanyalah kecil." Jawab Rangga, berusaha tenang dan menganggap itu tak seberapa.


" Hanya saja aku memikirkan bagaimana kamu akan membayar tagihan bill untuk tiga meja yang kamu pesan sebelumnya, aku rasa setiap meja setidaknya akan ada tagihan dua juta lebih belum lagi kalau mereka memesan anggur itu akan lebih banyak lagi tagihannya.


" Jangan kuatir, aku tau apa yang aku lakukan. di tambah lagi Rangga ada di sini bersamaku dan dia bilang tidak papa dengan makanan yang aku pesan." saut Zack.


" Oya sepertinya kita harus memesan anggur juga. Bukankah itu minuman yang wajib kita pesan saat kita makan di restoran King Kitchen." Imbuh Zack dan Rangga hanya bisa tersenyum kecut.


"Pelayan, Bisakah kamu merekomendasikan jenis anggur terbaik yang dimiliki?" tanya Zack

__ADS_1


"Kami memiliki berbagai macam anggur mahal dengan berbagai merek tapi kalau boleh saya rekomendasikan lebih baik anda memesan anggur yang di buat pada tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh, itu anggur kualitas terbaik dan itu anggur termahal yang kami miliki. Satu botolnya seharganya kurang lebih dua juta setengah" Jelas pramusaji itu.


Rangga dan Rio langsung berkeringat dingin dan pucat saat mendengar harga anggur tersebut dua juta setengah hanya untuk sebotol kecil. Bahkan Ms Casandra pun terkejut dengan harganya.


"Zack aku ingatkan sekali lagi padamu. Kamu harus memperhitungkan apa yang kamu pesan, takutnya setelah ini kamu tidak mampu membayarnya." Nabila ikut cemas dengan apa yang dilakukan Zack. Nabila takut jika Zack benar-benar tidak bisa membayarnya dan itu akan membuat malu dirinya.


Namun sayangnya Zack tak menggubris nasehat Nabila. "Bawakan aku enam botol anggur yang kamu rekomendasi, aku ingin mencicipinya juga!" perintah Zack membuat mereka semua semakin tercengang. bagaimana tidak itu artinya biaya yang harus di keluarkan untuk makan malam khusus di ruangan tersebut setidaknya hampir empat puluh juta belum yang lain-lain lagi.


"Zack kamu serius memesan anggur enam botol?" tanya Nabila meyakinkan.


"Tentu saja aku yakin, tapi... kalau Rangga merasa itu terlalu mahal, tidak masalah kalau di ganti dengan yang lebih murah." Jawab Zack.


Rangga hanya bisa menggerakkan giginya menahan amarah, namun Rangga tetap berkata, "Itu tidak terlalu mahal. Kamu boleh memesan apa yang kamu inginkan dan kita akan berbagi biayanya nanti." Saut Rangga berusaha tenang.


Zack hanya bisa tersenyum, karena telah berhasil membalikkan keadaan. Zack tidak ingin mereka terus menghina dirinya dan ingin membuktikan kalau dirinya juga sanggup.


"Baiklah, karena kamu sudah setuju. Kita akan memesannya sekarang," ucap Zack dan Rangga pun mengangguk.


"Pelayan, tolong di ingat nanti saat pembayaran, aku dan dia kami berbagi biaya. Jadi tolong di ingat- ingat jangan sampai lupa dangan wajahnya." ucap Zack. Yang tidak ingin Rangga kabur dari tanggung jawabnya.

__ADS_1


"Baik tuan. Kalau sudah tidak ada yang dipesan lagi . Kami akan segera menyiapkan pesanan tuan." Setelah deal pelayan itu pun pergi.


To Be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2