
Zack benar-benar tak menyangka jika dirinya akan di usir dengan kasar oleh pramuniaga.
" Aku datang ke sini untuk membeli mobil, jadi mengapa aku tidak bisa melihatnya?" tanya Zack sambil menahan amarah pada sikap Sari.
"Beli mobil?! Menurutmu, mobil apa yang mampu kamu beli di showroom kamu? Aku hanya mengizinkan kamu masuk untuk melihat, tapi tidak pernah berfikir bahwa kamu tidak pantas berada di sini!" Hina sari dengan sikap kasarnya, hanya untuk menyenangkan pasangan muda yang berdiri dibelakangnya.
Keributan tersebut menarik perhatian para pengunjung dan mereka pun menonton. Namun pasangan muda itu masih saja mengeluh.
"Sayang, sejak si miskin itu duduk di dalam Lamborghini, aku jadi tidak berminat untuk membeli Lamborghini lagi! Ahh, sungguh mengecewakan."
Sari membungkuk dan meminta maaf pada pasangan itu." Maaf, saya akan menangani masalah ini." Sari benar-benar menyesal membiarkan orang miskin masuk ke showroom Lamborghini mereka.
Ketika sari berbalik, dia menyadari Zack sudah pergi. Namun, Sari melihat Zack tidak pergi ke pintu luar, melainkan ke ruang manager.
" Hai, apa yang sedang kamu lakukan? Kembali" Teriak Sari.
Sari terlambat mengejar Zack, dan sekarang Zack sudah masuk ke ruang manager.
" Nona Sari, jangan kuatir. Kamu akan membeli Gallardo hari ini. bahkan jika pria itu melaporkan anda. Saya punya cara untuk memastikan anda tidak akan mendapatkan hukuman," ucap lelaki itu sambil terkekeh, dan sekali Sari membungkuk untuk berterima kasih.
Di sisi lain, Zack tiba-tiba masuk ke dalam ruangan manager dan mendapati sang manager Sadang menganalisis dan memeriksa laporan keuangan.
Manager itu terkejut saat melihat Zack sudah ada di ruangannya. Dia pun langsung berdiri.
" Pak, apa yang bisa saya bantu?" tanya manager yang tidak berani bertindak sembrono.
__ADS_1
" Aku ingin membeli mobil, tapi pramuniaga mu menolak, tidak membiarkan aku melihat bagian dalam mobil Bahkan dia menggunakan kekerasan padaku. Apakah ini sikap seorang pelayan di showroom anda?" ungkap Zack.
Sebenarnya dia melakukan itu karena sedikit malu dengan sikap Pramuniaga yang sudah menyeretnya keluar. Tapi yang lebih terpenting sekarang dia harus bisa membeli mobil itu hari ini juga.
"Mohon maaf sebelumnya, Kalau boleh tau mobil mana yang anda minati?" tanya sang manager dengan sopan.
"Mobil Lamborghini Aventador ( Lamborghini Egoista otor ganti Aventador Hehe)," ucap Zack sambil memukul meja untuk meletakkan kartu belanja yang dia miliki.
Saat melihat kartu Black Gold milik Zack, manager tersebut segera memastikan dan raut wajahnya seketika berubah. Dia yang awalnya menilai Zack tak lebih seperti penilaian pramuniaga Sari.
Namun masih ada sedikit keraguan di dalam benak manager, karena dari penampilan Zack, tak sesuai jika dia miliki kartu Black Gold itu. Untuk memastikan Dia segera memeriksanya dengan perangkat yang dimiliki. Tak lama kemudian dilayar komentar muncul beberapa data.
"Zack Han Albert"
"Tuan Zack, saya benar-benar minta maaf, kalau pelayanan showroom kami tidak baik. Sekali lagi mohon maaf." Manager itu minta maaf dengan sedikit membungkuk.
"Perkenalkan sama saya Adi. Saya akan melayani anda langsung, dengan sepenuh hati."
"Aku ingin segera mengurus prosedur dan juga dokumennya, dan ingin membawa mobil itu hari ini juga."
"Iya, tentu saja bisa." jawab Adi.
"Terimakasih sebelumnya, sudah mengatasi masalahku, manager Adi." Zack pun berbalik dan keluar dari ruang manager.
__ADS_1
Saat keluar, Zack melihat Sari, sedang melayani pasangan tadi yang tengah memeriksa interior mobil yang sebentar lagi akan jadi miliknya.
"Lihatlah suamiku! Mobil ini sangat keren! Pantas saja harganya sangat mahal. Kapan kita bisa membeli mobil seperti ini."
"Tunggu aku, mewarisi properti ayahku, baru kita bisa membelinya."
"Aku tidak perduli, bagaimana caramu mendapatkan uang. Aku ingin dimasa depan kita bisa memilikinya,"ucap wanita itu menekan suaminya.
Disaat bersamaan, Si wanita itu melihat Zack masih ada di showroom Lamborghini. Dan dia pun kembali menyindir dan mengeluh pada Sari.
Saat itu sari kembali dibuat kesal, dan dia langsung menghampiri Zack.
"Hai, apa yang kamu lakukan disini? Bukankah aku sudah mengusir kamu keluar? Kamu pikir aku akan takut dengan caramu, yang mengadukan aku pada atasan."
Zack menatap sari dengan dingin. " Nona pekerjaan mu tidak hanya penjualan tapi juga jasa. Suatu hari nant, kamu akan tau jika orang yang kamu usir adalah pelanggan besar."
" Sangat konyol. Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu saat itu datang. Sekarang bisakah kamu pergi dari sini?" usirnya lagi.
" Sepertinya kamu tidak perlu menunggu hari itu tiba. Karena kamu akan malu saat ini juga " saut Zack.
" Tuan Albert, saya telah memanggil orang-orang yang terlibat untuk melengkapi semua prosedur. Saya bisa pastikan sebentar lagi anda bisa membawa mobilnya," ucap manager Adi.
Hal tersebut membuat Sari benar-benar terkejut, dan merasa dirinya telah melakukan kesalahan besar baru saja.
To be continued ☺️☺️☺️
__ADS_1