
"Zack kenapa kamu tidak memberitahu bibi, bagaimana kamu bertemu dengan Sisil." ucap Helena, kemudian mengambil Surat izin mengemudi Zack yang dijatuhkan Irina.
Detik berikutnya Helena memegang pergelangan tangan Zack. Helena mulai bertindak ramah, seolah-olah sedang memegang tangan putranya.
"Oh, bibi, kami bertemu saat belajar mengemudi. "Jawab Zack.
"Ya aku tahu, bahwa Sisil kami memiliki selera yang bagus. Nyatanya aku sudah tahu bahwa kamu bukan pria sederhana ketika pertama kali melihatmu, Zack. Bagaimana orang-orang seperti Bima dan juga Malik dibandingkan dengan kamu."
"Ummm." Zack sedikit canggung dengan kata-kata itu. Siapa yang sudah mengusirnya saat itu.
"Ya, Zack. Aku sangat menyesal karena cucuku tida sengaja menabrak mobilmu dan merusaknya." Nada bicara wanita tua itu berubah drastis.
Dia berjalan mendekati Zack dengan senyum diwajahnya. Dia benar-benar terguncang dengan insiden ini. Tapi ternyata pemilik mobil itu adalah Zack adalah pacar cucunya.
Karena buru-buru untuk kembali dan memperbaiki mobilnya sendiri, Zack tidak repot menunggu dan bersiap-siap untuk pergi meninggalkan pesta ulang tahun yang selesai.
"Zack sore ini aku kembali ke asrama. Aku akan menemanimu memperbaiki mobil," ucap Sisil.
"Tentu saja. Sudah aku bilang aku akan mengajakmu jalan-jalan, masuklah."
Mereka pun akhirnya pergi bersama dan meninggalkan pesta ulang tahun. Namun demikian nenek Sisil tidak marah dan menganggap itu adalah hadiah terbaik.
Didalam mobil Sisil kembali bertanya." Zack apakah kamu benar-benar generasi ke dua yang kaya? Jadi kamu sudah berbohong padaku selama ini. Tunggu sebentar, jangan beritahu aku kalau kamu adalah tuan muda Albert dari Garang City."
Zack tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaannya. Dia adalah tuan Albert yang mereka bicarakan. Jika dia benar-benar mengungkapkan identitas sebenarnya, dia akan mendapatkan satu hasil, yaitu tidak bisa terlalu lama tinggal di universitas dan juga di asrama dan tentunya akan meninggalkan teman-temannya yang sudah dia anggap keluarga. Itulah alasan kenapa Zack memilih untuk tetap menyembunyikan identitasnya, agar dia tetap bisa bersama dengan orang-orang terdekatnya.
"Jadi, apakah kamu berharap aku adalah tuan Albert? Atau kamu tidak berharap aku adalah dia?"
"Tidak. Jika kamu adalah tuan Albert, kamu tidak akan berada di dunia yang sama dengan kami lagi, dan aku akan kehilangan teman baik seperti kamu kalau begitu.
"Hehehe, tentu bukan. Selain itu bagaimana mungkin orang seperti tuan Albert mengendarai mobil yang harganya hanya beberapa miliar. Lihat aku, jika bukan karena kamu memilihkan pakaian yang cocok untukku, aku tidak akan memakai pakaian yang bagus. Aku hanya memenangkan lotere dan aku memenangkan banyak uang." Jawab Zack.
__ADS_1
"Hmph, itu benar. Jadi kamu tetap teman baikku Zack." Sisil menjawab dengan senyum cerah.
Zack kemudian menyadari, walaupun Sisil adalah orang yang intelektual, dia tidak akan memikirkan memikirkan kerumitan sebuah pertanyaan. Jika itu gadis lain, dia pasti akan menggangunya untuk mendapatkan kepastian. Namun Sisil tidak menanyainya lebih lanjut setelah mengetahui dirinya bukan tuan Albert.
Tak lama kemudian Zack sampai di bengkel Lamborghini, dan Adi membantu mengatur teknisi yang profesional untuk memperbaiki kerusakan mobil Zack.
Sambil menunggu, Zack mengajak Sisil jalan-jalan.
"Aku akan membelikan kamu milk tea," ucap Zack saat melihat kedai yang menjual milk tea.
"Hahaha, tidak perlu. Ingat aku masih berhutang milk tea. Karena aku sudah meminta kamu untuk berpura-pura menjadi pacarku. Jadi aku yang berhutang padamu. "Saat menyebut milk tea Sisil langsung ingat dengan pertemuan pertama mereka.
Zack tidak menolak dan membiarkan Sisil pergi untuk membelinya, sedangkan dirinya menunggu di pinggir jalan.
Saat sedang menunggu, Zack mendengar teriakkan minta tolong.
"Tolong! Tolong!"
Jantungnya berdetak kencang saat mendengar suara minta tolong, dia dia pun langsung bergegas pergi mendekati, karena tidak ada satu orang pun yang mau mendekati.
Wanita itu basah kuyup dari ujung kepala sampai kaki. Saat melihat Zack datang menghampiri, wanita itu langsung berlutut dan memohon.
"Tolong! Tolong selamatkan putriku." Wanita itu bicara sambil menunjuk ke sungai.
Zack menoleh dan melihat seorang anak yang terapung-apung di sungai.
Putri wanita itu tersandung dan jatuh ke sungai, dia berusaha berusaha menyelamatkan, namun tidak bisa menjangkaunya dia putus asa dan hanya bisa minta tolong. Dia tidak bisa menyelamatkan putrinya karena dia tidak bisa berenang.
Zack melihat gadis itu mulai berhenti bergerak dan hampir tenggelam. Tanpa berpikir panjang, Zack terjun ke sungai untuk menjangkau gadis itu secepat mungkin sebelum terlambat.
Setelah berjuang, Zack pun akhirnya bisa membawa gadis itu kembali ke daratan. Gadis itu sempat menelan air, dan Zack segera membantunya mengeluarkan air yang sudah masuk ke paru-parunya.
__ADS_1
Untung saja, gadis itu bisa mengeluarkannya dan melewati keadaan kritis. Sang ibu terus-menerus mengucapkan terimakasih pada Zack, tanpa bantuan Zack tentu ibu itu tidak akan bisa memikirkan apa yang akan terjadi pada putrinya.
"Anak muda, siapa namamu? dimana kamu tinggal?" tanya wanita itu selanjutnya. Dia bertanya karena dia ingin berterimakasih.
Zack enggan memberitahu alamatnya, karena dia tahu maksud dari ibu itu. Zack menolong gadis itu karena itu memang harus dia lakukan sebagai sesama.
"Tidak papa. Lebih baik segera bawa putrimu ke rumah sakit untuk memastikan dia baik-baik saja." Jawab Zack yang berusaha menghindar dia pun berbalik untuk segera pergi.
"Kakak, apakah aku bisa melihatmu lagi?" teriak gadis itu.
"Iya." jawab Zack sambil tersenyum. Zack tidak ingin mengecewakan gadis itu, walaupun itu hanya pertemuan sekilas saja.
Zack segera pergi dengan buru-buru kembali ke tempat dimana dia menunggu Sisil. Tanpa disadari sudah lebih dari dua puluh menit Zack meninggalkan Sisil.
Ketika sampai Zack sudah tidak melihat Sisil dimana-mana.
Zack mulai cemas dan segera mengeluarkan ponselnya, namun sayangnya ponselnya sudah basah kuyup terendam air. Dengan cemas dia pergi ke kedai milk tea dan mencari disekitar namun tidak menemukannya. Lalu dia pergi ke bengkel dan berharap Sisil menunggu dirinya disana. Sambil mencari, dia berusaha menghidupkan ponselnya.
Untung dia ponselnya bisa dihidupkan dan disaat bersamaan Adi memanggil dirinya. Dia ingin memberi tahu Zack kalau mobilnya sudah selesai diperbaiki.
"Tuan Adi, gadis yang pergi bersamaku tadi apa dia ada datang kesini?"
"Ah, tidak. Dia tidak kembali ke sini setelah pergi bersamamu. Apa ada masalah tuan Albert? Apa sesuatu terjadi? Beritahu aku agar bisa membantumu."
"Terimakasih tuan Adi, jangan khawatir semua baik-baik saja."
Zack mulai bingung, dan ponsel yang tadinya sudah hidup sekarang kembali mati. Zack tidak berfikir jika Sisil pulang. Dia tidak akan pulang hanya karena tidak menemukan dirinya. Zack tidak bisa menemukan Sisil dimana-mana, bahkan di bengkel mobil.
"Kemana dia pergi?"
To be continued 👍👍👍
__ADS_1