Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 48. Kejutan


__ADS_3

Pada saat ini, seorang gadis manis, berjalan ke arah mereka. Para pramuniaga segera membungkuk saat dia tiba.


Semua pelanggan toko yang sedang berbelanja langsung terpesona melihat kecantikannya dan mereka pun segera bisa menebak jika gadis itu pemilik toko sovenir saat melihat para pramuniaga itu memberi hormat.


Zack berbalik untuk melihat gadis tersebut, dan dia langsung mengangkat alisnya sebelah saat mengetahui jika gadis itu adalah Rani.


Sebenarnya Zack memiliki kesan yang dalam terhadap Rani, gadis kejam dan agresif yang hampir membuatnya cacat di pertemuan terakhir mereka.


"Halo, tuan Albert. Sepertinya kita bertemu lagi!" sapa Rani sambil sedikit membungkuk.


Nabila nampak tercengang melihat Zack dekat dengan wanita lain dan jauh lebih cantik dibandingkan dengan dirinya.


"Kamu baru saja memanggilnya apa? Apa kamu mengenali orang yang salah? dia bukan pria kaya! Mengapa kamu memanggilnya tuan Albert. Dia hanyalah lelaki miskin." Nabila bertanya pada Rani sambil menunjuk ke arah Zack.


Zack segera menjawab, sebelum Rani keceplosan." Ya, Nona Rani. Sepertinya kita bertemu lagi. Awalnya aku ingin membeli dua gaun dari toko ini. Diluar dugaan, transaksi ku tidak dapat berjalan karena aku tidak memenuhi batas belanja minimum 30 juta." jawab Zack tanpa daya.


Mata Nabila terbelalak mendengar pengakuan Zack." Zack omong kosong apa yang kamu bicarakan?! Kamu hanya memenangkan 30 juta uang lotere. Bagaimana mungkin kamu memiliki 30 juta lagi? kamu jangan berbohong Zack."


"Siapa yang mengatakan kalau aku hanya memenangkan lotere sebesar 30 juta? Zack menjawab sambil tersenyum masam.


Rani berusaha mempertahankan senyumannya. Walaupun semua orang tidak tau, tapi Rani tau jika Zack adalah generasi kedua yang mewarisi banyak kekayaan. Walaupun Rani selalu memilih pria yang bisa dekat dengannya, tapi dia tidak bisa memungkiri kalau dia juga tak berdaya di depan Zack, apalagi ayahnya berpesan untuk bisa mendekatinya.


"Tuan Albert, karena kamu menyukainya, aku akan memberikan gaun ini padamu." Jawab Rani acuh tak acuh.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, aku akan membawa gaun ini terlebih dulu. Nanti aku akan membayarnya." Jawab Zack tidak bertele-tele. Dia ingin cepat pergi karena risih dengan tatapan banyak orang.


"Baiklah tuan Albert, aku akan mengantarmu." Rani segera meraih lengan Zack dan berjalan keluar.


Disisi lain, pramuniaga mendekati Rangga dan menyerahkan paper bag yang berisi gaun Nabila.


" Tuan, ini saya sudah membungkuskan dua gaun yang sudah anda pilih tadi. Ini total tagihannya, yaitu 5,6 juta. Apakah anda ingin membayar dengan kartu bank atau uang tunai?" tanya pramuniaga itu.


***


Rani mengantarkan sampai ke pinggir jalan dan terus memegang lengan Zack, sedangkan Alex sudah berjalan lebih dulu dan menunggu di depan gerbang kampus.


"Tuan Albert, bolehkah aku bertanya? Apakah gaun ini untuk pacarmu? Kalau boleh tau siapa gadis beruntung itu?" Rani mengajukan pertanyaan dengan sedikit kecemburuan dihatinya.


"Tidak, aku akan memberikan ini pada temanku, bulan pacarku." Jawab Zack sambil tersenyum. Zack merasa bersyukur karena Rani datang tepat waktu dan menyelamatkan wajahnya dari semua orang.


Zack berterimakasih sekali lagi pada Rani, dan ia pun hendak bergegas pergi.


"Tunggu sebentar, tuan Albert!" Seketika Rani berteriak untuk menghentikan langkah Zack yang hendak pergi. "Akan ada pesta perkumpulan Minggu depan. Aku, Tio dan yang lainnya akan pergi bersama. Tuan Albert, apakah kamu ada waktu? apakah kamu ingin keluar dan bersenang-senang dengan kami?" ucap Rani sambil menggigit bibir bawahnya dengan lembut, saat Rani mengundang Zack, Rani merasa delapan puluh persen Zack akan menolaknya. Namun hal lain mengejutkan, Zack menganggukkan kepalanya.


"Oke, kalau begitu. Aku akan bebas Minggu depan, dan kita bisa hang out bersama kalau begitu."


Zack ingin mengubah dirinya sendiri. Dia tidak ingin jadi pria yang pemalu, rendah hati, atau teliti lagi. Jadi dia berfikir satu-satunya cara yaitu dengan lebih banyak mengenal orang.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, sampai bertemu Minggu depan. " Dengan penuh semangat Rani pun berbalik menganggukkan kepala.


Saat hendak pergi, ponsel Zack berdering dan ternyata itu panggilan dari Sisil.


"Zack, apakah kamu sibuk hari ini? Aku ingin mengajakmu berlatih berkendara bersama." tanya Sisil di seberang telepon.


"Tidak, aku tidak sibuk sekarang." Jawab Zack.


"Baiklah kalau begitu, aku tunggu. Aku sudah berada di tempat pelatihan. Sempai sini nanti aku akan memperkenalkan kamu pada seseorang."


Setelah perbincangan sebentar, Zack menutup teleponnya. Tidak urungkan niatnya kembali ke asrama. Dia memilih langsung pergi ke tempat pelatihan berkendara. Di tangannya dia memegang paper bag yang berisi gaun yang sudah dibeli untuk Sisil. Dan Zack berencana untuk memberikannya kepada Sisil jika ada kesempatan.


Sesampainya disana, Zack melihat Sisil sedang duduk di sebuah bangku dan disampingnya ada seorang pria. Tangan Sisil memegang lengan pria itu dan mereka terlihat bahagia sambil bercanda bersama.


Sial....


Kepala Zack hampir meledak menahan cemburu saat melihat apa yang ada didepannya.


'Apakah dia sudah punya pacar?' Pertanyaan yang langsung muncul dibenaknya dengan penuh kekecewaan. Semua ekspresi yang yang dia bayangkan saat di perjalanan seketika buyar. Awalnya Zack memikirkan reaksi apa yang akan diberikan Sisil saat dirinya memberikan hadiah gaun indah untuknya dan dia optimis delapan puluh persen Sisil akan menerimanya.


Tapi Zack tak menyangka akan melihat apa yang ada didepan matanya.


To Be continued ☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2