
"BMW seri 7? Renata, Kami memiliki total tiga cabang BMW di Garang City. Tapi kamu sudah lama tidak menjual BMW seri ini. Aku pasti mengetahuinya jika BMW mengeluarkan seri ini."
"Tunggu, tunggu sebentar. Sepertinya aku ingat dia sekarang." Quin menunjuk saat ingat siapa Zack. Sejak Zack datang, Quin sudah memperhatikannya dan merasa pernah bertemu dengannya, tapi Quin tidak ingat tepatnya dimana dia bertemu.
Saat Renata menyebut BMW seri 7 dia baru ingat pernah bertemu Zack di Showroom BMW dimana Zack ingin membeli mobil namun tidak ada satupun mobil BMW yang memiliki harga mahal. Hal tersebut lah yang membuat Quin marah.
"Quin apa kamu mengenalnya?" tanya Miguel.
"Ya, tentu saja aku ingat dia, Miguel. Apa kamu ingat apa yang aku katakan beberapa waktu yang lalu? Aku mengatakan padamu beberapa waktu yang lalu ada seorang pemuda yang sangat aneh datang ke toko BMW kami untuk mencari mobil. Begitu dia datang ke toko, dia meminta mobil termahal yang ada di showroom. Aku merekomendasikan mobil termahal padanya tetapi dia benar-benar mengatakan dia tidak dapat membeli mobil-mobil itu karena semuanya terlalu murah. Setelah itu dia meninggalkan toko kami dengan ekspresi sedih diwajahnya." jelas Quin.
"Tentu saja aku ingat, mengapa kamu mengatakan kalau dia orang yang aneh." Miguel nampak terkejut.
Quin mengangguk." Ya, itu dia. Aku ingat dia berpakaian lusuh saat itu. Aku tidak bisa mengenalinya karena cara pakaian dia hari ini yang berbeda."
Suasana semakin meningkat saat semua menatap Zack.
"Ya Tuhan, pacar macam apa yang Sisil temukan?
"Dia nampaknya sedikit gila."
Dengan cemas Sisil menjawab." Hentikan omong kosong itu! Zack tidak akan pernah melakukan hal itu!"
Sisil rasanya ingin pingsan dengan keributan yang sedang berlangsung. Apa yang terjadi? Dia berfikir bahwa semuanya akan menjadi sangat mudah. Dia hanya ingin Zack pura-pura menjadi pacarnya, untuk membahagiakan neneknya. Kedua dia ingin membuktikan pada Irina. Sisil tidak pernah mengira jika sepupunya benar-benar kejam. Dia tidak menyangka Irina akan menyelidiki latar belakang Zack seperti ini. Bisa dibilang saat ini semua menjadi bumerang dan berlawanan arah dari yang diharapkan Sisil.
"Zack tidak akan melakukan hal seperti itu? Sisil, apa menurutmu aku akan berbohong padamu? Jika kamu tidak percaya padaku, kamu bisa bertanya pada pacarmu, Zack, apakah semua yang aku katakan itu benar. Kamu bisa bertanya padanya apakah semua yang terjadi di showroom BMW hari itu." jawab Quin.
Zack mendengarkan percakapan mereka. Pada saat itu, ingatan tentang Quin tiba-tiba menghantamnya. Selain itu, terlepas dari apapun itu hanya pertemuan sepihak dengan Quin hari itu. Dia memakai seragam hitam dan terus- menerus bicara dengan pelanggan lain dan tidak menganggapnya tidak serius saat memperkenalkan beberapa mobil padanya. Pada dasarnya Zack dan Quin tidak terlalu banyak berinteraksi. Zack hanya ingat bahwa Quin menegur dan mengutuki dirinya saat keluar dari showroom hari itu dan dia tidak memperdulikannya.
__ADS_1
Saat semua orang mengawasi dirinya, Zack hanya bisa mengangguk dan menjawab." Semua yang dikatakannya benar. Memang sungguh menyiksa karena aku tidak dapat memilih atau membeli salah satu mobil mahal dari showroom BMW hari itu, Karena memang mobil disana benar-benar murah." Sindir Zack.
Saat semua orang mulai mengobrol, Renata tiba-tiba menerima panggilan telepon, wajahnya langsung cerah saat menerima panggilan itu.
"Nenek, adikku akan datang sebentar lagi. Dia kembali jauh-jauh dari negara X dan dia sudah menunggu di bandara sekarang." ucap Renata dengan gembira.
"Oh anak itu, Sarah... aku tahu dia pasti akan kembali. " Wanita tua itu tersenyum. "Miguel cepat pergi dan jemput Sarah! Kamu akan pergi sendiri. Aku ingin Quin tetap disini menemaniku."
"Baik, nek." Miguel tersenyum, lalu mengeluarkan kunci mobil sport BMW sebelum undur diri.
Wajah Sisil dipenuhi kekecewaan. Sarah adalah saudara perempuan Renata. Sejak kecil Sisil selalu memiliki hubungan baik dengan kedua saudara itu. Neneknya juga tahu hal itu.
Seharusnya neneknya akan menyuruh dirinya menjemput Sarah, namun dengan jelas malah menyuruh Miguel pergi sendiri. Itu sudah menunjukkan betapa tidak senangnya sang nenek pada dirinya.
Tak lama terdengar ponsel Quin berdering.
"Nenek, sesuatu yang buruk terjadi. Miguel menabrak mobil lain," ucap Quin.
"Apa?"
"Saat dia membalikkan mobilnya dari tempat parkir, dia tidak sengaja menabrak mobil lain."
"Ah, Apa sesuatu yang besar terjadi. Apakah mobil Miguel baik-baik saja?" Wanita itu buru-buru bertanya.
"Ini bukan masalah besar. Jika tidak ada kerusakan pada mobil Miguel, cepat kamu bilang padanya untuk tetap pergi menjemput Sarah lebih dulu. Aku akan mengurus sisanya untuknya." saut Karan sambil tersenyum.
"Miguel, kamu bisa pergi dulu. Karan bilang akan membantumu menangani masalah ini."
__ADS_1
" ... "
"Baik, Baiklah." Quin pun menutup teleponnya.
Quin menatap ayah Miguel dengan cemas dan berkata," Miguel bilang bahwa dia terlalu takut untuk meninggalkan mobil. Dia juga meminta anda untuk pergi ke sana dan melihatnya, paman. Sepertinya Miguel dalam masalah besar." jelas Quin menyampaikan pesan Miguel.
Segera semua menuju ke tempat parkir dengan rasa ingin tahu.
"Apakah mobil itu sangat istimewa, sehingga aku harus melihatnya sendiri?" gumam sang nenek dan akhirnya dia pun ikut melihatnya.
"Zack, ayo kita kelua dan melihatnya juga." ajak Sisil. Zack pun mengangguk.
Ketika Zack berjalan mendekat, semua sudah berkumpul.
"Ayah, aku benar-benar tidak sengaja. Ini semua salah juru parkir ini. Aku mengandalkan arahannya dan dia terus menyuruhku untuk mundur . Saat itulah aku menabrak mobil. Mobil ini merupakan mobil termahal dari Lamborghini. Biayanya tidak sedikit, setidaknya ratusan juta hanya untuk memperbaiki kerusakan. Masalahnya lampu depan mobil sudah rusak. karena kecelakaan ini." Jelas Miguel.
Beberapa kerabat yang mengetahui tentang mobil tersebut tidak bisa membantu tetapi berseru dengan lantang.
" Siapapun yang mengendarai mobil ini pasti bukan orang sembarangan. Kita masih mampu membayar harga untuk perbaikan kerusakan. Tapi kemungkinan kita juga menyinggung sosok yang sangat berkuasa, sepertinya ini adalah mobil baru yang baru dibeli seseorang."
"Pikirkan saja. Di Garang City, putra manakah dari keluarga kaya dan berpengaruh yang dapat mengemudikan mobil sport jenis ini yang bernilai puluhan milyar."
Setelah mendengar ini, Zack mulai merasa cemas. Mobilnya dipakir diposisi ini. "Mungkinkah Miguel menabrak mobilku?"
Zack segera menerobos masuk dan melewati kerumunan, Zack tersedak saat melihat itu benar-benar mobil miliknya.
Badan mobil baik-baik saja, namun ada beberapa goresan pada mobil setelah di tabrak. Namun kerusakan parah adalah lampu depan kanan sudah rusak. Lampu depan kanan tidak terlalu mahal, tapi juga tidak murah.
__ADS_1
To be continued 🙂🙂🙂🙂