
"Tentu saja aku mengenal dia. Dia adalah orang terkenal di kampus." Jawab Malik. Setelah beberapa waktu Zack mempermalukan dirinya, Kebencian Malik pada Zack mulai tumbuh.
Setelah membuat pernyataan sedingin es itu, Malik duduk di kursi utama.
Bima pernah mendengar tentang Malik sebelumnya dan tahu karakter seperti apa dia dalam masyarakat, dan karenanya dia tersenyum dan mengangguk padanya.
Namun mata Malik hanya tertuju pada Sisil. Setelah kejadian itu, Malik dan Vera putus selamanya.
Untungnya, ayah Malik adalah seorang pebisnis dan memiliki jaringan yang luas. Secara kebetulan, perusahaan ayah Sisil memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan mereka.
" Tuan dan nyonya. Ayahku telah menerima menerima berita tentang perusahaan kalian. Jadi, saya kesini atas nama ayah untuk mendapatkan informasi yang lebih baik tentang masalah yang sedang kalian hadapi secara langsung. Nanti saya akan menghubungi ayah untuk memberitahu situasinya dan apakah dia dapat membantu. Lagipula, semua teman Sisil di sini bukanlah orang biasa. Kita bisa bekerja sama untuk mencari cara terbaik untuk membantu mengatasi krisis." Malik bicara dengan senyum dan penuh percaya diri.
" Kamu memang benar sekali Malik. Saya sangat berharap kamu memiliki koneksi dengan orang berpengaruh unt dapat membantu kami ." Helena mulai menyukai Malik. Dia memutuskan untuk menutup mata atas masa lalu Malik dan yang bisa dia harapkan sekarang Malik menjadi menantunya.
Semua teman Sisil setuju dan mulai memikirkan cara untuk membantu. Helena sangat senang melihat mereka semua bersedia membantu. Namun saat dia melihat Zack, dia merasa jijik.
Zack sedang melihat ponselnya, mengusap jarinya ke layar, seolah-olah mencari sesuatu di layar.
"Zack, apa kamu tidak harus menghadiri kuliah? Terimakasih atas perhatianmu, tapi kamu juga tidak boleh mengabaikan studimu. Mengapa kamu tidak kembali lebih dulu?" Helena merasakan permusuhan antara Malik dan Zack, jadi dia bertindak cepat untuk mengusir Zack.
__ADS_1
Tindakan Helena mengejutkan Zack yang baru saja hendak menelpon paman Lukman.
Entah bagaimana, Zack bisa mengerti mengapa nyonya Helena melakukannya. Dia pasti berfikir bahwa dirinya adalah orang tidak berguna dan rupanya sudah memilih untuk berpihak pada Malik, membuat Zack merasa getir.
Zack menghela nafas. Kemudian dia berkata, " Benar, aku ada kelas nanti. Kalau begitu aku akan pergi." Zack pun bangkit berdiri dan pergi.
"Zack." Sisil menyusulnya.
"Mengapa aku tidak berfikir dari sudut pandang Zack? Siapapun akan bersedia melakukan itu jika dia kehabisan uang. Lagipula Zack memperlakukan aku dengan baik selama ini. Sekarang dia mendengar bahwa aku dalam masalah, dia datang menemuiku. Dia bahkan membawakan ku hadiah."
Sisil mengira dia terlah berbuat salah pada Zack. "Zack apakah kamu marah padaku karena tidak membelamu ketika mereka mengejekmu?" Sisil menggigit bibirnya.
"Aku melakukannya beberapa saat yang lalu, tapi sekarang tidak lagi. Zack menurutku kita masih bisa berteman baik kan?" Sisil mendekati Zack.
"Baik!" Zack tidak mengatakan apa-apa lagi hanya mengangguk dan pergi.
Di luar kediaman Sisil, Zack menghela nafas panjang. Dia agak sedih ketika mengetahui bahwa Sisil akan memikirkannya seperti yang dilakukan orang lain. Perasaan Zack campur aduk. Dia tidak bisa menggambarkannya dengan kata-kata.
Namun demikian, dia mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menelepon paman Lukman.
__ADS_1
"Tuan Albert, adakah yang bisa aku lakukan untukmu?"
"Paman Lukman, aku butuh bantuanmu. Ada perusahaan bernama TechFitur dan sepertinya sedang dalam masalah. Bisakah aku berinvestasi di perusahaan itu?"
"Menginvestasikan?" Paman Lukman terkejut sesaat, kemudian dia sangat gembira dengan apa yang dia dengar. "Tentu saja bisa, Tuan Bara Albert pasti akan sangat senang anda melakukan itu. Tidak masalah sama sekali Aku akan segera mengurusnya."
"Baiklah, Jangan gunakan namaku. Gunakan nama perusahaan sebagai gantinya paman." Zack tak lupa mengingatkan.
"Baiklah, saya akan menyelesaikan ini dalam waktu satu jam." Jawab paman Lukman dengan gembira, setelah itu menutup teleponnya.
Zack segera kembali ke kampus dengan beberapa perencanaan yang akan dia lakukan. Namun saat sampai kampus, dia menerima telepon dari Alex.
"Ha...ha.. ha..! Ada kabar baik Zack! Kabar yang sangat bagus," ucap Alex diseberang telepon sambil tertawa.
"Apa itu?" Zack terkejut.
"Ini tentang Nabila. Dia bertengkar dengan Rangga, bahkan polisi telah datang. Mengatakan bahwa dia datang untuk menangkap Rangga. Semua pergi ke asrama putri untuk melihat apa yang terjadi." Jelas Alex.
Zack masih bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya. Dia menutup teleponnya dan memutuskan untuk pergi ke asrama putri.
__ADS_1
To be continued 🙂🙂🙂