
...Baca bab sebelumnya, yang sudah lolos revisi. Bisa di baca ulang biar nyambung....
Lim adalah orang berpengaruh, sekali dia melakukan panggilan telepon, lusinan orang akan datang.
Mengetahui hal itu, Maya berjalan mendekat dan mengangkat tangannya, lalu menampar mereka. Mereka sangat marah, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
"Apa yang kamu lihat? Kamu berani menampar ku? Aku akan memberikan pelajaran pada kalian hari ini."
"Kamu berani memukulku lagi? Aku akan pastikan kamu akan mendapatkan masalah setelah ini," ucap pria yang sudah menampar Maya, dia berusaha melawan sambil memegangi pipinya.
"Sialan! Dia masih ingin membalas. Hajar mereka." Lim memberi perintah dan orang-orang yang di panggilnya langsung memukuli keempat pemuda itu. Bahkan Danny ikut memukul mereka.
Pengeroyokan itupun tak dapat dihindarkan, namun segera saja pemilik restoran turun tangan untuk melerai dan membiarkan keempat pemuda itu pergi.
"Wow, Lim kamu luar biasa."
Saat itu juga, para gadis mengagumi Lim sebagai pahlawan.
"Lim, terimakasih untuk semuanya hari ini," ucap Vera yang merasa lebih baik.
"Tidak papa, Vera. Sepertinya kita harus saling bertukar nomor, untuk obrolan selanjutnya." Sejak datang Lim sudah memperhatikan dan melihat Vera sangat cantik.
"Oke, sudahlah, karena masalah sudah selesai, mari kita lanjutkan pestanya." Lim berucap sambil tersenyum.
"Ah, haruskah kita melanjutkan pestanya? Bagaimana kalau mereka kembali untuk balas dendam?" Beberapa gadis nampak khawatir.
__ADS_1
"Menurut kalian Lim siapa? Jadi apa yang akan dia lakukan, jika mereka kembali?" tanya Maya dengan bangga sambil merapihkan riasannya yang sudah berantakan akibat tamparan tadi.
"Benar sekali, kenapa kita harus takut saat Lim ada disini bersama kita?"
"Ayo kembali dan rayakan pesta ulang tahun Tiara."
Para gadis pun merasa lega dan setuju untuk melanjutkan pesta.
"Baiklah Tiara, aku akan kembali lebih dulu. Aku ucapkan elamat ulang tahun." Zack pamit karena tidak ingin tinggal terlalu lama lagi.
"Iya Zack, terimakasih. Aku akan memanggil taksi untuk mengantarkan kamu kembali."
"Tidak perlu, aku bisa memanggil taksi sendiri. " Zack pun mengangguk dan pergi dengan senyum masam.
Vera tidak mengatakan apapun kali ini, dan dia ikut kembali merayakan pesta karena orang yang membuatnya malu dan jijik sudah pergi.
Zack tak tahu kesalahan besar apa yang sudah di buat, sampai dia menanggung penderitaan seperti ini. Zack hanya bisa menertawakan dirinya sendiri pada akhirnya.
Saat ini, tiba-tiba Zack mendapatkan pesan dari grup WhatsApp kelasnya. Itu pengumuman yang diberikan Casandra.
"Teman kuliah kalian Nabila, saat ini berhenti kuliah karena beberapa alasan."
"Apa?! Nabila keluar?
"Astaga, apa yang sebenarnya terjadi?"
__ADS_1
"Ini pasti karena Rangga. Kalau dipikir-pikir kejadian yang dialami Rangga berdampak besar bagi Nabila. Dia pasti malu untuk melanjutkan kuliah. Karena itu berhenti kuliah itu pasti pilihan terbaik."
"Iya sepertinya begitu."
"Ah, jika aku jadi Nabila aku juga kan berhenti kuliah, karena sangat malu."
Semua teman kelasnya saling menerka alasan Nabila keluar.
Zack tercengang sambil memegangi Ponselnya. Zack tau alasan kenapa Nabila berhenti kuliah, jika dia tidak mempermalukan Nabila di Villa MA, mungkin dia masih melanjutkan kuliah. Bagaimanapun sebentar lagi mereka akan lulus.
Saat memikirkan dan mengingat tatapan putus asa Nabila tempo dulu, Zack merasa hatinya sakit.
Zack hanya bisa menyalahi dirinya sendiri dan sedikit menyesali dengan apa yang sudah dia lakukan.
Zack berjalan menuju danau, dimana tepat pertama kali Zack dan Nabila berkencan, di pinggir danau itu banyak kenangan manis yang mereka buat. Hal tersebut membuat Zack kembali dilema.
Zack berulang kali menghubungi Nabila, namun sambungan terputus. Bahkan mengirim pesan pun sudah tidak bisa.
"Dia benar-benar pergi." Zack duduk di bangku pinggir danau, sambil membayangkan saat Nabila duduk disampingnya. Bagaimanapun keadaannya, cinta pertama akan sulit dilupakan.
Tiba-tiba ponselnya berdering, dan melihat panggilan dari nomor salah satu sahabat Nabila yaitu Monica si selebgram.
"Kamu dimana?" tanya Monica dengan dingin, tapi seperti itulah sikap Monica pada Zack selama ini.
"Dipinggir danau." Jawab Zack.
__ADS_1
"Oh, oke. Tunggu aku disana. Sebelum pergi, Nabila memintaku untuk memberitahu sesuatu secara langsung."
To be continued 🙂🙂🙂