Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris

Dihina Miskin Ternyata Sang Pewaris
Bab 73. Kebencian Irina


__ADS_3

Ketika Helena melihat Zack, matanya terbelalak tak percaya. Tak heran jika putrinya terus menolak untuk mengungkapkan siapa pacarnya itu. Ternyata tidak lain adalah Zack.


"Hmm, siapa dia? tanya wanita tua itu.


Helena tidak berani menjawab pertanyaannya. Apa yang akan dilakukan wanita tua itu jika dia mengetahui bahwa cucunya bersama dengan Zack yang dianggapnya miskin.


"Nenek, Izinkan aku untuk memperkenalkannya padamu. Ini pacarku Zack."


"Oh, Sisil kamu punya pacar juga?" wanita tua itu terlihat gembira.


Sisil adalah cucu yang paling di sayangi. Dia sangat mengenal cucunya dan dia tahu bahwa pacar pilihannya pasti orang luar biasa


"Zack, sapa nenekku," ucap Sisil dengan lembut.


"Tunggu!" Saat isi suara dingin menusuk terdengar jelas, dan itu adalah suara Irina.


Terakhir kali Sisil bersama Zack, Irina dan Revan di permalukan tepat di depan Sean. Ada kebencian yang terpendam menyebabkan Irina menderita insomnia akhir-akhir ini. Dia penasaran dengan Zack, dan dia pun menggali informasi dari universitas dan menemukan beberapa fakta yang menarik untuk membalas Zack dan Sisil.


"Sisil, Zack, karena kalian ada di sini hari ini, apakah kalian tidak akan memberikan hadiah untuk nenek?" tanya Irina.


"Tentu saja aku memberikan hadiah kepada nenek."Jawab Sisil dengan dingin.


"Hadiahmu adalah milik mu secara pribadi untuk diberikan. pertanyaan itu untuk Zack. Karena dia adalah pacarmu dan karena kamu mengatakan Zack adalah generasi kedua yang kaya, bukankah dia lebih kaya dibandingkan Revan? Kalau begitu, kami semua sangat penasaran ingin tahu kado seperti apa yang akan diberikan Zack untuk nenek."


"Betul sekali. Karena ini adalah pertemuan pertama mereka, dia harus membawa hadiah."


"Siapa dia? Sepertinya keluarganya cukup mampu?"

__ADS_1


Kerabat dan teman tiba-tiba berkumpul dengan rasa ingin tahu. mereka ingin mengetahui hadiah apa yang telah dibawa oleh pacar dari cucu kesayangan neneknya.


"Aku tidak membawa hadiah.' Zack tidak bisa menahan senyum penyesalan.


Awalnya dia ingin menyiapkan hadiah untuk neneknya tapi Sisil menghentikan. Sisil mengatakan cukup memberikan satu hadiah untuk berdua. Kalau tahu akan begini dia pasti akan mencari hadiah sendiri. Itulah alasan kenapa Zack muncul dengan tangan kosong saat ini.


Zack hanya datang untuk menghindari pesta ulang tahun untuk membahagiakan nenek Sisil. Siapa yang tahu Irina sengaja mengungkit hal ini untuk mempersulitnya.


"Apa? Dia tidak membawa hadiah? Ku pikir pacar Sisil akan membawa sesuatu yang berharga."


"Bukankah pacar Sisil juga generasi kedua yang kaya? Bicara logis dia seharusnya berpengalaman dengan etika dan tata Krama dasar. Ini pertama kalinya dia bertemu nenek, tapi dia tidak membawa apa-apa sama sekali."


Setelah megami situasinya, wanita tua itu gagal menjaga wajahnya untuk tetap tegak. Dia bukan tipe orang yang senang menerima hadiah tetapi sebagai orang tua, citra dan reputasi yang paling penting.


Kemudian dia melepaskan rasa kasih sayangnya pada Zack yang sama pada Revan.


"Zack aku mendengar, bisnis keluargamu cukup baik. Bisnis apa yang dilakukan keluargamu?" tanya wanita tua itu dengan lemah.


"Oh, Kami mencoba hampir semua bisnis." Zack menjawab dengan ringan.


Zack berusaha mengatakan sebenarnya, namun jawaban zack, tapi jawaban sedikit tidak sopan dari kacamata nenek Sisil dan orang lain yang hadir.


"Mencoba segala hal? Bisnis macam apa itu?"


Sisil segera menyela sambil tertawa."Nenek ini pertama kalinya dia datang kesini. Jika nenek terus menanyainya dengan begitu banyak pertanyaan, aku khawatir akan membuatnya ketakutan."


"Baiklah aku tidak akan melanjutkannya." wanita itu segera menjawab dan segera mengambil topik yang lain.

__ADS_1


"Tunggu, apa yang dia takutkan jika nenek terlalu banyak bertanya padanya atau dia hanya takut Zack mengatakan yang sebenarnya? Sisil kanapa kamu tidak memberi tahu kami bisnis apa yang dilakukan keluarga Zack? Aku pikir kamu juga tahu." Irina tiba-tiba melontarkan pertanyaan. Dia tidak tahan lagi karena merasa neneknya memihak apapun yang Sisil katakan.


Wanita tua itu mengerutkan keningnya saat bertanya." Sisil, apakah kamu menyembunyikannya sesuatu dari nenek? Bisnis apa yang di jalankan keluarga Zack?"


Pada saat yang sama, Sisil berbalik untuk melihat Karan. Jika Irina mengetahui sesuatu, maka itu pasti ada hubungannya dengan Karan. Dan seperti yang di duga, Karan tidak berani menatap tatapan Sisil.


"Tidak nek, aku tidak..." Jawab Sisil gugup.


"Ha... ha... apa kamu terlalu gugup untuk mengatakan yang sebenarnya? Baiklah, aku yang akan menjelaskan semuanya atas nama kamu. Nenek, apa nenek tahu seperti apa Zack itu? Dia dulunya adalah orang miskin yang terkenal di Universitas Garda yang mencari uang dengan menjalankan perintah dari orang lain. Kemudian Zack mendapatkan uang dari memenangkan lotere. Tebak apa yang terjadi setelah itu? Zack..." jelas Irina.


Sisil tidak tahu bagaimana Irina mendapatkan informasi itu. Tapi sepertinya Irina sudah mengetahui semua masa lalu Zack.


"Apa? Bagaimana Sisil menemukan pria seperti dia untuk dijadikan pacar?"


"Dia bahkan mengatakan bahwa dia generasi kedua yang kaya? Menurut ku dia sengaja berbohong untuk menipu Sisil dengan berbohong mengenai identitasnya."


"Yah, orang yang terlalu lama miskin akan seperti ini, hidup dalam kebohongan."


Semua langsung bergosip membicarakan Zack dan seketika ucapan buruk memenuhi telinganya.


"Jadi, ternyata Zack sudah membohongi Sisil."Renata segera berdiri saat bicara.


Irina melirik Revan sebelum memberikan senyuman sinis. Dia sangat puas bisa melepaskan semua kebenciannya.


Renata menoleh ke sisil dan bertanya. " Sisil, bukankah kamu mengatakan bahwa Zack baru saja membeli BMW seri 7? Aku sudah merasakan ada sesuatu yang tidak beres sebelumnya. Seharusnya Zack datang dengan BMW tersebut ke sini, tapi dia tidak melakukannya. Sisil, apakah kamu pernah melihat BMW-nya?"


Sisil terdiam karena tidak tahu harus berkata apa.

__ADS_1


To be continued 🙂🙂🙂


__ADS_2