
Orang yang berdiri itu adalah Tiara. Saat ini dia memiliki perasaan yang rumit dihatinya. Dia hanya tau Zack adalah saudara angkat Alex tapi dia tidak berharap Zack menyembunyikan semua dari mereka atau menipu mereka terlalu lama. Oleh karena itu dia merasa perlu memberitahu apa yang dia ketahui dan itu Alex yang mengatakannya.
"Ada seorang wanita yang membelikan gaun untuk zack dan dia menghabiskan beberapa juta untuk membeli gaun itu. Pakaian yang aku kenakan ini adalah pemberian dari wanita itu dan Zack memberikannya pada Alex."
"Tiara apa yang kamu katakan?" Saat ini Alex begitu cemas. padahal saat itu Alex bercerita pada Tiara hanya untuk bercanda. Alex mencoba menghentikan agar Zack tidak mencari incaran mereka. Dan meminta Tiara untuk tidak bicara omong kosong lagi.
"Hei, Vera apa kamu percaya bahwa aku tidak berbohong padamu saat ini? tidak hanya itu saja dia menggunakan kartu belanja untuk membeli tas dengan harga fantastis. Aku ingin tau wanita mana yang memberikan itu padanya. Apa yang Zack lakukan dengan uang itu? dia ingin mengejar mu. Dia ingin kamu memberikan dirimu padanya dengan sukarela." Maya bicara dengan dingin.
"Apa?" Vera menjadi pucat karena terkejut dengan kata-kata itu.
"Ah ternyata selama ini Zack telah berhubungan dengan banyak wanita. Aku benar-benar tidak percaya ini, aku pikir Zack adalah pria yang jujur dan rendah hati."
"Ya, tapi ini adalah kesalahan kita sendiri yang terlalu bodoh, dan mengira Zack benar-benar generasi kedua yang kaya. Apakah dia akan tetap berada di situasi yang menyedihkan ini? Bukankah dia bisa mendapatkan gadis yang dia inginkan?"
"Ya.. ya.. ini masuk akal jika dia adalah sugar baby yang dipelihara oleh wanita lain. Dia membuat orang lain berfikir dia sangat polos dan menyedihkan, tapi faktanya dia mempunyai hati yang kotor. Dia hanyalah bajingan."
Para gadis seketika berkomentar dan merendahkan Zack dengan sangat rendah.
Zack hanya tersenyum getir. Dia terkejut dengan dua poin utama yang terjadi padanya.
Yang pertama
dia tak menyangka Maya, Tiara dan teman-temannya begitu khawatir dengan identitasnya. selain itu Maya sempat mencari tahu latar belakang dirinya dimana-mana. Sepertinya sangat sulit bagi mereka menerima orang rendah yang selalu dihina adalah generasi kedua yang kaya.
__ADS_1
Poin ke dua, kemampuan penalaran dan deduksi Maya. Masalah yang sederhana seketika menjadi rumit karena spekulasi Maya.
Zack berfikir percuma menjelaskan pada mereka.Walaupun dia berusaha menjelaskan mereka tidak akan percaya.
Pikiran Zack sangat rumit, dia tidak tau lagi apa yang akan mereka lakukan. Namun pada akhirnya dia minta untuk melupakannya, karena besok dia akan mendapatkan SIM dan akhirnya dia bisa menggunakan Lamborghini Aventador miliknya.
"Kalian bisa mengatakan apapun yang ada dipikiran kalian, tapi aku Zack Han Albert tidak merasa menjadi sugar baby."Jawab Zack dengan lemah, membuat mereka yakin Vindra memiliki masalah.
Pada saat ini Vera sangat marah dan menendang bangku yang ada dibelakangnya. Hari ini tidak diragukan lagi Vera menjadi bahan lelucon mereka.
"Tiara aku akan pergi ke kamar kecil." Dia menemukan cara yang tepat untuk segera meninggalkan ruangan. Maya yang cemas pun mengikuti Vera dari belakang.
Ada keheningan selama beberapa menit, namun Alex berusaha mencairkan suasana.
"Ya kami juga percaya padamu Zack." Saut Heri dan yang lainnya.
"Ayo semuanya, kita lanjutkan minumnya." Alex menenangkan suasana.
Zack sangat malu kali ini dan Vera melarikan diri karena kemarahannya. Jika dia tetap tinggal, dia pasti akan mempermalukan Alex dan Tiara. Seharusnya pesta ulang tahun menjadi menyenangkan ini justru sebaliknya. Jika dia tau akan terjadi seperti ini, tentu dia tidak akan datang.
Zack ingin mengatakan jika dirinya ingin pergi, namun belum terucap, pintu kembali terbuka. Maya terburu-buru masuk dan menutupi wajahnya dengan tangan.
"Danny aku ditampar. Dia menyeret Vera bersama mereka. Mereka memaksa Vera menemani mereka minum."
__ADS_1
"Apa?" Danny terkejut saat mengetahui pacarnya di tampar.
Danny menatap Lim dengan dingin. Lalu keduanya berdiri dan berjalan keluar dengan satu tangan di sakunya.
Alex, Zack dan yang lain bergegas keluar saat mengetahui ada yang tidak beres.
Maya menjelaskan semuanya. Awalnya Vera pergi ke kamar kecil, Maya mengikuti dari belakang, saat mereka mencuci tangan di wastafel, empat pemuda lewat dan melihat kecantikan keduanya, khususnya Maya yang berpakaian seksi.
Seorang pemuda yang tengah mabuk itu maju dan meminta nomor telepon mereka bahkan menyentuh mereka.
Vera menampar wajah pria itu dan Maya memukul kepala pria itu. Setelah itu pria tersebut berbalik menampar Maya, dan maya dengan cepat melarikan diri saat dirinya di tampar, dan mereka menghalangi langkah Vera dan memaksa Vera untuk minum bersama.
Saat ini Danny dan Lim saling berhadapan dengan ke empat pemuda itu. Mereka semua masih muda dan terlihat seumuran dengan yang lainnya.
Lim menelpon berkali-kali untuk melakukan panggilan bantuan.
Maya menunjuk ke empat pria tersebut sambil terus mengutuki mereka.
"Hari ini aku akan berurusan dengan kalian semua yang sudah berani menampar iparr ku. Tidak akan ada yang keluar tanpa cidera hari ini." Lim berteriak dan arogan setelah dia selesai menelepon.
Tak lama beberapa Van berhenti di restoran tersebut dan lusinan orang keluar dari mobil dan masuk ke dalam, dan membuatnya menjadi ramai...
To be continued 🙂🙂🙂
__ADS_1