
Monica penuh dengan kekesalan. Jika dia tidak menemukan asisten, seharusnya dia bisa menghabiskan banyak uang untuk menyewa satu orang. Mengapa dia malah membawa Zack kemari.
"Kenapa?" tanya Zack bingung. " Kalau untuk masalah kap mobil tidak akan jadi masalah, bahkan jika tergores." Zack pun hanya bisa tersenyum pahit.
"Apa maksudmu tidak apa-apa bahkan jika tergores? cepat singkirkan barang-barang itu sekarang!" Monica menghentakkan kakinya dengan marah.
Zack tidak punya pilihan, selain menurunkan semangka dan beberapa botol air mineral.
Monica segera mendorong Zack pergi, setelah itu dengan hati-hati dia membersihkan mobil dengan tisu basahnya sendiri. Setelah memastikan tidak ada goresan sama sekali, akhirnya Monica merasa lega.
"Monica, apa dia dari kampusmu? Mengapa kamu tidak memintanya pergi sekarang? Benar-benar pemandangan yang berbahaya sekarang,"ucap Firman dengan jijik.
"Iya, Zack kamu bisa pergi sekarang. Aku salah, aku benar-benar melakukan kesalahan dengan memintamu ikut bersamaku dan menjadi asistenku," ucap Monica dengan terang-terangan.
"Baiklah aku akan pergi. Aku akan membawa sebotol air mineral." Zack pun pergi begitu saja setelah mengambil satu botol air.
Setelah meneguk air yang dia bawa. Zack kembali ke asrama. Sesampainya di asrama dia berbaring di tempat tidur untuk istirahat.
Tak lama, Alex dan yang lainnya kembali ke asrama.
"Kalian kembali begitu cepat. Bagaimana pesta Tiara dan yang lainnya?" tanya Zack sambil berbaring.
"Zack bagus kamu ada di asrama. Ayo kita ke asrama Tiara bersama."
"Ah, ada apa? Apa ada yang salah?" tanya Zack dengan malas.
"Sial, jangan sebutkan itu. Vera sedang dalam masalah sekarang." Jelas Alex membuat Zack terkejut.
Sebenarnya Zack sangat malas, namun alex memaksanya untuk ikut menemaninya, selain itu Zack juga sedikit penasaran apa yang terjadi pada Vera. Walau bagaimanapun Vera tetaplah seorang teman.
Para anak lelaki termasuk Zack dan Alex pergi ke asrama Wanita. Mereka masuk dan melihat Vera sedang menangis. Tak hanya itu saja Maya juga terlihat menangis saat ini.
__ADS_1
Wajah Maya sangat pucat dan dia terlihat ketakutan.
"Vera, Maya, kami datang untuk menemui mu," ucap Alex.
Sebelum menuju ke asrama Wanita, Zack sudah lebih dulu bertanya pada Alex jadi dia tau seluk beluknya masalah yang terjadi.
Ternyata identitas para pria yang dipukuli bukanlah orang sembarangan. Salah satu dari mereka adalah anak dari pemilik salah satu industri terbesar di Garang city.
Namanya Rei, dia merupakan anak dari pengusaha real estate terbesar di Garang city selain Garang internasional Inc.
Sebenarnya Rei orang yang rendah hati. Secara kebetulan dia ada disana untuk menemani temannya minum. Dan tanpa sengaja Rei melihat Vera dan Maya yang terlihat cantik dan pada saat itu Rei sedang mabuk. Itulah alasan mereka menggoda Vera dan Maya, tapi tanpa diduga dia dan juga teman-temannya malah dipukuli.
Setelah pulang, Rei minta bantuan. Seluruh keluarganya kaget melihat apa yang terjadi pada Rei.
Walaupun mereka tidak membalas secara langsung, namun keluarga Vera, Maya, Lim, Danny mendapatkan peringatan dari berbagai tingkatan.
Singkatnya keluarga Vera dan yang lainnya ketakutan sekarang. Ini karena peringatan Rei yang akan menghancurkan mereka sepenuhnya dalam satu bulan.
"Tidak bisakah Danny dan Lim membuntu masalah ini?" Alex hanya bisa menanyakan pertanyaan ini kepada mereka. Kerena Alex tahu dirinya tidak bisa membantu apa-apa.
"Apa yang bisa mereka lakukan? Aku dengar mereka datang ke perusahaan keluarga Rei. Mereka datang berlutut dan meminta maaf, tapi malah diusir oleh penjaga keamanan. Kami mendapat masalah besar kali ini." Vera menegis semakin kencang begitu juga dengan Maya.
"Jangan sedih, pasti akan ada jalan keluarnya." Zack yang sedari tadi diam saja, membuka mulutnya, dia benar-benar tidak tau cara menghibur mereka.
Zack ingin bertanya pada paman Lukman, apakah dia ada solusi untuk masalah ini.
"Kamu, kenapa kamu ada disini? sampah, siapa yang memberimu keberanian untuk datang kesini?" Maya kehilangan kesabaran dan sangat marah saat mendengar kata-kata Zack.
Maya melompat dari tempat tidur, mengangkat tangannya dan Ingin menampar Zack.
Sebelum Maya bisa melayangkan tamparan, Zack lebih dulu menghentikan dengan menangkap tangannya.
__ADS_1
"Maya, sudah cukup." Zack mendorong Maya dengan keras.
"Ah, kamu berani mendorongku." Teriak Maya saat jatuh.
"Cukup Maya," Tiara dan yang lain berusaha membujuknya.
Vera menatap Zack sebelum mencibir dan berkata," Zack, kamu datang kesini pasti untuk menolok-olok kami dan menganggap ini sebagai lelucon kan?"
"Vera, Maya, Zack datang kesini untuk melihat keadaan kalian, saat mendengar apa yang terjadi pada kalian. Mengapa di menganggap sebagai lelucon?" Alex segera turun tangan karena dia tidak tahan dengan mereka yang terus menghina Zack.
"Apa yang dia lakukan disini jika tidak disini untuk mencolok-olok kita? Aku tau dia pasti menaruh dendam padaku." Maya semakin marah.
Pada saat ini ponsel Vera berdering.
"Ayah, bagaimana hasilnya? Apa yang dikatakan mereka saat ayah meminta bantuan?" Vera bertanya dengan gugup.
Maya pun akhirnya sedikit tenang dan mendengarkan Vera dengan serius. Karena saat ini satu-satunya orang yang bisa di andalkan adalah koneksi keluarga Vera.
Setelah menutup telepon, Terlihat kekecewaan diwajah Vera.
"Ayahku ada di restoran, dia mencoba meminta bantuan kepada seseorang. Tapi pihak lain menolaknya dan mengatakan sedang sibuk. Ayahku memintaku pergi ke restoran sekarang, karena dia sudah memesan banyak makanan dan tidak mungkin di kembalikan. Kenapa kita tidak pergi kesana bersama-sama? Lagian kalian sudah menemaniku sepanjang sore," ungkap Vera.
Setelah itu Vera memandang Alex dan temannya yang lain.
"Alex dan yang lain juga bisa ikut bersama kami. Aku akhirnya mengerti apa yang harus aku lakukan sekarang. Tidak ada gunanya terus mengkhawatirkan masalah ini sekarang. Aku besok akan pergi ke perusahaan Rei secara langsung untuk minta maaf dan memohon secara pribadi."
"Vera kamu..." Tiara secara pribadi memahami maksud Vera, dia ingin menghentikan tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Akhirnya semua pergi ke restoran bersama. Zack kali ini tidak mundur, dia diam-diam mengikuti mereka di belakang. Tidak perduli apapun itu, tidak ada alasan mengabaikannya begitu saja.
To be continued 🙂🙂🙂
__ADS_1